Setiap kali bencana alam melanda atau terjadi gangguan jaringan, kita selalu melihat beberapa layanan cloud terpusat langsung "down". Tetapi beberapa proyek memiliki pola desain yang sama sekali berbeda—misalnya, menggunakan protokol penyimpanan dengan node tersebar di seluruh dunia, yang secara alami memiliki kemampuan toleransi kesalahan yang kuat.
**Mengapa arsitektur ini begitu tahan banting?**
Pertama, data tidak disimpan secara utuh di satu tempat. Sistem secara default memecah data menjadi bagian-bagian kecil, lalu menyimpannya di berbagai node di seluruh dunia. Jika satu daerah mengalami masalah? Tidak akan mempengaruhi keseluruhan. Inilah yang disebut "redundansi jarak jauh".
Kedua, tidak ada menara kontrol pusat. Node baru bisa bergabung kapan saja, dan node yang keluar akan otomatis ditangani, seluruh jaringan bersifat self-organizing. Arsitektur "tanpa master" ini berarti tidak ada titik kegagalan tunggal—kamu tidak bisa mematikannya karena tidak ada "itu".
Selanjutnya, bahkan jika kabel bawah laut benar-benar diputus (hal ini memang pernah terjadi), jaringan tetap bisa secara otomatis mencari jalur alternatif untuk melanjutkan operasi. Data tetap bisa ditransfer, dan pengguna tidak akan merasakan gangguan apapun.
Konsep desain ini sangat penting untuk data yang dikumpulkan oleh peradaban manusia—menyediakan solusi penyimpanan yang benar-benar tahan lama, tidak bergantung pada entitas atau infrastruktur tunggal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
22 Suka
Hadiah
22
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
WagmiOrRekt
· 01-12 15:47
Haha, cara bermain node terdesentralisasi ini memang keren. Tidak bisa dipotong dan tidak ada pusatnya, saya suka banget.
Lihat AsliBalas0
BearMarketSurvivor
· 01-12 15:44
Penyimpanan terdesentralisasi memang keren, saat AWS lumpuh, jutaan orang menangis dan memanggil orang tua, mereka yang menggunakan distribusi langsung tidak peduli
Jaringan yang tidak bisa diputus adalah jaringan sejati, inilah penampilan Web3 yang seharusnya
Sejujurnya, saya benar-benar tidak percaya lagi pada layanan cloud dari institusi besar, tetap harus mengandalkan node yang tersebar ini
Titik kegagalan tunggal akhirnya benar-benar diselesaikan, keren banget
Menyebar data ke seluruh dunia? Ide ini benar-benar hebat, tidak lagi takut satu pusat data "mogok"
Lihat AsliBalas0
NftRegretMachine
· 01-09 16:46
Singkatnya, layanan cloud terpusat terlalu rapuh, satu kali gangguan bisa menyebabkan semuanya gagal, distribusilah yang benar-benar kokoh
Lihat AsliBalas0
CryptoCross-TalkClub
· 01-09 16:46
Tertawa terbahak-bahak, bukankah ini adalah impian utama kita sebagai investor kecil, proyek tidak bisa diputus, pengguna tidak bisa lari, data tidak bisa hilang
Lihat AsliBalas0
GateUser-26d7f434
· 01-09 16:25
Hmm... maksudnya sistem cloud terpusat itu sudah saatnya ditinggalkan, kegagalan titik tunggal sangat berbahaya.
**Ancaman dari Layanan Cloud Tradisional**
Setiap kali bencana alam melanda atau terjadi gangguan jaringan, kita selalu melihat beberapa layanan cloud terpusat langsung "down". Tetapi beberapa proyek memiliki pola desain yang sama sekali berbeda—misalnya, menggunakan protokol penyimpanan dengan node tersebar di seluruh dunia, yang secara alami memiliki kemampuan toleransi kesalahan yang kuat.
**Mengapa arsitektur ini begitu tahan banting?**
Pertama, data tidak disimpan secara utuh di satu tempat. Sistem secara default memecah data menjadi bagian-bagian kecil, lalu menyimpannya di berbagai node di seluruh dunia. Jika satu daerah mengalami masalah? Tidak akan mempengaruhi keseluruhan. Inilah yang disebut "redundansi jarak jauh".
Kedua, tidak ada menara kontrol pusat. Node baru bisa bergabung kapan saja, dan node yang keluar akan otomatis ditangani, seluruh jaringan bersifat self-organizing. Arsitektur "tanpa master" ini berarti tidak ada titik kegagalan tunggal—kamu tidak bisa mematikannya karena tidak ada "itu".
Selanjutnya, bahkan jika kabel bawah laut benar-benar diputus (hal ini memang pernah terjadi), jaringan tetap bisa secara otomatis mencari jalur alternatif untuk melanjutkan operasi. Data tetap bisa ditransfer, dan pengguna tidak akan merasakan gangguan apapun.
Konsep desain ini sangat penting untuk data yang dikumpulkan oleh peradaban manusia—menyediakan solusi penyimpanan yang benar-benar tahan lama, tidak bergantung pada entitas atau infrastruktur tunggal.