Dalam ketidakpastian pasar keuangan saat ini, banyak orang mencari jalan keluar yang lebih aman untuk melindungi uang mereka, apakah itu saham yang sangat volatil, emas yang harganya melonjak, atau deposito bank dengan bunga yang sangat rendah. Dalam situasi seperti ini, obligasi mungkin menjadi pilihan yang seimbang antara hasil yang baik dan perlindungan modal.
Artikel ini akan menjelaskan apa itu obligasi, apakah manfaatnya di tahun 2567, dan jika dibandingkan dengan investasi saham, mana yang lebih cocok.
Memahami Obligasi dengan Mudah
Jika ingin membandingkan secara sederhana, obligasi seperti buku pinjaman uang dengan kesepakatan yang jelas. Ketika Anda membeli obligasi, Anda menjadi kreditur perusahaan atau pemerintah. Perusahaan harus membayar bunga secara rutin kepada Anda, dan saat jatuh tempo, akan mengembalikan pokok pinjaman secara lengkap.
Yang membuat obligasi menarik adalah hasil dari bunga yang lebih tinggi daripada deposito bank, tetapi risiko juga datang bersamaan. Itu adalah risiko.
Bagian yang Mungkin Menjadi Hambatan: Risiko Obligasi
Risiko yang harus diperhatikan 5 hal
1. Perusahaan mungkin tidak membayar kembali
Jika perusahaan penerbit obligasi mengalami masalah keuangan, saat jatuh tempo, mungkin tidak mampu membayar pokok pinjaman secara penuh, atau bahkan tidak membayar sama sekali.
2. Suku bunga bisa berubah
Jika Anda memegang obligasi dan suku bunga pasar meningkat, Anda mungkin kehilangan peluang mendapatkan tingkat bunga yang lebih tinggi.
3. Sulit untuk menjual uang keluar
Obligasi tidak memiliki pasar jual beli yang luas seperti saham. Jika Anda ingin menjual, mungkin tidak ada yang membeli.
4. Inflasi menggerogoti hasil
Inflasi yang tinggi akan mengurangi daya beli dari bunga yang diterima. Jika inflasi lebih tinggi dari bunga, hasil riil bisa menjadi negatif.
5. Masalah investasi lanjutan di masa depan
Ketika obligasi jatuh tempo, Anda harus mencari peluang investasi baru, tetapi saat itu mungkin tidak ada pilihan yang baik.
Hak Tersembunyi yang Perlu Diketahui
Selain risiko di atas, beberapa obligasi memiliki “hak istimewa” yang tersembunyi:
Hak penebusan sebelum jatuh tempo (Callable): Perusahaan dapat menarik kembali uang sebelum waktu, dan Anda harus berhenti menerima bunga.
Hak jual kembali sebelum jatuh tempo (Puttable): Anda dapat menjual kembali ke perusahaan sebelum waktu yang disepakati.
Konversi menjadi saham (Convertible): Anda dapat mengubah obligasi menjadi saham biasa untuk mendapatkan potensi keuntungan lebih besar.
Tempat Perdagangan: Obligasi memiliki berbagai jenis
Pengelompokan berdasarkan penerbit
Obligasi dari pemerintah
Risiko rendah karena dijamin pemerintah, tetapi bunganya tidak tinggi.
Obligasi dari lembaga publik
Risiko lebih rendah dari pemerintah, tetapi tetap aman.
Obligasi dari perusahaan swasta
Risiko lebih tinggi, tetapi bunganya lebih tinggi. Perusahaan harus menarik investor dengan tingkat yang menarik.
Pengelompokan berdasarkan hak pembayaran
Obligasi dengan hak kurang
Pembayaran hutang setelah kreditur lain, lebih berisiko.
Obligasi tanpa hak kurang
Pembayaran bersamaan dengan kreditur umum, lebih aman.
Pengelompokan berdasarkan metode pembayaran bunga
Pembayaran bunga rutin
Setiap setengah tahun, Anda menerima uang, cocok untuk perencanaan kas.
Bunga tunda
Tidak dibayar selama masa kepemilikan, tetapi saat jatuh tempo, menerima pokok dan bunga sekaligus.
Tanpa bunga
Dibeli dengan harga di bawah harga penebusan, hasil dari selisih harga.
Pengelompokan berdasarkan jenis tingkat bunga
Suku bunga tetap
Bunga tidak berubah, aman dan mudah diprediksi.
Suku bunga mengambang
Bunga berubah sesuai kondisi pasar, bisa menguntungkan atau kehilangan peluang.
Cara Berinvestasi dan Menghasilkan Keuntungan
Cara menghitung hasil sederhana
Misalnya Anda membeli obligasi dengan harga nominal 10.000 บาท, bunga 8% per tahun, dibayar dua kali setahun, selama 4 tahun.
