Ketika Anda memutuskan untuk memasuki pasar keuangan, salah satu keputusan terpenting adalah memilih pendekatan yang tepat. Tidak semua trader memiliki profil yang sama, dan tidak semua pasar merespons sama terhadap taktik yang sama. Sebelum membuka posisi pertama Anda, Anda perlu memahami bahwa ada berbagai jenis trading dan mana yang benar-benar sesuai dengan situasi pribadi Anda.
▶ Empat gaya utama operasi di pasar
Dalam dunia investasi aktif, trader secara fundamental menggunakan empat pendekatan berbeda. Masing-masing memiliki karakteristik unik yang membuatnya lebih cocok untuk profil investor tertentu. Mari kita analisis masing-masing secara detail.
① Operasi super-cepat: Scalping
Ini adalah gaya paling cepat yang ada dalam trading. Posisi dipegang hanya beberapa detik atau menit saja, terkadang kurang dari waktu yang dibutuhkan untuk berkedip.
Bagaimana cara kerjanya? Trader memanfaatkan perbedaan kecil antara harga masuk dan keluar, menangkap gerakan mikroskopis pasar. Dalam cryptocurrency seperti ETH, misalnya, dalam hanya tiga menit harga bisa berfluktuasi hingga 0,66%. Perubahan kecil ini adalah target utama.
Karena setiap keuntungan individual kecil, scalper perlu mengulangi operasi puluhan kali dalam satu sesi untuk mengumpulkan keuntungan yang signifikan. Jika menggunakan leverage, hasilnya meningkat, tetapi risiko kerugian juga berlipat ganda secara signifikan.
Siapa yang sebaiknya mencobanya? Hanya trader profesional dengan konsentrasi tinggi, refleks cepat, dan pengalaman terbukti. Jika Anda bekerja penuh waktu atau baru memulai, ini bukan pilihan Anda. Membutuhkan untuk selalu menatap layar, menganalisis setiap lilin harga, setiap tick pasar.
② Trading dalam hari yang sama: Day Trading
Berbeda dari yang sebelumnya, di sini operasi bisa berlangsung berjam-jam tetapi tidak pernah melewati penutupan pasar. Investor menutup semua posisi mereka sebelum hari berakhir, tanpa mempertahankan apa pun semalam.
Karakteristik utama adalah:
Fleksibilitas waktu yang lebih besar daripada scalping (Anda bisa membuat keputusan yang lebih matang)
Fokus pada instrumen dengan volatilitas dan likuiditas tinggi
Membutuhkan analisis teknikal dan pemantauan harga secara konstan
Cocok untuk forex, cryptocurrency, dan CFD
Profil trader ideal: Seseorang yang dapat menghabiskan beberapa jam setiap hari tanpa gangguan, yang memahami cara kerja pasar jangka pendek dan bersedia mengambil risiko moderat. Disarankan menggunakan order stop-loss otomatis untuk membatasi kerugian potensial.
Jika Anda memiliki pekerjaan tradisional 8 jam, metode ini juga tidak realistis untuk Anda. Anda membutuhkan waktu nyata yang tersedia.
③ Trading fluktuasi: Swing Trading
Di sini waktu menjadi jauh lebih panjang. Posisi bisa bertahan dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Trader memanfaatkan pergerakan harga yang besar, tetapi tanpa berkomitmen untuk mempertahankannya selama bertahun-tahun.
Inti dari swing trading: Mengidentifikasi siklus alami di mana harga naik selama beberapa hari, kemudian turun, dan pola ini berulang. Swing trader berusaha menangkap gerakan bergelombang ini tanpa terlalu fokus pada nilai jangka panjang instrumen.
Misalnya, jika Anda mengamati pasangan mata uang seperti NZD/USD, Anda akan melihat bahwa pasangan ini memiliki fluktuasi konstan dan signifikan. Instrumen seperti ini sangat cocok untuk swing trading. Trader masuk dalam tren naik, mendapatkan manfaat dari pergerakan, dan keluar tanpa menunggu siklus turun berikutnya.
Mengapa cocok untuk pemula? Karena tidak memerlukan pengawasan pasar secara terus-menerus. Biaya operasinya lebih rendah daripada scalping atau day trading. Memberi ruang untuk berpikir, meninjau grafik dengan tenang, dan merencanakan dengan lebih baik.
