Apa yang benar-benar mendefinisikan seorang trader di pasar saat ini? Pada intinya, seorang trader adalah siapa saja atau entitas yang melakukan operasi dengan instrumen keuangan dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Namun, definisi ini baru menyentuh permukaan dari apa yang terlibat dalam profesi ini. Traders dapat beroperasi dengan mata uang, cryptocurrency, obligasi, saham, derivatif, dana bersama, dan indeks saham. Aktivitas mereka bervariasi dari spekulasi jangka pendek hingga strategi yang lebih terukur, dan peran mereka bisa sangat beragam seperti operator, pengelola lindung nilai, atau arbiter pasar.
▶ Membedakan Aktor Kunci: Traders, Broker, dan Investor
Untuk memahami cara kerja pasar keuangan, sangat penting membedakan antara tiga figur yang sering disalahartikan: trader, broker, dan investor.
Trader: Beroperasi dengan modal sendiri dengan tujuan mendapatkan hasil positif dalam jangka pendek. Membutuhkan pemahaman mendalam tentang pasar keuangan dan kemampuan untuk membuat keputusan cepat berdasarkan analisis data. Meskipun tidak ada keharusan pendidikan formal tertentu, pengalaman praktis dan pengetahuan pasar sangat berharga. Karena pasar bersifat volatil, orang yang berprofesi sebagai trader harus memiliki toleransi risiko yang signifikan.
Investor: Membeli aset dengan niat untuk mempertahankannya dalam jangka panjang menggunakan sumber daya mereka sendiri. Berbeda dengan trader, mereka mencari pertumbuhan jangka panjang. Meskipun tidak memerlukan pendidikan formal di bidang keuangan, mereka perlu menganalisis kondisi pasar dan kesehatan keuangan penerbit aset mereka dengan cermat. Tingkat risiko yang diambil jauh lebih kecil dibandingkan trading.
Broker: Bertindak sebagai perantara yang membeli dan menjual aset atas nama pihak ketiga. Ini adalah versi profesional yang digunakan oleh trader dan investor yang lebih memilih menyerahkan pengelolaan. Broker memerlukan pendidikan universitas, pemahaman mendalam tentang regulasi keuangan, dan lisensi dari otoritas terkait.
Ketiga aktor ini menjalankan peran penting: menyediakan likuiditas dan mendistribusikan modal secara efisien, menjadi elemen fundamental dari ekonomi yang sehat.
▶ Jalan dari Nol: Menjadi Trader Profesional
Bagi yang memiliki likuiditas dan tertarik dengan pasar keuangan, gagasan menghasilkan hasil yang lebih tinggi dari rekening tabungan tradisional terasa menggoda. Tapi dari mana harus memulai?
Fase Awal: Membangun Pengetahuan
Langkah pertama adalah memperoleh dasar pengetahuan ekonomi dan keuangan yang kokoh. Ini berarti mempelajari literatur khusus dari sektor, tetap mengikuti berita keuangan, bisnis, dan kemajuan teknologi yang mempengaruhi pasar. Bukan sekadar menghafal data, tetapi memahami bagaimana sistem keuangan berinteraksi.
Fase Dua: Memahami Cara Kerja Pasar
Penting untuk memahami apa yang membuat pasar bergerak: fluktuasi harga, dampak pengumuman ekonomi, dan peran psikologi kolektif. Tanpa pemahaman ini, setiap operasi akan lebih bersifat spekulasi buta.
Fase Tiga: Menetapkan Strategi dan Memilih Aset
Berdasarkan analisis pasar dan pengetahuan tentang aset yang tersedia, setiap trader harus menentukan strateginya. Keputusan ini harus sesuai dengan toleransi risiko, tujuan investasi, dan keahlian khusus. Tidak ada strategi terbaik secara universal; yang terbaik adalah yang sesuai untuk setiap individu.
Fase Empat: Memilih Platform yang Diatur
Untuk beroperasi secara legal, diperlukan akses melalui platform yang diotorisasi dan menawarkan alat profesional. Banyak platform yang diatur menyediakan akun demo untuk berlatih tanpa mempertaruhkan modal nyata, memungkinkan pengembangan keterampilan sebelum menginvestasikan sumber daya sendiri.