Anda akan mendapatkan:
Bunga setiap kali = 10.000 × 8% ÷ 2 = 400 บาท
Per tahun = 800 บาท
Total selama 4 tahun = 3.200 บาท
Saat jatuh tempo = 13.200 บาท (Pokok + Bunga)
Tempat membeli dan menjual obligasi
Pasar Primer (Primary Market)
Beli langsung dari perusahaan atau pemerintah melalui lembaga keuangan. Anda harus mempelajari syarat dan ketentuan dengan baik.
Pasar Sekunder (Secondary Market)
Beli dan jual dari investor lain melalui bursa efek (BEX di Indonesia). Likuiditas lebih baik, pengiriman dilakukan secara sistematis T+2.
Investasi Obligasi Tahun 2567, Perlukah?
Keuntungan investasi saat ini
Jangka waktu yang beragam
Dari 1 hari hingga 20 tahun, sesuai kebutuhan Anda.
Pendapatan rutin
Bunga dibayar secara terus-menerus, tidak perlu menunggu sampai akhir tahun.
Hasil lebih tinggi dari deposito
Bank memberikan bunga yang rendah, tetapi obligasi menawarkan lebih.
Risiko yang dapat diterima
Lebih rendah dari saham karena pemegang obligasi memiliki hak pembayaran terlebih dahulu dibanding pemegang saham.
Dapat diperdagangkan kapan saja
Pasar sekunder menyediakan likuiditas yang cukup, tidak terikat karena harus menunggu jatuh tempo.
Obligasi vs Saham: Mana yang Cocok untuk Anda?
Perbedaan yang perlu diketahui
Obligasi
Saham
Hasil
Tetap dan dapat diprediksi
Tinggi tetapi sangat volatil
Risiko
Rendah
Tinggi (Perkiraan sekitar 3 kali)
Analisis
Lihat kemampuan bayar hutang
Lihat keuntungan dan pertumbuhan
Konsistensi
Mendapat arus kas rutin
Mungkin tidak ada pendapatan
Pilih sesuai kepribadian
Jika usia Anda masih: Fokus pada pertumbuhan dan menerima ketidakpastian → Investasi saham
Jika usia Anda sudah: Menginginkan kepastian dan tidak tahan volatilitas → Obligasi lebih cocok
Jika seimbang: Menginginkan keduanya, pertumbuhan dan keamanan → Campuran saham + obligasi (Diversifikasi aset yang baik)
Menggabungkan kedua pilihan ini dapat membantu mengurangi volatilitas dan menjaga hasil yang sesuai.
Kesimpulan
Obligasi tidak hanya pilihan untuk pensiunan atau investor konservatif. Saat ini, obligasi dipandang sebagai alat penting dalam menciptakan keseimbangan portofolio. Selain itu, kemudahan berinvestasi saat ini membuat semua orang dapat mengakses obligasi dengan mudah.
Yang penting adalah memahami dengan jelas apa itu obligasi, risiko apa yang terkait, dan apakah sesuai dengan tujuan investasi Anda. Setelah memutuskan, obligasi bisa menjadi mitra yang baik dalam membangun kesejahteraan finansial.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa saja surat utang yang harus dipertimbangkan tahun 2567 dan apa manfaatnya?
Dalam ketidakpastian pasar keuangan saat ini, banyak orang mencari jalan keluar yang lebih aman untuk melindungi uang mereka, apakah itu saham yang sangat volatil, emas yang harganya melonjak, atau deposito bank dengan bunga yang sangat rendah. Dalam situasi seperti ini, obligasi mungkin menjadi pilihan yang seimbang antara hasil yang baik dan perlindungan modal.
Artikel ini akan menjelaskan apa itu obligasi, apakah manfaatnya di tahun 2567, dan jika dibandingkan dengan investasi saham, mana yang lebih cocok.
Memahami Obligasi dengan Mudah
Jika ingin membandingkan secara sederhana, obligasi seperti buku pinjaman uang dengan kesepakatan yang jelas. Ketika Anda membeli obligasi, Anda menjadi kreditur perusahaan atau pemerintah. Perusahaan harus membayar bunga secara rutin kepada Anda, dan saat jatuh tempo, akan mengembalikan pokok pinjaman secara lengkap.
Yang membuat obligasi menarik adalah hasil dari bunga yang lebih tinggi daripada deposito bank, tetapi risiko juga datang bersamaan. Itu adalah risiko.
Bagian yang Mungkin Menjadi Hambatan: Risiko Obligasi
Risiko yang harus diperhatikan 5 hal
1. Perusahaan mungkin tidak membayar kembali
Jika perusahaan penerbit obligasi mengalami masalah keuangan, saat jatuh tempo, mungkin tidak mampu membayar pokok pinjaman secara penuh, atau bahkan tidak membayar sama sekali.
2. Suku bunga bisa berubah
Jika Anda memegang obligasi dan suku bunga pasar meningkat, Anda mungkin kehilangan peluang mendapatkan tingkat bunga yang lebih tinggi.
