Jika Anda baru di dunia investasi, kemungkinan besar Anda pernah mendengar tentang saham preferen dan saham biasa, tetapi Anda tidak tahu pasti mana yang harus dipilih. Kenyataannya, kedua jenis ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda, dan pilihan Anda akan bergantung langsung pada profil sebagai investor.
Mengapa Ada Dua Jenis Saham?
Perusahaan tidak menerbitkan satu jenis saham saja karena alasan sederhana: mereka perlu menarik investor dengan profil yang sangat berbeda. Beberapa menginginkan pengendali perusahaan; yang lain hanya mencari pendapatan pasif yang aman. Oleh karena itu, mereka menciptakan saham biasa dan preferen, masing-masing memenuhi kebutuhan yang berlawanan.
Saham Biasa: Untuk Mereka yang Mencari Pertumbuhan
Saham biasa adalah yang paling dikenal dan yang Anda lihat di pasar saham mana pun. Apa ciri utama mereka? Memberikan Anda hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Hak Utama Saham Biasa
Hak suara dalam rapat pemegang saham (Anda dapat mempengaruhi keputusan perusahaan)
Dividen variabel sesuai hasil keuangan perusahaan
Likuiditas tinggi: Anda dapat menjualnya dengan cepat di pasar utama
Potensi pertumbuhan tinggi jika perusahaan berkembang
Risiko signifikan: harga bisa turun secara drastis
Dalam kasus kebangkrutan, uang Anda hanya akan dipulihkan setelah utang, obligasi, dan saham preferen dibayar. Jadi, Anda berada di posisi terakhir.
Siapa yang Harus Membeli Saham Biasa?
Investor muda atau dengan horizon waktu yang panjang. Orang yang bersedia menanggung volatilitas saat ini demi keuntungan yang lebih besar nanti. Jika Anda berusia 20 atau 30 tahun, ini sangat cocok untuk portofolio Anda.
Saham Preferen: Pilihan Konservatif
Saham preferen adalah semacam titik tengah antara obligasi dan saham biasa. Mereka menawarkan pendapatan reguler tanpa memberi Anda kekuasaan pengambilan keputusan.
Karakteristik Utama Saham Preferen
Tanpa hak suara: Anda tidak berpartisipasi dalam keputusan perusahaan
Dividen tetap atau yang sudah ditetapkan: Anda tahu persis berapa yang akan Anda terima
Prioritas pembayaran: jika perusahaan memperoleh laba, Anda akan menerima sebelum pemegang saham biasa
Volatilitas lebih rendah: harga cenderung kurang fluktuatif
Potensi pertumbuhan terbatas: tidak akan naik banyak jika perusahaan berkembang pesat
Ada varian menarik: kumulatif (jika perusahaan tidak membayar dividen, dividen tersebut akan diakumulasi dan dibayar kemudian), konversibel (dapat diubah menjadi saham biasa di bawah kondisi tertentu), dan rescatable (perusahaan dapat membeli kembali).
Siapa yang Harus Membeli Saham Preferen?
Orang yang mendekati masa pensiun, atau siapa saja yang membutuhkan aliran dana yang dapat diprediksi saat ini. Jika Anda mencari keamanan daripada pertumbuhan, ini adalah pilihan Anda.
Tabel Perbandingan: Saham Preferen vs Biasa
Aspek
Saham Preferen
Saham Biasa
Hak suara
Tidak memiliki
Memiliki
Dividen
Tetap, dapat diprediksi
Variabel sesuai hasil
Prioritas pembayaran
Tinggi (tetapi di bawah utang)
Rendah
Potensi pertumbuhan
Rendah (sensitif terhadap suku bunga)
Tinggi (terkait keberhasilan perusahaan)
Risiko
Rendah
Sedang hingga Tinggi
Likuiditas
Terbatas
Umumnya tinggi
Pengaruh perusahaan
Tidak ada
Langsung (suara dalam rapat)
Dampak Kondisi Pasar
Sebuah data menarik dari dunia nyata: Indeks Saham Preferen AS S&P turun 18,05% selama lima tahun, sementara S&P 500 (yang mayoritas terdiri dari saham biasa) naik 57,60%. Ini menunjukkan bagaimana saham preferen cenderung lebih banyak mengalami kerugian dalam lingkungan suku bunga yang meningkat, karena dividen tetap mereka menjadi kurang menarik dibandingkan investasi lain.
Sebaliknya, selama periode pertumbuhan ekonomi, saham biasa cenderung melonjak karena semua orang ingin ikut merasakan keberhasilan perusahaan.