Fase Lima: Menguasai Analisis Teknikal dan Fundamental
Analisis teknikal berfokus pada grafik dan pola harga; analisis fundamental memeriksa data ekonomi yang mendasari. Keduanya penting untuk pengambilan keputusan yang informasional. Trader yang sukses biasanya menguasai minimal satu dari pendekatan ini.
Fase Enam: Mengimplementasikan Manajemen Risiko
Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang mampu hilang. Menetapkan batas kerugian melalui alat tertentu melindungi modal. Ini mungkin pelajaran terpenting.
Fase Tujuh: Penyesuaian Berkelanjutan
Trading adalah bidang yang terus berkembang. Tetap mengikuti teknik baru, perubahan regulasi, dan tren pasar adalah wajib agar tetap bertahan.
▶ Pemilihan Aset: Dengan Apa Bertransaksi?
Trader memiliki akses ke berbagai kategori aset:
Saham: Mewakili kepemilikan parsial perusahaan. Harga mereka berfluktuasi sesuai kinerja perusahaan dan kondisi pasar secara umum.
Obligasi: Instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan perusahaan. Pembeli meminjamkan uang dengan imbalan pembayaran bunga.
Komoditas: Barang pokok seperti emas, minyak, dan gas alam menawarkan peluang perdagangan dengan karakteristik volatilitas yang unik.
Mata Uang (Forex): Pasar terbesar dan paling likuid di dunia. Operator membeli dan menjual pasangan mata uang sesuai fluktuasi nilai tukar.
Indeks Saham: Mewakili kinerja sekumpulan saham, memungkinkan melacak pasar atau sektor tertentu dalam satu operasi.
Kontrak Perbedaan (CFDs): Memungkinkan spekulasi tentang pergerakan harga dari aset apa pun di atas tanpa memiliki aset dasarnya. Menawarkan fleksibilitas, akses ke leverage, dan kemampuan membuka posisi panjang atau pendek.
▶ Tipologi Trading: Menemukan Gaya Anda
Memahami berbagai gaya negosiasi sangat penting untuk mengembangkan strategi yang konsisten. Setiap tipe memiliki keunikan, keunggulan, dan kekurangan.
Day Traders: Melakukan banyak transaksi selama hari perdagangan, menutup semua posisi sebelum pasar tutup. Biasanya beroperasi di saham, Forex, dan CFDs. Daya tariknya adalah potensi keuntungan cepat, meskipun membutuhkan pemantauan konstan dan menghasilkan komisi tinggi karena volume transaksi yang besar.
Scalpers: Melakukan banyak operasi untuk mendapatkan keuntungan kecil namun konsisten. Mereka memanfaatkan likuiditas dan volatilitas pasar; CFD dan Forex sangat cocok. Membutuhkan manajemen risiko yang ketat dan konsentrasi tinggi, karena kesalahan kecil bisa berlipat ganda dengan volume transaksi.
Traders Momentum: Mengambil keuntungan dengan memanfaatkan inersia pasar, beroperasi pada aset dengan pergerakan kuat dalam arah tertentu. CFD, saham, dan Forex lebih disukai. Strategi ini menguntungkan saat terjadi pergerakan signifikan, tetapi keberhasilannya bergantung pada ketepatan dalam mengidentifikasi tren dan timing masuk dan keluar.
Swing Traders: Menahan posisi selama hari atau minggu untuk memanfaatkan fluktuasi harga. CFD, saham, dan komoditas cocok. Memberikan hasil yang signifikan dengan waktu yang lebih sedikit dibanding day trading atau scalping. Namun, membawa risiko kerugian yang lebih besar karena eksposur selama perubahan malam dan akhir pekan.
Trader Teknikal dan Fundamental: Mengambil keputusan berdasarkan analisis teknikal dan/atau fundamental, bertransaksi di semua jenis aset. Strategi ini memberikan informasi berharga tetapi bisa kompleks, membutuhkan tingkat pengetahuan tinggi dan interpretasi yang tepat.
▶ Alat Penting Perlindungan Modal
Setelah strategi ditetapkan, sangat penting menerapkan manajemen risiko yang efektif. Alat utama yang tersedia di platform profesional meliputi:
Stop Loss: Perintah yang membatasi kerugian dengan menutup posisi saat harga mencapai level tertentu.
