AUD adalah salah satu mata uang utama dengan volume perdagangan global peringkat lima besar, dan pasangan AUD/USD bahkan merupakan salah satu pasangan mata uang dengan likuiditas terkuat. Tetapi selama sepuluh tahun terakhir, mengapa nilai AUD semakin melemah? Apakah masih ada peluang investasi di masa depan?
Mengapa AUD mengalami depresiasi lebih dari 35% dalam sepuluh tahun, dan mengapa terjebak dalam kesulitan jangka panjang
Dari level 1.05 awal 2013 hingga sekarang, AUD terhadap USD telah menurun lebih dari 35%. Pada waktu yang sama, indeks dolar AS naik 28,35%, mencerminkan siklus penguatan dolar AS secara menyeluruh.
Secara spesifik, selama sepuluh tahun ini, AUD mengalami beberapa fase yang sangat berbeda:
2009-2011: Bullish komoditas mendukung AUD
Pemulihan ekonomi China yang kuat mendorong permintaan komoditas
Suku bunga Australia secara signifikan lebih tinggi dari AS
AUD naik mendekati puncak 1.05
2020-2022: Rebound singkat lalu kembali melemah
Selama pandemi, performa penanganan pandemi Australia relatif stabil
Permintaan besi dan batu bara dari Asia sangat kuat
AUD sempat menembus 0.80, kenaikan sekitar 38%
Namun kemudian memasuki pola konsolidasi jangka panjang
2023-2024: Pemulihan China yang lemah memperburuk kesulitan AUD
Pertumbuhan ekonomi China yang lemah, permintaan komoditas menurun
Penyempitan spread suku bunga antara bank sentral Australia dan Federal Reserve
Tren AUD cenderung melemah dalam jangka panjang
2025 hingga sekarang: rebound tetapi belum mampu memecahkan masalah
Harga besi dan emas kembali naik
Federal Reserve menurunkan suku bunga, mendorong aliran aset risiko
AUD sempat naik ke 0.6636
Menguat sekitar 5-7% sepanjang tahun, tetapi struktur kelemahan tetap ada
Mengapa AUD cenderung kembali melemah setelah rebound
Meskipun harga komoditas naik dan dolar AS melemah, mengapa AUD tetap sulit menguat secara berkelanjutan? Ada tiga alasan utama:
Pertama, keunggulan spread suku bunga telah hilang
Reserve Bank of Australia (RBA) saat ini menetapkan suku bunga sekitar 3,60%, dan AUD yang dulu dikenal sebagai “mata uang berimbal tinggi” kini kehilangan daya tariknya. Dengan menyempitnya selisih suku bunga dengan AS, daya tarik arbitrase terhadap AUD berkurang.
Kedua, kebijakan tarif AS yang menekan ekspor komoditas
Struktur ekspor Australia sangat bergantung pada besi, batu bara, dan energi. Ketidakpastian kebijakan tarif AS meningkatkan risiko perdagangan global, dan prospek ekspor bahan mentah melemah, secara langsung melemahkan posisi AUD sebagai mata uang komoditas.
Ketiga, kepercayaan pasar yang kurang
Setiap kali AUD mendekati level tertinggi sebelumnya, tekanan jual dari pasar meningkat secara signifikan. Ini menunjukkan bahwa dana tidak yakin terhadap tren kenaikan jangka panjang AUD, seringkali menyebabkan pola “menguat lalu koreksi”. Ekonomi domestik Australia yang lesu dan berkurangnya daya tarik aset juga membatasi aliran modal asing.
Singkatnya, saat ini AUD lebih mirip “rebound tapi tanpa tren”. Tanpa adanya kekuatan pertumbuhan yang jelas dan keunggulan spread suku bunga, tren AUD lebih dipengaruhi faktor eksternal daripada fundamental internal.
Tiga faktor kunci yang memengaruhi tren jangka menengah dan panjang AUD
Jika Anda ingin menilai apakah AUD layak untuk diinvestasikan, fokuslah pada tiga faktor berikut:
Faktor pertama: Kebijakan suku bunga RBA
Keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia langsung memengaruhi struktur spread suku bunga. Saat ini pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga lagi pada 2026, dan Reserve Bank of Australia memperkirakan suku bunga tertinggi bisa mencapai 3,85%.
Dampak investasi: Jika inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja tetap kuat, sikap hawkish RBA akan membangun kembali keunggulan spread suku bunga AUD; sebaliknya, jika kenaikan suku bunga gagal terwujud, daya dukung AUD akan melemah secara signifikan.
