Pasar energi sedang mengalami tekanan saat ini. Kontrak berjangka gas alam memperpanjang tren penurunan mereka, dengan harga turun lebih dari 6% dan mencapai titik terendah dalam 11 minggu. Penyebab utamanya? Ramalan cuaca yang menunjukkan pola cuaca yang lebih hangat di masa depan, yang berarti permintaan pemanasan yang lebih rendah di kemudian hari. Ketika suhu tetap lebih hangat, lebih sedikit orang yang menghidupkan sistem pemanas mereka, dan itu secara langsung menekan permintaan untuk gas alam. Ini adalah kasus klasik bagaimana faktor makro—ramalan cuaca, pergeseran musiman, siklus permintaan—mempengaruhi pasar komoditas. Bagi trader yang memantau eksposur energi atau mempertimbangkan lindung nilai makro, ini patut diperhatikan. Koneksi antara ramalan iklim dan penetapan harga energi lebih erat daripada yang disadari banyak orang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
13 Suka
Hadiah
13
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
rug_connoisseur
· 01-12 05:11
Ramalan cuaca bisa mengguncang pasar energi, ini benar-benar luar biasa. Saat cuaca hangat, orang-orang tidak lagi membakar gas, sangat sederhana dan kasar.
Lihat AsliBalas0
FloorPriceNightmare
· 01-11 14:32
Cuaca yang menghangatkan membuat harga gas alam turun, logika ini luar biasa... Kita masih lama di musim dingin, jangan terlalu senang dulu, bro
Lihat AsliBalas0
LeverageAddict
· 01-09 19:22
Cuaca yang menghangat membuat gas alam harus dihukum, gelombang ini memang sangat jelas terlihat. Secara makro memang begitu kejam
Lihat AsliBalas0
TeaTimeTrader
· 01-09 19:19
Begitu cuaca menghangat, gas alam harus dipukul, logika ini terlalu langsung. Ngomong-ngomong, apakah penurunan ini bisa dibeli di bawah, atau lebih baik kita tunggu dan lihat dulu?
Lihat AsliBalas0
SchrodingerWallet
· 01-09 19:17
Prakiraan cuaca keluar, gas alam langsung macet, gelombang ini memang luar biasa haha
Lihat AsliBalas0
BoredStaker
· 01-09 19:15
Cuaca menghangat, gas alam pun turun, logika ini tidak salah... tapi rasanya penurunan ini baru saja dimulai, musim dingin masih jauh.
Pasar energi sedang mengalami tekanan saat ini. Kontrak berjangka gas alam memperpanjang tren penurunan mereka, dengan harga turun lebih dari 6% dan mencapai titik terendah dalam 11 minggu. Penyebab utamanya? Ramalan cuaca yang menunjukkan pola cuaca yang lebih hangat di masa depan, yang berarti permintaan pemanasan yang lebih rendah di kemudian hari. Ketika suhu tetap lebih hangat, lebih sedikit orang yang menghidupkan sistem pemanas mereka, dan itu secara langsung menekan permintaan untuk gas alam. Ini adalah kasus klasik bagaimana faktor makro—ramalan cuaca, pergeseran musiman, siklus permintaan—mempengaruhi pasar komoditas. Bagi trader yang memantau eksposur energi atau mempertimbangkan lindung nilai makro, ini patut diperhatikan. Koneksi antara ramalan iklim dan penetapan harga energi lebih erat daripada yang disadari banyak orang.