Take Profit: Perintah yang mengamankan keuntungan dengan menutup posisi saat mencapai target harga.
Trailing Stop: Perintah stop loss dinamis yang menyesuaikan dengan pergerakan pasar yang menguntungkan.
Margin Call: Peringatan yang dikeluarkan saat margin akun turun di bawah ambang batas, menandakan penutupan posisi atau penambahan dana.
Diversifikasi: Menginvestasikan di berbagai aset untuk mengurangi dampak kinerja buruk pada aset tertentu.
▶ Studi Kasus: Trading Momentum dalam Aksi
Bayangkan sebuah skenario nyata. Seorang trader momentum fokus pada indeks S&P 500 yang diperdagangkan melalui CFDs. Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga, yang umumnya dianggap negatif untuk saham karena membatasi kapasitas pinjaman perusahaan.
Trader mengamati bahwa pasar bereaksi cepat: S&P 500 mulai tren menurun yang jelas. Mengantisipasi tren ini akan berlanjut dalam jangka pendek, dia membuka posisi jual (jual) di CFDs S&P 500.
Untuk mengelola risiko, dia menetapkan stop loss di atas harga saat ini untuk membatasi kerugian jika pasar berbalik, dan take profit di bawah untuk mengamankan keuntungan jika terus turun.
Operasi spesifik: jual 10 kontrak S&P 500 di 4.000. Stop loss di 4.100, take profit di 3.800.
Jika indeks turun ke 3.800, posisi otomatis tertutup dan keuntungan direalisasikan. Jika naik ke 4.100, posisi ditutup membatasi kerugian. Contoh ini menunjukkan bagaimana manajemen risiko disiplin melindungi modal.
▶ Pertanyaan Umum
Dimana mulai orang tanpa pengalaman?
Langkah pertama adalah belajar tentang pasar keuangan dan jenis trading. Kemudian, pilih platform yang diatur, buka akun, dan kembangkan strategi pribadi.
Fitur apa yang harus dicari di platform?
Pertimbangkan komisi, kualitas platform, layanan pelanggan, dan regulasi. Platform harus menawarkan alat manajemen risiko yang kuat dan akses ke berbagai aset.
Apakah bisa trading paruh waktu?
Bisa. Banyak trader memulai dari ini, bertransaksi saat waktu luang sambil tetap bekerja penuh waktu. Namun, tetap membutuhkan dedikasi dan studi terus-menerus.
▶ Realitas Trading Profesional
Trading menawarkan peluang keuntungan yang signifikan dan fleksibilitas waktu. Namun, rata-rata keuntungan sangat bervariasi, tergantung pada kemampuan trader, pengalaman, dan strategi yang diterapkan.
Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 13% trader harian yang mampu mencapai keuntungan positif secara konsisten selama enam bulan. Hanya 1% yang menghasilkan keuntungan stabil selama lima tahun atau lebih. Hampir 40% berhenti dalam bulan pertama, dan hanya 13% yang bertahan setelah tiga tahun.
Selain itu, pasar berkembang ke arah trading algoritmik, yang saat ini mewakili 60-75% dari volume total transaksi di pasar maju. Otomatisasi ini dapat meningkatkan efisiensi tetapi juga meningkatkan volatilitas dan menantang trader individu tanpa akses ke teknologi mutakhir.
▶ Renungan Akhir
Meskipun trading memiliki potensi menguntungkan, juga membawa risiko signifikan. Jangan menginvestasikan lebih dari yang mampu hilang. Menganggap trading sebagai aktivitas sampingan yang menghasilkan pendapatan tambahan adalah bijaksana, tetapi menjaga pekerjaan utama atau sumber penghasilan yang stabil sangat penting untuk memastikan kestabilan keuangan pribadi.