Faktor kedua: Ekonomi China dan harga komoditas
AUD secara esensial adalah mata uang komoditas, sangat terkait dengan harga besi, batu bara, dan energi. Permintaan dari China adalah variabel paling penting.
Dampak investasi: Ketika aktivitas infrastruktur dan manufaktur China meningkat, harga besi cenderung menguat, dan AUD biasanya bereaksi cepat; jika pemulihan China tidak cukup kuat, meskipun ada rebound jangka pendek, AUD juga mudah kembali melemah.
Faktor ketiga: Tren dolar AS dan sentimen risiko global
Siklus kebijakan Federal Reserve tetap menjadi inti pasar valuta asing global. Dalam lingkungan penurunan suku bunga, pelemahan dolar AS biasanya menguntungkan mata uang risiko seperti AUD; tetapi jika sentimen safe haven meningkat dan dana kembali ke dolar, AUD meskipun fundamentalnya tidak memburuk, juga bisa tertekan.
Dampak investasi: Tren harga energi dan permintaan global saat ini masih kurang optimis, dan investor cenderung memilih aset safe haven, membatasi potensi kenaikan AUD.
Perkiraan nilai tukar AUD oleh lembaga keuangan utama tahun 2026
Berbagai lembaga keuangan memiliki pandangan yang berbeda secara signifikan tentang tren AUD di masa depan:
Lembaga
Perkiraan waktu
Target kurs
Alasan utama
Morgan Stanley
akhir 2025
0.72
Sikap hawkish bank sentral Australia, dukungan harga komoditas
Traders Union
akhir 2026
0.6875
Pasar tenaga kerja yang kuat, pemulihan permintaan komoditas
Traders Union
akhir 2027
0.725
Pemulihan siklus komoditas jangka panjang
UBS
akhir 2025
0.68
Perkiraan konservatif, ketidakpastian perdagangan global
Ekonom CBA
Maret 2026
puncak
Rebound kemungkinan bersifat sementara
Ekonom CBA
akhir 2026
turun
Perkiraan kemungkinan kembali melemah
Analis Wall Street
jangka menengah
sulit menembus 0.67
Dominasi dolar AS yang sangat kuat sulit diubah
Kesimpulan umum: Pada paruh pertama 2026, AUD kemungkinan akan berfluktuasi di kisaran 0.68-0.70. Tekanan jangka pendek berasal dari fluktuasi data China, sementara faktor jangka panjang adalah ekspor sumber daya Australia dan siklus komoditas. AUD tidak akan jatuh ke nol (fundamental stabil dan RBA relatif hawkish), tetapi juga tidak akan langsung ke 1.0 (karena keunggulan struktural dolar AS tetap ada).
Investasi deposito AUD vs trading forex: mana yang lebih cocok?
Bagi investor yang ingin berinvestasi dalam AUD, ada dua cara utama:
Keuntungan dan kerugian deposito AUD
Keuntungan:
Keamanan tinggi, modal dijamin
Pendapatan bunga stabil dan transparan
Cocok untuk investor konservatif dengan risiko rendah
Tidak perlu memantau fluktuasi kurs secara terus-menerus
Kerugian:
Imbal hasil tetap, tidak mengikuti apresiasi kurs
Jika AUD menguat, keuntungan deposito secara nyata bisa dikompensasi oleh biaya peluang dari apresiasi kurs
Suku bunga deposito biasanya lebih rendah dari suku bunga acuan RBA
Likuiditas rendah, penarikan sebelum waktu bisa menyebabkan kerugian bunga
Keuntungan dan kerugian trading forex
Keuntungan:
Likuiditas tinggi, volatilitas terukur, cocok untuk analisis teknikal
Bisa melakukan posisi long maupun short
Leverage hingga 1-200 kali untuk memperbesar potensi keuntungan
Biaya transaksi rendah, spread kecil
Pasar 24 jam, fleksibel dalam bertransaksi
Kerugian:
Investasi berisiko tinggi, potensi kehilangan seluruh modal
Memerlukan keahlian analisis teknikal dan manajemen risiko
Leverage memperbesar risiko kerugian
Harus selalu mengikuti data ekonomi dan kebijakan bank sentral
Mana yang lebih cocok untuk Anda
Investor yang memilih deposito AUD:
Menginginkan aliran kas stabil untuk pensiun
Risiko rendah dan dana menganggur
Tidak ingin repot memantau pasar
Investor yang memilih trading forex AUD:
Memiliki pengetahuan pasar dan kesadaran risiko
Percaya siklus komoditas jangka menengah panjang akan pulih
Bersedia menghabiskan waktu memantau kebijakan bank sentral dan data ekonomi
Mampu menghadapi fluktuasi kurs jangka pendek
Saran pribadi: Jika Anda memperkirakan peluang trading AUD di kisaran 0.68-0.70 tahun 2026, pertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian dana ke trading forex; jika menginginkan pendapatan stabil, deposito AUD tetap pilihan yang sederhana dan efektif. Intinya, sesuaikan dengan toleransi risiko dan waktu yang Anda miliki.