Risiko ada, tetapi lebih dapat dikelola. Prediksi tidak selalu benar, jadi Anda harus menerima beberapa kesalahan sebagai bagian alami dari proses.
④ Investasi jangka panjang: Trading posisi
Ini adalah kebalikan dari scalping. Posisi bisa dipertahankan dari beberapa hari hingga bertahun-tahun, tergantung bagaimana pasar berkembang.
Pemikiran di balik pendekatan ini: Trader melakukan analisis mendalam pasar jangka panjang, mengidentifikasi tren yang bertahan lama, dan menunggu dengan sabar sampai tren tersebut berkembang sepenuhnya.
Contohnya adalah saham Amazon. Seorang investor yang melakukan analisis fundamental terhadap perusahaan tersebut mungkin membeli saham pada 1 Januari 2014 seharga $18,21. Jika dia mempertahankannya hingga 1 Januari 2021, nilainya akan menjadi $159,03. Itu adalah keuntungan sebesar +140,82%.
Namun, ini tidak terjadi secara otomatis. Dibutuhkan ketahanan dari trader untuk menahan godaan menjual saat terjadi panik sesaat, tetap percaya pada analisisnya meskipun ada fluktuasi jangka pendek yang tampak bencana.
Siapa yang siap untuk ini: Investor yang sabar, yang tidak perlu melihat keuntungan setiap minggu, yang memahami analisis fundamental dan teknikal, dan yang bisa tidur nyenyak mengetahui bahwa uang mereka terpapar pasar selama bertahun-tahun.
▶ Perbandingan: Memahami perbedaan utama
Setiap gaya memiliki profil yang benar-benar berbeda. Berikut aspek-aspek terpentingnya:
Aspek
Scalping
Day Trading
Swing Trading
Trading posisi
Durasi
Detik/Menit
Jam (kurang dari 1 hari)
Hari hingga minggu
Hari hingga tahun
Frekuensi operasi
Sangat tinggi (4 bintang)
Tinggi (3 bintang)
Sedang (2 bintang)
Rendah (1 bintang)
Analisis teknikal
Sangat penting (4 bintang)
Sangat penting (3 bintang)
Penting (2 bintang)
Sekunder (1 bintang)
Analisis fundamental
Minimal (1 bintang)
Dasar (2 bintang)
Signifikan (3 bintang)
Esensial (4 bintang)
Konsentrasi yang dibutuhkan
Maksimal (4 bintang)
Tinggi (3 bintang)
Sedang (2 bintang)
Rendah (1 bintang)
Instrumen umum
Forex, kripto
Forex, kripto, CFD
Forex, saham, indeks
Aset dengan tren naik yang kuat
▶ Cara memilih strategi Anda: Panduan praktis
Sebelum memutuskan, Anda harus melakukan evaluasi jujur tentang beberapa faktor:
1. Ketersediaan waktu nyata Anda
Jika Anda profesional dalam trading, Anda bisa bereksperimen dengan metode apa pun. Tapi jika Anda bekerja 8 jam sehari di pekerjaan lain, lupakan scalping dan day trading. Keduanya membutuhkan kehadiran aktif selama jam pasar tertentu. Swing trading atau trading posisi jauh lebih realistis untuk orang dengan tanggung jawab kerja atau keluarga.
2. Jenis pasar yang ingin Anda operasikan
Tidak semua instrumen keuangan berfungsi sama. Saham dengan tren naik yang jelas, seperti Amazon antara 2014 dan 2021, cocok untuk trading posisi. Tapi pasangan mata uang yang volatil seperti NZD/USD, yang berfluktuasi terus-menerus karena faktor ekonomi Selandia Baru (negara eksportir utama produk susu), lebih cocok untuk swing trading.
Pilihan instrumen dan strategi Anda harus selaras. Jika Anda mencoba scalping di pasar tanpa volatilitas, Anda akan kehilangan uang pada komisi tanpa keuntungan nyata.
3. Tingkat pengetahuan teknikal dan fundamental Anda
Apakah Anda paham cara membaca grafik? Apakah Anda tahu cara menganalisis laporan keuangan? Apakah Anda mengerti bagaimana leverage bekerja? Semakin sedikit pengalaman Anda, semakin ke kanan Anda harus bergerak di tabel (menuju trading posisi). Semakin Anda menguasai analisis teknikal, semakin bebas Anda untuk mencoba metode yang lebih aktif.