Trading tidak untuk semua orang, tetapi bagi mereka yang memiliki disiplin, pendidikan berkelanjutan, dan manajemen risiko yang ketat, ini merupakan alternatif yang layak di pasar saat ini.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Trader: Panduan Lengkap untuk Memulai di Dunia Perdagangan Keuangan
Apa yang benar-benar mendefinisikan seorang trader di pasar saat ini? Pada intinya, seorang trader adalah siapa saja atau entitas yang melakukan operasi dengan instrumen keuangan dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Namun, definisi ini baru menyentuh permukaan dari apa yang terlibat dalam profesi ini. Traders dapat beroperasi dengan mata uang, cryptocurrency, obligasi, saham, derivatif, dana bersama, dan indeks saham. Aktivitas mereka bervariasi dari spekulasi jangka pendek hingga strategi yang lebih terukur, dan peran mereka bisa sangat beragam seperti operator, pengelola lindung nilai, atau arbiter pasar.
▶ Membedakan Aktor Kunci: Traders, Broker, dan Investor
Untuk memahami cara kerja pasar keuangan, sangat penting membedakan antara tiga figur yang sering disalahartikan: trader, broker, dan investor.
Trader: Beroperasi dengan modal sendiri dengan tujuan mendapatkan hasil positif dalam jangka pendek. Membutuhkan pemahaman mendalam tentang pasar keuangan dan kemampuan untuk membuat keputusan cepat berdasarkan analisis data. Meskipun tidak ada keharusan pendidikan formal tertentu, pengalaman praktis dan pengetahuan pasar sangat berharga. Karena pasar bersifat volatil, orang yang berprofesi sebagai trader harus memiliki toleransi risiko yang signifikan.
Investor: Membeli aset dengan niat untuk mempertahankannya dalam jangka panjang menggunakan sumber daya mereka sendiri. Berbeda dengan trader, mereka mencari pertumbuhan jangka panjang. Meskipun tidak memerlukan pendidikan formal di bidang keuangan, mereka perlu menganalisis kondisi pasar dan kesehatan keuangan penerbit aset mereka dengan cermat. Tingkat risiko yang diambil jauh lebih kecil dibandingkan trading.
Broker: Bertindak sebagai perantara yang membeli dan menjual aset atas nama pihak ketiga. Ini adalah versi profesional yang digunakan oleh trader dan investor yang lebih memilih menyerahkan pengelolaan. Broker memerlukan pendidikan universitas, pemahaman mendalam tentang regulasi keuangan, dan lisensi dari otoritas terkait.
Ketiga aktor ini menjalankan peran penting: menyediakan likuiditas dan mendistribusikan modal secara efisien, menjadi elemen fundamental dari ekonomi yang sehat.
▶ Jalan dari Nol: Menjadi Trader Profesional
Bagi yang memiliki likuiditas dan tertarik dengan pasar keuangan, gagasan menghasilkan hasil yang lebih tinggi dari rekening tabungan tradisional terasa menggoda. Tapi dari mana harus memulai?
Fase Awal: Membangun Pengetahuan
Langkah pertama adalah memperoleh dasar pengetahuan ekonomi dan keuangan yang kokoh. Ini berarti mempelajari literatur khusus dari sektor, tetap mengikuti berita keuangan, bisnis, dan kemajuan teknologi yang mempengaruhi pasar. Bukan sekadar menghafal data, tetapi memahami bagaimana sistem keuangan berinteraksi.
Fase Dua: Memahami Cara Kerja Pasar
Penting untuk memahami apa yang membuat pasar bergerak: fluktuasi harga, dampak pengumuman ekonomi, dan peran psikologi kolektif. Tanpa pemahaman ini, setiap operasi akan lebih bersifat spekulasi buta.
Fase Tiga: Menetapkan Strategi dan Memilih Aset
Berdasarkan analisis pasar dan pengetahuan tentang aset yang tersedia, setiap trader harus menentukan strateginya. Keputusan ini harus sesuai dengan toleransi risiko, tujuan investasi, dan keahlian khusus. Tidak ada strategi terbaik secara universal; yang terbaik adalah yang sesuai untuk setiap individu.
Fase Empat: Memilih Platform yang Diatur
Untuk beroperasi secara legal, diperlukan akses melalui platform yang diotorisasi dan menawarkan alat profesional. Banyak platform yang diatur menyediakan akun demo untuk berlatih tanpa mempertaruhkan modal nyata, memungkinkan pengembangan keterampilan sebelum menginvestasikan sumber daya sendiri.
