Ini terdengar cukup mengejutkan, karena saat ini suku bunga kartu kredit di Amerika Serikat umumnya berkisar antara 20% hingga 30%, yang memang menjadi beban besar bagi konsumen biasa. Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, keluarga berpenghasilan menengah ke bawah dan pekerja muda mungkin akan mengalami penurunan besar dalam pengeluaran bunga bulanan mereka, dan uang tunai yang bisa mereka gunakan akan bertambah. Dari sudut pandang jangka pendek, ini bisa memberikan dukungan langsung terhadap konsumsi ritel.
Tapi masalahnya adalah—bagaimana dengan bank dan perusahaan kartu kredit? Setelah batasan ini diberlakukan, ruang keuntungan mereka pasti akan menyempit. Diperkirakan mereka akan beralih ke pendapatan dari biaya tahunan, biaya layanan, dan sumber lain untuk mengompensasi pendapatan mereka. Selain itu, untuk pemohon dengan skor kredit yang kurang baik, batas kredit mereka mungkin akan dipersempit, dan standar pengendalian risiko akan menjadi lebih ketat. Seluruh logika sistem kredit dalam keuangan harus disesuaikan kembali.
Dari sudut pandang yang lebih besar, langkah kebijakan semacam ini mengirimkan sinyal yang jelas—mengurangi tekanan utang keluarga dan membatasi keuntungan berlebihan dari modal keuangan. Tentu saja, ada juga yang berpendapat bahwa ini akan membuat lebih banyak orang mulai memperhatikan produk dan solusi keuangan yang lebih transparan dan aturan yang lebih jelas.
Bagaimanapun, apapun langkah selanjutnya, informasi ini sendiri sudah menyampaikan sinyal yang kuat: pola konsumsi keuangan di AS mungkin akan mengalami perubahan besar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
StakoorNeverSleeps
· 11jam yang lalu
10% batas maksimal? Bank pasti harus mengembalikan dengan biaya tahunan, orang biasa jangan terlalu senang terlalu cepat
Lihat AsliBalas0
FOMOSapien
· 01-12 19:35
Bank: Kami akan menaikkan biaya tahunan hahaha, bagaimanapun juga jika tidak bisa mendapatkan bunga, cari cara lain saja
Orang dengan skor kredit buruk: ? Jadi aku tetap terjebak di sini ya
Lihat AsliBalas0
TxFailed
· 01-11 03:03
nah ini sebenarnya hanya bank menemukan cara baru yang kreatif untuk mengurasmu secara teknis. mereka hanya akan memindahkan biaya dan menyebutnya "manajemen risiko" lol
Lihat AsliBalas0
RektHunter
· 01-10 13:46
10% cap? Bank pasti akan mengeluarkan biaya, mari kita bahas tentang biaya tahunan
Lihat AsliBalas0
ser_aped.eth
· 01-10 13:42
Bank: Biaya tahunan kami telah datang😂 Konsumen mengira menghemat bunga, tetapi akhirnya tetap dirugikan
Lihat AsliBalas0
GasFeeCrier
· 01-10 13:40
Bank lagi-lagi mengandalkan biaya tahunan untuk bangkit kembali, bagaimanapun juga, para pemula tidak akan bisa lepas dari serangan kapan saja, ya
Lihat AsliBalas0
LostBetweenChains
· 01-10 13:33
Bank tidak bisa mendapatkan bunga tinggi mulai bermain dengan skema biaya tahunan, skema ini sudah saya tebak sejak awal, hanya mengganti kulit saja.
最近有个新闻在金融圈引起了不少讨论——美国要把信用卡利率强制限制在10%以内,从1月20日开始执行。
Ini terdengar cukup mengejutkan, karena saat ini suku bunga kartu kredit di Amerika Serikat umumnya berkisar antara 20% hingga 30%, yang memang menjadi beban besar bagi konsumen biasa. Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, keluarga berpenghasilan menengah ke bawah dan pekerja muda mungkin akan mengalami penurunan besar dalam pengeluaran bunga bulanan mereka, dan uang tunai yang bisa mereka gunakan akan bertambah. Dari sudut pandang jangka pendek, ini bisa memberikan dukungan langsung terhadap konsumsi ritel.
Tapi masalahnya adalah—bagaimana dengan bank dan perusahaan kartu kredit? Setelah batasan ini diberlakukan, ruang keuntungan mereka pasti akan menyempit. Diperkirakan mereka akan beralih ke pendapatan dari biaya tahunan, biaya layanan, dan sumber lain untuk mengompensasi pendapatan mereka. Selain itu, untuk pemohon dengan skor kredit yang kurang baik, batas kredit mereka mungkin akan dipersempit, dan standar pengendalian risiko akan menjadi lebih ketat. Seluruh logika sistem kredit dalam keuangan harus disesuaikan kembali.
Dari sudut pandang yang lebih besar, langkah kebijakan semacam ini mengirimkan sinyal yang jelas—mengurangi tekanan utang keluarga dan membatasi keuntungan berlebihan dari modal keuangan. Tentu saja, ada juga yang berpendapat bahwa ini akan membuat lebih banyak orang mulai memperhatikan produk dan solusi keuangan yang lebih transparan dan aturan yang lebih jelas.
Bagaimanapun, apapun langkah selanjutnya, informasi ini sendiri sudah menyampaikan sinyal yang kuat: pola konsumsi keuangan di AS mungkin akan mengalami perubahan besar.