Proses KYC ZAMA benar-benar merepotkan. Awalnya mencoba faktur elektronik dari Unicom, hasilnya tidak berlaku. Kemudian mengganti dengan McDonald's, tetap ditolak. Akhirnya baru lolos dengan PDF laporan rekening dari Standard Chartered Bank.
Yang paling lucu adalah, KTP yang diunggah berbahasa Mandarin, sedangkan nama dan alamat di laporan rekening Standard Chartered semuanya ditulis dalam pinyin. Perbedaan sebesar itu, tapi tetap bisa lolos verifikasi... sungguh luar biasa. Tampaknya logika dari proses verifikasi ini kadang memang cukup acak.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MetaNomad
· 9jam yang lalu
Haha, cukup dengan laporan rekening Standard Chartered, kenapa tidak langsung minta paspor saja?
Lihat AsliBalas0
MetaverseHobo
· 01-12 06:39
Haha, KYC ini benar-benar seperti ilmu gaib dalam proses verifikasi, pinyin dan Mandarin bisa lolos begitu saja?
Lihat AsliBalas0
TradingNightmare
· 01-10 12:58
KYC ini benar-benar seperti ilmu gaib dalam proses verifikasi, pinyin dan karakter Cina bisa dicampur aduk, petugas pemeriksa mungkin saja mengalami rabun jauh
Lihat AsliBalas0
FreeMinter
· 01-10 12:50
Haha, KYC ini benar-benar logika yang misterius, KTP berbahasa Mandarin yang dilengkapi dengan pinyin dan tagihan bisa lolos, petugas verifikasi sebenarnya sedang melihat apa ya
Lihat AsliBalas0
GasFeeCrier
· 01-10 12:47
Haha, KYC ini benar-benar pemeriksaan metafisika. Logika apa yang digunakan?
Lihat AsliBalas0
GasWrangler
· 01-10 12:46
ngl KYC ZAMA benar-benar rusak... mengunggah alamat pinyin melawan karakter Cina dan tetap lolos? itu bukan validasi, itu hanya sandiwara. seluruhnya menunjukkan kurangnya ketelitian nyata
Proses KYC ZAMA benar-benar merepotkan. Awalnya mencoba faktur elektronik dari Unicom, hasilnya tidak berlaku. Kemudian mengganti dengan McDonald's, tetap ditolak. Akhirnya baru lolos dengan PDF laporan rekening dari Standard Chartered Bank.
Yang paling lucu adalah, KTP yang diunggah berbahasa Mandarin, sedangkan nama dan alamat di laporan rekening Standard Chartered semuanya ditulis dalam pinyin. Perbedaan sebesar itu, tapi tetap bisa lolos verifikasi... sungguh luar biasa. Tampaknya logika dari proses verifikasi ini kadang memang cukup acak.