3. Sulit untuk menjual uang keluar
Obligasi tidak memiliki pasar jual beli yang luas seperti saham. Jika Anda ingin menjual, mungkin tidak ada yang membeli.
4. Inflasi menggerogoti hasil
Inflasi yang tinggi akan mengurangi daya beli dari bunga yang diterima. Jika inflasi lebih tinggi dari bunga, hasil riil bisa menjadi negatif.
5. Masalah investasi lanjutan di masa depan
Ketika obligasi jatuh tempo, Anda harus mencari peluang investasi baru, tetapi saat itu mungkin tidak ada pilihan yang baik.
Hak Tersembunyi yang Perlu Diketahui
Selain risiko di atas, beberapa obligasi memiliki “hak istimewa” yang tersembunyi:
Tempat Perdagangan: Obligasi memiliki berbagai jenis
Pengelompokan berdasarkan penerbit
Obligasi dari pemerintah
Risiko rendah karena dijamin pemerintah, tetapi bunganya tidak tinggi.
Obligasi dari lembaga publik
Risiko lebih rendah dari pemerintah, tetapi tetap aman.
Obligasi dari perusahaan swasta
Risiko lebih tinggi, tetapi bunganya lebih tinggi. Perusahaan harus menarik investor dengan tingkat yang menarik.
Pengelompokan berdasarkan hak pembayaran
Obligasi dengan hak kurang
Pembayaran hutang setelah kreditur lain, lebih berisiko.
Obligasi tanpa hak kurang
Pembayaran bersamaan dengan kreditur umum, lebih aman.
Pengelompokan berdasarkan metode pembayaran bunga
Pembayaran bunga rutin
Setiap setengah tahun, Anda menerima uang, cocok untuk perencanaan kas.
Bunga tunda
Tidak dibayar selama masa kepemilikan, tetapi saat jatuh tempo, menerima pokok dan bunga sekaligus.
Tanpa bunga
Dibeli dengan harga di bawah harga penebusan, hasil dari selisih harga.
Pengelompokan berdasarkan jenis tingkat bunga
Suku bunga tetap
Bunga tidak berubah, aman dan mudah diprediksi.
Suku bunga mengambang
Bunga berubah sesuai kondisi pasar, bisa menguntungkan atau kehilangan peluang.
Cara Berinvestasi dan Menghasilkan Keuntungan
Cara menghitung hasil sederhana
Misalnya Anda membeli obligasi dengan harga nominal 10.000 บาท, bunga 8% per tahun, dibayar dua kali setahun, selama 4 tahun.
Anda akan mendapatkan:
Tempat membeli dan menjual obligasi
Pasar Primer (Primary Market)
Beli langsung dari perusahaan atau pemerintah melalui lembaga keuangan. Anda harus mempelajari syarat dan ketentuan dengan baik.
Pasar Sekunder (Secondary Market)
Beli dan jual dari investor lain melalui bursa efek (BEX di Indonesia). Likuiditas lebih baik, pengiriman dilakukan secara sistematis T+2.
Investasi Obligasi Tahun 2567, Perlukah?
Keuntungan investasi saat ini
Jangka waktu yang beragam
Dari 1 hari hingga 20 tahun, sesuai kebutuhan Anda.
Pendapatan rutin
Bunga dibayar secara terus-menerus, tidak perlu menunggu sampai akhir tahun.
Hasil lebih tinggi dari deposito
Bank memberikan bunga yang rendah, tetapi obligasi menawarkan lebih.
Risiko yang dapat diterima
Lebih rendah dari saham karena pemegang obligasi memiliki hak pembayaran terlebih dahulu dibanding pemegang saham.
Dapat diperdagangkan kapan saja
Pasar sekunder menyediakan likuiditas yang cukup, tidak terikat karena harus menunggu jatuh tempo.
Obligasi vs Saham: Mana yang Cocok untuk Anda?
Perbedaan yang perlu diketahui
Pilih sesuai kepribadian
Jika usia Anda masih: Fokus pada pertumbuhan dan menerima ketidakpastian → Investasi saham
Jika usia Anda sudah: Menginginkan kepastian dan tidak tahan volatilitas → Obligasi lebih cocok
Jika seimbang: Menginginkan keduanya, pertumbuhan dan keamanan → Campuran saham + obligasi (Diversifikasi aset yang baik)
Menggabungkan kedua pilihan ini dapat membantu mengurangi volatilitas dan menjaga hasil yang sesuai.
Kesimpulan
Obligasi tidak hanya pilihan untuk pensiunan atau investor konservatif. Saat ini, obligasi dipandang sebagai alat penting dalam menciptakan keseimbangan portofolio. Selain itu, kemudahan berinvestasi saat ini membuat semua orang dapat mengakses obligasi dengan mudah.
Yang penting adalah memahami dengan jelas apa itu obligasi, risiko apa yang terkait, dan apakah sesuai dengan tujuan investasi Anda. Setelah memutuskan, obligasi bisa menjadi mitra yang baik dalam membangun kesejahteraan finansial.