Fase Lima: Menguasai Analisis Teknikal dan Fundamental
Analisis teknikal berfokus pada grafik dan pola harga; analisis fundamental memeriksa data ekonomi yang mendasari. Keduanya penting untuk pengambilan keputusan yang informasional. Trader yang sukses biasanya menguasai minimal satu dari pendekatan ini.
Fase Enam: Mengimplementasikan Manajemen Risiko
Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang mampu hilang. Menetapkan batas kerugian melalui alat tertentu melindungi modal. Ini mungkin pelajaran terpenting.
Fase Tujuh: Penyesuaian Berkelanjutan
Trading adalah bidang yang terus berkembang. Tetap mengikuti teknik baru, perubahan regulasi, dan tren pasar adalah wajib agar tetap bertahan.
▶ Pemilihan Aset: Dengan Apa Bertransaksi?
Trader memiliki akses ke berbagai kategori aset:
Saham: Mewakili kepemilikan parsial perusahaan. Harga mereka berfluktuasi sesuai kinerja perusahaan dan kondisi pasar secara umum.
Obligasi: Instrumen utang yang diterbitkan oleh pemerintah dan perusahaan. Pembeli meminjamkan uang dengan imbalan pembayaran bunga.
Komoditas: Barang pokok seperti emas, minyak, dan gas alam menawarkan peluang perdagangan dengan karakteristik volatilitas yang unik.
Mata Uang (Forex): Pasar terbesar dan paling likuid di dunia. Operator membeli dan menjual pasangan mata uang sesuai fluktuasi nilai tukar.
Indeks Saham: Mewakili kinerja sekumpulan saham, memungkinkan melacak pasar atau sektor tertentu dalam satu operasi.
Kontrak Perbedaan (CFDs): Memungkinkan spekulasi tentang pergerakan harga dari aset apa pun di atas tanpa memiliki aset dasarnya. Menawarkan fleksibilitas, akses ke leverage, dan kemampuan membuka posisi panjang atau pendek.
▶ Tipologi Trading: Menemukan Gaya Anda
Memahami berbagai gaya negosiasi sangat penting untuk mengembangkan strategi yang konsisten. Setiap tipe memiliki keunikan, keunggulan, dan kekurangan.
Day Traders: Melakukan banyak transaksi selama hari perdagangan, menutup semua posisi sebelum pasar tutup. Biasanya beroperasi di saham, Forex, dan CFDs. Daya tariknya adalah potensi keuntungan cepat, meskipun membutuhkan pemantauan konstan dan menghasilkan komisi tinggi karena volume transaksi yang besar.
Scalpers: Melakukan banyak operasi untuk mendapatkan keuntungan kecil namun konsisten. Mereka memanfaatkan likuiditas dan volatilitas pasar; CFD dan Forex sangat cocok. Membutuhkan manajemen risiko yang ketat dan konsentrasi tinggi, karena kesalahan kecil bisa berlipat ganda dengan volume transaksi.
Traders Momentum: Mengambil keuntungan dengan memanfaatkan inersia pasar, beroperasi pada aset dengan pergerakan kuat dalam arah tertentu. CFD, saham, dan Forex lebih disukai. Strategi ini menguntungkan saat terjadi pergerakan signifikan, tetapi keberhasilannya bergantung pada ketepatan dalam mengidentifikasi tren dan timing masuk dan keluar.
Swing Traders: Menahan posisi selama hari atau minggu untuk memanfaatkan fluktuasi harga. CFD, saham, dan komoditas cocok. Memberikan hasil yang signifikan dengan waktu yang lebih sedikit dibanding day trading atau scalping. Namun, membawa risiko kerugian yang lebih besar karena eksposur selama perubahan malam dan akhir pekan.
Trader Teknikal dan Fundamental: Mengambil keputusan berdasarkan analisis teknikal dan/atau fundamental, bertransaksi di semua jenis aset. Strategi ini memberikan informasi berharga tetapi bisa kompleks, membutuhkan tingkat pengetahuan tinggi dan interpretasi yang tepat.