Jenis Saham Preferen yang Perlu Anda Ketahui
Kumulatif: Dividen yang tidak dibayar akan diakumulasi dan harus dibayar kemudian
Tidak kumulatif: Jika dividen tidak dibayar, langsung hilang
Partisipatif: Dividen terkait hasil nyata perusahaan (lebih dari tetap)
Konversibel: Dapat diubah menjadi saham biasa di masa depan
Rescatable: Perusahaan dapat membelinya kembali sesuai kondisi yang telah ditetapkan
Jenis Saham Biasa: Lebih dari Sekadar Dasar
Tidak semua saham biasa sama. Beberapa perusahaan menerbitkan kelas saham yang berbeda dengan hak yang berbeda pula. Ini memungkinkan beberapa pemegang saham (sering pendiri) mempertahankan kendali yang tidak proporsional atas perusahaan meskipun dengan kepemilikan yang lebih kecil.
Ada juga saham biasa tanpa hak suara, yang hanya memberi Anda bagian dari keuntungan tanpa suara dalam pengambilan keputusan.
Cara Membeli Saham Preferen dan Biasa
Jika Anda sudah memutuskan jenis apa yang akan dibeli, berikut prosesnya:
Pilih broker yang diatur: Pastikan broker tersebut terotorisasi dan terpercaya
Buka akun: Isi data pribadi dan lakukan deposit pertama
Teliti perusahaan: Analisis angka-angkanya, sektor, prospek masa depan
Lakukan pesanan: Anda bisa melakukan pesanan “pasar” (harga saat ini) atau pesanan “limit” (harga yang Anda tetapkan)
Pertimbangkan CFD: Jika broker Anda menawarkannya, Anda bisa bertransaksi dengan kontrak selisih tanpa memiliki sahamnya
Strategi Investasi Sesuai Profil Anda
Jika Anda muda dan toleran risiko: Bangun portofolio mayoritas dari saham biasa. Waktu ada di pihak Anda untuk pulih dari penurunan.
Jika Anda dalam tahap pelestarian modal: Lebih condong ke saham preferen. Anda membutuhkan pendapatan yang pasti saat ini daripada pertumbuhan di masa depan.
Jika ingin seimbang: Diversifikasi dengan menggabungkan keduanya. Campuran ini mengurangi risiko sekaligus menjaga eksposur terhadap pertumbuhan.
Data Kunci yang Mengubah Segalanya
Melihat Indeks Saham Preferen AS S&P, yang mewakili sekitar 71% dari pasar saham preferen di AS, kita melihat relevansi sebenarnya. Tetapi kinerja mereka yang lebih rendah dari S&P 500 dalam periode terakhir mencerminkan sebuah kenyataan tidak nyaman: dalam pasar bullish, saham preferen tertinggal.
Ini berarti bahwa jika pasar sedang rally, Anda akan mendapatkan keuntungan jauh lebih besar dari saham biasa. Tetapi jika pasar turun, preferen cenderung lebih tahan. Ini adalah trade-off klasik antara risiko dan imbal hasil.
Kesimpulan: Pilihan Anda Tergantung Pada Anda
Saham preferen dan biasa bukanlah yang lebih baik atau lebih buruk; mereka adalah alat berbeda untuk tujuan berbeda. Dividen tetap dari preferen menarik bagi mereka yang membutuhkan pendapatan hari ini. Potensi pertumbuhan dari saham biasa menarik bagi mereka yang bisa menunggu.
Kuncinya adalah memahami situasi keuangan Anda, horizon waktu, dan toleransi risiko. Kemudian, pilih strategi yang sesuai dengan faktor-faktor tersebut. Dan jika masih ragu, ingatlah: diversifikasi keduanya selalu menjadi pilihan yang solid.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Saham Preferen vs Saham Biasa: Panduan Memilih Investasi yang Tepat
Jika Anda baru di dunia investasi, kemungkinan besar Anda pernah mendengar tentang saham preferen dan saham biasa, tetapi Anda tidak tahu pasti mana yang harus dipilih. Kenyataannya, kedua jenis ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda, dan pilihan Anda akan bergantung langsung pada profil sebagai investor.
Mengapa Ada Dua Jenis Saham?
Perusahaan tidak menerbitkan satu jenis saham saja karena alasan sederhana: mereka perlu menarik investor dengan profil yang sangat berbeda. Beberapa menginginkan pengendali perusahaan; yang lain hanya mencari pendapatan pasif yang aman. Oleh karena itu, mereka menciptakan saham biasa dan preferen, masing-masing memenuhi kebutuhan yang berlawanan.
Saham Biasa: Untuk Mereka yang Mencari Pertumbuhan
Saham biasa adalah yang paling dikenal dan yang Anda lihat di pasar saham mana pun. Apa ciri utama mereka? Memberikan Anda hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Hak Utama Saham Biasa
Dalam kasus kebangkrutan, uang Anda hanya akan dipulihkan setelah utang, obligasi, dan saham preferen dibayar. Jadi, Anda berada di posisi terakhir.
