Dari grafik satu jam, Bitcoin mengalami rebound singkat dan kemudian tertahan di dekat level resistensi sebelum kembali turun. Pola candle merah berturut-turut menunjukkan kekuatan bearish terus melemah, struktur pasar menunjukkan kelemahan yang jelas.
Ketiga garis Bollinger Bands tetap miring ke bawah, garis atas memberikan tekanan pada harga, sementara garis tengah dan bawah bergerak turun secara bersamaan, membentuk saluran yang menunjukkan pola bearish yang khas. Pengaturan ini mengindikasikan kurangnya momentum kenaikan dalam jangka pendek.
Indikator MACD menunjukkan tanda-tanda garis cepat dan garis lambat sudah mengalami dead cross. Ini semakin mengonfirmasi bahwa kekuatan bullish mulai melemah, pasar masih berada dalam fase relatif lemah.
Menggabungkan data non-pertanian AS yang tidak sesuai ekspektasi dan masalah defisit perdagangan, sentimen risiko pasar sedikit tertekan, memberikan tekanan pada aset berisiko. Dalam konteks makro ini, sinyal pelemahan dari analisis teknikal menjadi semakin dapat dipercaya.
Dalam strategi operasional, fokus utama adalah melakukan short saat rebound jangka pendek. Menemukan titik rebound yang tepat untuk membuka posisi short adalah pendekatan yang relatif rasional. Dengan mengendalikan risiko, tunggu sinyal teknikal yang lebih jelas untuk konfirmasi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dari grafik satu jam, Bitcoin mengalami rebound singkat dan kemudian tertahan di dekat level resistensi sebelum kembali turun. Pola candle merah berturut-turut menunjukkan kekuatan bearish terus melemah, struktur pasar menunjukkan kelemahan yang jelas.
Ketiga garis Bollinger Bands tetap miring ke bawah, garis atas memberikan tekanan pada harga, sementara garis tengah dan bawah bergerak turun secara bersamaan, membentuk saluran yang menunjukkan pola bearish yang khas. Pengaturan ini mengindikasikan kurangnya momentum kenaikan dalam jangka pendek.
Indikator MACD menunjukkan tanda-tanda garis cepat dan garis lambat sudah mengalami dead cross. Ini semakin mengonfirmasi bahwa kekuatan bullish mulai melemah, pasar masih berada dalam fase relatif lemah.
Menggabungkan data non-pertanian AS yang tidak sesuai ekspektasi dan masalah defisit perdagangan, sentimen risiko pasar sedikit tertekan, memberikan tekanan pada aset berisiko. Dalam konteks makro ini, sinyal pelemahan dari analisis teknikal menjadi semakin dapat dipercaya.
Dalam strategi operasional, fokus utama adalah melakukan short saat rebound jangka pendek. Menemukan titik rebound yang tepat untuk membuka posisi short adalah pendekatan yang relatif rasional. Dengan mengendalikan risiko, tunggu sinyal teknikal yang lebih jelas untuk konfirmasi.