▶ Alat Penting Perlindungan Modal
Setelah strategi ditetapkan, sangat penting menerapkan manajemen risiko yang efektif. Alat utama yang tersedia di platform profesional meliputi:
Stop Loss: Perintah yang membatasi kerugian dengan menutup posisi saat harga mencapai level tertentu.
Take Profit: Perintah yang mengamankan keuntungan dengan menutup posisi saat mencapai target harga.
Trailing Stop: Perintah stop loss dinamis yang menyesuaikan dengan pergerakan pasar yang menguntungkan.
Margin Call: Peringatan yang dikeluarkan saat margin akun turun di bawah ambang batas, menandakan penutupan posisi atau penambahan dana.
Diversifikasi: Menginvestasikan di berbagai aset untuk mengurangi dampak kinerja buruk pada aset tertentu.
▶ Studi Kasus: Trading Momentum dalam Aksi
Bayangkan sebuah skenario nyata. Seorang trader momentum fokus pada indeks S&P 500 yang diperdagangkan melalui CFDs. Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga, yang umumnya dianggap negatif untuk saham karena membatasi kapasitas pinjaman perusahaan.
Trader mengamati bahwa pasar bereaksi cepat: S&P 500 mulai tren menurun yang jelas. Mengantisipasi tren ini akan berlanjut dalam jangka pendek, dia membuka posisi jual (jual) di CFDs S&P 500.
Untuk mengelola risiko, dia menetapkan stop loss di atas harga saat ini untuk membatasi kerugian jika pasar berbalik, dan take profit di bawah untuk mengamankan keuntungan jika terus turun.
Operasi spesifik: jual 10 kontrak S&P 500 di 4.000. Stop loss di 4.100, take profit di 3.800.
Jika indeks turun ke 3.800, posisi otomatis tertutup dan keuntungan direalisasikan. Jika naik ke 4.100, posisi ditutup membatasi kerugian. Contoh ini menunjukkan bagaimana manajemen risiko disiplin melindungi modal.
▶ Pertanyaan Umum
Dimana mulai orang tanpa pengalaman?
Langkah pertama adalah belajar tentang pasar keuangan dan jenis trading. Kemudian, pilih platform yang diatur, buka akun, dan kembangkan strategi pribadi.
Fitur apa yang harus dicari di platform?
Pertimbangkan komisi, kualitas platform, layanan pelanggan, dan regulasi. Platform harus menawarkan alat manajemen risiko yang kuat dan akses ke berbagai aset.
Apakah bisa trading paruh waktu?
Bisa. Banyak trader memulai dari ini, bertransaksi saat waktu luang sambil tetap bekerja penuh waktu. Namun, tetap membutuhkan dedikasi dan studi terus-menerus.
▶ Realitas Trading Profesional
Trading menawarkan peluang keuntungan yang signifikan dan fleksibilitas waktu. Namun, rata-rata keuntungan sangat bervariasi, tergantung pada kemampuan trader, pengalaman, dan strategi yang diterapkan.
Data menunjukkan bahwa hanya sekitar 13% trader harian yang mampu mencapai keuntungan positif secara konsisten selama enam bulan. Hanya 1% yang menghasilkan keuntungan stabil selama lima tahun atau lebih. Hampir 40% berhenti dalam bulan pertama, dan hanya 13% yang bertahan setelah tiga tahun.
Selain itu, pasar berkembang ke arah trading algoritmik, yang saat ini mewakili 60-75% dari volume total transaksi di pasar maju. Otomatisasi ini dapat meningkatkan efisiensi tetapi juga meningkatkan volatilitas dan menantang trader individu tanpa akses ke teknologi mutakhir.
▶ Renungan Akhir
Meskipun trading memiliki potensi menguntungkan, juga membawa risiko signifikan. Jangan menginvestasikan lebih dari yang mampu hilang. Menganggap trading sebagai aktivitas sampingan yang menghasilkan pendapatan tambahan adalah bijaksana, tetapi menjaga pekerjaan utama atau sumber penghasilan yang stabil sangat penting untuk memastikan kestabilan keuangan pribadi.
Trading tidak untuk semua orang, tetapi bagi mereka yang memiliki disiplin, pendidikan berkelanjutan, dan manajemen risiko yang ketat, ini merupakan alternatif yang layak di pasar saat ini.