Siapa yang Harus Membeli Saham Biasa?
Investor muda atau dengan horizon waktu yang panjang. Orang yang bersedia menanggung volatilitas saat ini demi keuntungan yang lebih besar nanti. Jika Anda berusia 20 atau 30 tahun, ini sangat cocok untuk portofolio Anda.
Saham Preferen: Pilihan Konservatif
Saham preferen adalah semacam titik tengah antara obligasi dan saham biasa. Mereka menawarkan pendapatan reguler tanpa memberi Anda kekuasaan pengambilan keputusan.
Karakteristik Utama Saham Preferen
Ada varian menarik: kumulatif (jika perusahaan tidak membayar dividen, dividen tersebut akan diakumulasi dan dibayar kemudian), konversibel (dapat diubah menjadi saham biasa di bawah kondisi tertentu), dan rescatable (perusahaan dapat membeli kembali).
Siapa yang Harus Membeli Saham Preferen?
Orang yang mendekati masa pensiun, atau siapa saja yang membutuhkan aliran dana yang dapat diprediksi saat ini. Jika Anda mencari keamanan daripada pertumbuhan, ini adalah pilihan Anda.
Tabel Perbandingan: Saham Preferen vs Biasa
Dampak Kondisi Pasar
Sebuah data menarik dari dunia nyata: Indeks Saham Preferen AS S&P turun 18,05% selama lima tahun, sementara S&P 500 (yang mayoritas terdiri dari saham biasa) naik 57,60%. Ini menunjukkan bagaimana saham preferen cenderung lebih banyak mengalami kerugian dalam lingkungan suku bunga yang meningkat, karena dividen tetap mereka menjadi kurang menarik dibandingkan investasi lain.
Sebaliknya, selama periode pertumbuhan ekonomi, saham biasa cenderung melonjak karena semua orang ingin ikut merasakan keberhasilan perusahaan.
Jenis Saham Preferen yang Perlu Anda Ketahui
Jenis Saham Biasa: Lebih dari Sekadar Dasar
Tidak semua saham biasa sama. Beberapa perusahaan menerbitkan kelas saham yang berbeda dengan hak yang berbeda pula. Ini memungkinkan beberapa pemegang saham (sering pendiri) mempertahankan kendali yang tidak proporsional atas perusahaan meskipun dengan kepemilikan yang lebih kecil.
Ada juga saham biasa tanpa hak suara, yang hanya memberi Anda bagian dari keuntungan tanpa suara dalam pengambilan keputusan.
Cara Membeli Saham Preferen dan Biasa
Jika Anda sudah memutuskan jenis apa yang akan dibeli, berikut prosesnya:
Strategi Investasi Sesuai Profil Anda
Jika Anda muda dan toleran risiko: Bangun portofolio mayoritas dari saham biasa. Waktu ada di pihak Anda untuk pulih dari penurunan.
Jika Anda dalam tahap pelestarian modal: Lebih condong ke saham preferen. Anda membutuhkan pendapatan yang pasti saat ini daripada pertumbuhan di masa depan.
Jika ingin seimbang: Diversifikasi dengan menggabungkan keduanya. Campuran ini mengurangi risiko sekaligus menjaga eksposur terhadap pertumbuhan.
Data Kunci yang Mengubah Segalanya
Melihat Indeks Saham Preferen AS S&P, yang mewakili sekitar 71% dari pasar saham preferen di AS, kita melihat relevansi sebenarnya. Tetapi kinerja mereka yang lebih rendah dari S&P 500 dalam periode terakhir mencerminkan sebuah kenyataan tidak nyaman: dalam pasar bullish, saham preferen tertinggal.
Ini berarti bahwa jika pasar sedang rally, Anda akan mendapatkan keuntungan jauh lebih besar dari saham biasa. Tetapi jika pasar turun, preferen cenderung lebih tahan. Ini adalah trade-off klasik antara risiko dan imbal hasil.
Kesimpulan: Pilihan Anda Tergantung Pada Anda
Saham preferen dan biasa bukanlah yang lebih baik atau lebih buruk; mereka adalah alat berbeda untuk tujuan berbeda. Dividen tetap dari preferen menarik bagi mereka yang membutuhkan pendapatan hari ini. Potensi pertumbuhan dari saham biasa menarik bagi mereka yang bisa menunggu.
Kuncinya adalah memahami situasi keuangan Anda, horizon waktu, dan toleransi risiko. Kemudian, pilih strategi yang sesuai dengan faktor-faktor tersebut. Dan jika masih ragu, ingatlah: diversifikasi keduanya selalu menjadi pilihan yang solid.