Saran investasi terakhir
Sebagai mata uang komoditas, AUD sangat terkait dengan siklus ekonomi global. Secara jangka pendek, kebijakan hawkish RBA dan harga komoditas yang kuat akan menjadi pendukung; tetapi dalam jangka menengah dan panjang, perlu memperhatikan ketidakpastian ekonomi global dan potensi rebound dolar AS, yang akan membatasi kenaikan AUD.
Agar AUD benar-benar bisa keluar dari tren bullish jangka menengah dan panjang, diperlukan tiga kondisi sekaligus:
RBA kembali hawkish (ekspektasi suku bunga tidak gagal)
Permintaan China benar-benar membaik (permintaan komoditas meningkat)
Dolar AS memasuki fase pelemahan struktural (Fed terus menurunkan suku bunga)
Jika hanya salah satu dari ketiga kondisi ini terpenuhi, AUD lebih cenderung tetap dalam kisaran fluktuasi, bukan tren kenaikan satu arah.
Apapun pilihan Anda—deposito AUD maupun trading forex—ingatlah satu prinsip: Diversifikasi risiko, sesuaikan kemampuan, jangan menaruh semua modal di satu pasar atau satu mata uang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apakah masih bisa berinvestasi setelah mata uang AUD melemah selama sepuluh tahun? Perbandingan hasil deposito AUD dan perdagangan valas tahun 2026
AUD adalah salah satu mata uang utama dengan volume perdagangan global peringkat lima besar, dan pasangan AUD/USD bahkan merupakan salah satu pasangan mata uang dengan likuiditas terkuat. Tetapi selama sepuluh tahun terakhir, mengapa nilai AUD semakin melemah? Apakah masih ada peluang investasi di masa depan?
Mengapa AUD mengalami depresiasi lebih dari 35% dalam sepuluh tahun, dan mengapa terjebak dalam kesulitan jangka panjang
Dari level 1.05 awal 2013 hingga sekarang, AUD terhadap USD telah menurun lebih dari 35%. Pada waktu yang sama, indeks dolar AS naik 28,35%, mencerminkan siklus penguatan dolar AS secara menyeluruh.
Secara spesifik, selama sepuluh tahun ini, AUD mengalami beberapa fase yang sangat berbeda:
2009-2011: Bullish komoditas mendukung AUD
2020-2022: Rebound singkat lalu kembali melemah
2023-2024: Pemulihan China yang lemah memperburuk kesulitan AUD
2025 hingga sekarang: rebound tetapi belum mampu memecahkan masalah
Mengapa AUD cenderung kembali melemah setelah rebound
Meskipun harga komoditas naik dan dolar AS melemah, mengapa AUD tetap sulit menguat secara berkelanjutan? Ada tiga alasan utama:
Pertama, keunggulan spread suku bunga telah hilang
Reserve Bank of Australia (RBA) saat ini menetapkan suku bunga sekitar 3,60%, dan AUD yang dulu dikenal sebagai “mata uang berimbal tinggi” kini kehilangan daya tariknya. Dengan menyempitnya selisih suku bunga dengan AS, daya tarik arbitrase terhadap AUD berkurang.
Kedua, kebijakan tarif AS yang menekan ekspor komoditas
Struktur ekspor Australia sangat bergantung pada besi, batu bara, dan energi. Ketidakpastian kebijakan tarif AS meningkatkan risiko perdagangan global, dan prospek ekspor bahan mentah melemah, secara langsung melemahkan posisi AUD sebagai mata uang komoditas.
Ketiga, kepercayaan pasar yang kurang
Setiap kali AUD mendekati level tertinggi sebelumnya, tekanan jual dari pasar meningkat secara signifikan. Ini menunjukkan bahwa dana tidak yakin terhadap tren kenaikan jangka panjang AUD, seringkali menyebabkan pola “menguat lalu koreksi”. Ekonomi domestik Australia yang lesu dan berkurangnya daya tarik aset juga membatasi aliran modal asing.
Singkatnya, saat ini AUD lebih mirip “rebound tapi tanpa tren”. Tanpa adanya kekuatan pertumbuhan yang jelas dan keunggulan spread suku bunga, tren AUD lebih dipengaruhi faktor eksternal daripada fundamental internal.
Tiga faktor kunci yang memengaruhi tren jangka menengah dan panjang AUD
Jika Anda ingin menilai apakah AUD layak untuk diinvestasikan, fokuslah pada tiga faktor berikut:
Faktor pertama: Kebijakan suku bunga RBA
Keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia langsung memengaruhi struktur spread suku bunga. Saat ini pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga lagi pada 2026, dan Reserve Bank of Australia memperkirakan suku bunga tertinggi bisa mencapai 3,85%.
Dampak investasi: Jika inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja tetap kuat, sikap hawkish RBA akan membangun kembali keunggulan spread suku bunga AUD; sebaliknya, jika kenaikan suku bunga gagal terwujud, daya dukung AUD akan melemah secara signifikan.
Faktor kedua: Ekonomi China dan harga komoditas
AUD secara esensial adalah mata uang komoditas, sangat terkait dengan harga besi, batu bara, dan energi. Permintaan dari China adalah variabel paling penting.
Dampak investasi: Ketika aktivitas infrastruktur dan manufaktur China meningkat, harga besi cenderung menguat, dan AUD biasanya bereaksi cepat; jika pemulihan China tidak cukup kuat, meskipun ada rebound jangka pendek, AUD juga mudah kembali melemah.
Faktor ketiga: Tren dolar AS dan sentimen risiko global
Siklus kebijakan Federal Reserve tetap menjadi inti pasar valuta asing global. Dalam lingkungan penurunan suku bunga, pelemahan dolar AS biasanya menguntungkan mata uang risiko seperti AUD; tetapi jika sentimen safe haven meningkat dan dana kembali ke dolar, AUD meskipun fundamentalnya tidak memburuk, juga bisa tertekan.
Dampak investasi: Tren harga energi dan permintaan global saat ini masih kurang optimis, dan investor cenderung memilih aset safe haven, membatasi potensi kenaikan AUD.
Perkiraan nilai tukar AUD oleh lembaga keuangan utama tahun 2026
Berbagai lembaga keuangan memiliki pandangan yang berbeda secara signifikan tentang tren AUD di masa depan:
Kesimpulan umum: Pada paruh pertama 2026, AUD kemungkinan akan berfluktuasi di kisaran 0.68-0.70. Tekanan jangka pendek berasal dari fluktuasi data China, sementara faktor jangka panjang adalah ekspor sumber daya Australia dan siklus komoditas. AUD tidak akan jatuh ke nol (fundamental stabil dan RBA relatif hawkish), tetapi juga tidak akan langsung ke 1.0 (karena keunggulan struktural dolar AS tetap ada).
Investasi deposito AUD vs trading forex: mana yang lebih cocok?
Bagi investor yang ingin berinvestasi dalam AUD, ada dua cara utama:
Keuntungan dan kerugian deposito AUD
Keuntungan:
Kerugian:
Keuntungan dan kerugian trading forex
Keuntungan:
Kerugian:
Mana yang lebih cocok untuk Anda
Investor yang memilih deposito AUD:
Investor yang memilih trading forex AUD:
Saran pribadi: Jika Anda memperkirakan peluang trading AUD di kisaran 0.68-0.70 tahun 2026, pertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian dana ke trading forex; jika menginginkan pendapatan stabil, deposito AUD tetap pilihan yang sederhana dan efektif. Intinya, sesuaikan dengan toleransi risiko dan waktu yang Anda miliki.
Saran investasi terakhir
Sebagai mata uang komoditas, AUD sangat terkait dengan siklus ekonomi global. Secara jangka pendek, kebijakan hawkish RBA dan harga komoditas yang kuat akan menjadi pendukung; tetapi dalam jangka menengah dan panjang, perlu memperhatikan ketidakpastian ekonomi global dan potensi rebound dolar AS, yang akan membatasi kenaikan AUD.
Agar AUD benar-benar bisa keluar dari tren bullish jangka menengah dan panjang, diperlukan tiga kondisi sekaligus:
Jika hanya salah satu dari ketiga kondisi ini terpenuhi, AUD lebih cenderung tetap dalam kisaran fluktuasi, bukan tren kenaikan satu arah.
Apapun pilihan Anda—deposito AUD maupun trading forex—ingatlah satu prinsip: Diversifikasi risiko, sesuaikan kemampuan, jangan menaruh semua modal di satu pasar atau satu mata uang.