4. Toleransi risiko dan manajemen emosi Anda
Scalping dan day trading bisa menyebabkan kerugian besar dengan cepat, terutama dengan leverage. Jika melihat akun Anda turun 10% dalam beberapa menit membuat Anda terhenti secara emosional, metode ini bukan untuk Anda. Trading posisi memungkinkan pengolahan fluktuasi yang lebih baik karena Anda punya waktu untuk bernapas di antara keputusan.
▶ Peringatan penting untuk trader baru
⚠️ Jenis trading jangka pendek (scalping dan day trading) berbahaya bagi pemula karena beberapa alasan:
Membutuhkan pengetahuan pasar yang mendalam
Komisi dan spread dengan cepat mengikis keuntungan kecil
Kesalahan berlipat ganda saat sering beroperasi
Leverage memperbesar keuntungan maupun kerugian
Rekomendasi kami: Jika baru memulai, latihlah dengan swing trading atau trading posisi. Pelajari cara mengelola risiko menggunakan order stop-loss. Jangan coba tangkap setiap gerakan pasar. Trader terbaik adalah yang sabar, bukan yang paling aktif.
Ingat bahwa meskipun jenis trading menawarkan pendekatan berbeda, tidak ada yang menjamin keuntungan. Perubahan pasar yang tak terduga memerlukan penyesuaian strategi secara konstan. Kesuksesan datang dari kombinasi antara persiapan, disiplin, dan kemampuan beradaptasi, bukan hanya dari memilih metode yang benar.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Gaya investasi mana yang terbaik untuk Anda? Temukan jenis trading yang paling umum
Ketika Anda memutuskan untuk memasuki pasar keuangan, salah satu keputusan terpenting adalah memilih pendekatan yang tepat. Tidak semua trader memiliki profil yang sama, dan tidak semua pasar merespons sama terhadap taktik yang sama. Sebelum membuka posisi pertama Anda, Anda perlu memahami bahwa ada berbagai jenis trading dan mana yang benar-benar sesuai dengan situasi pribadi Anda.
▶ Empat gaya utama operasi di pasar
Dalam dunia investasi aktif, trader secara fundamental menggunakan empat pendekatan berbeda. Masing-masing memiliki karakteristik unik yang membuatnya lebih cocok untuk profil investor tertentu. Mari kita analisis masing-masing secara detail.
① Operasi super-cepat: Scalping
Ini adalah gaya paling cepat yang ada dalam trading. Posisi dipegang hanya beberapa detik atau menit saja, terkadang kurang dari waktu yang dibutuhkan untuk berkedip.
Bagaimana cara kerjanya? Trader memanfaatkan perbedaan kecil antara harga masuk dan keluar, menangkap gerakan mikroskopis pasar. Dalam cryptocurrency seperti ETH, misalnya, dalam hanya tiga menit harga bisa berfluktuasi hingga 0,66%. Perubahan kecil ini adalah target utama.
Karena setiap keuntungan individual kecil, scalper perlu mengulangi operasi puluhan kali dalam satu sesi untuk mengumpulkan keuntungan yang signifikan. Jika menggunakan leverage, hasilnya meningkat, tetapi risiko kerugian juga berlipat ganda secara signifikan.
Siapa yang sebaiknya mencobanya? Hanya trader profesional dengan konsentrasi tinggi, refleks cepat, dan pengalaman terbukti. Jika Anda bekerja penuh waktu atau baru memulai, ini bukan pilihan Anda. Membutuhkan untuk selalu menatap layar, menganalisis setiap lilin harga, setiap tick pasar.
② Trading dalam hari yang sama: Day Trading
Berbeda dari yang sebelumnya, di sini operasi bisa berlangsung berjam-jam tetapi tidak pernah melewati penutupan pasar. Investor menutup semua posisi mereka sebelum hari berakhir, tanpa mempertahankan apa pun semalam.
Karakteristik utama adalah:
Profil trader ideal: Seseorang yang dapat menghabiskan beberapa jam setiap hari tanpa gangguan, yang memahami cara kerja pasar jangka pendek dan bersedia mengambil risiko moderat. Disarankan menggunakan order stop-loss otomatis untuk membatasi kerugian potensial.
Jika Anda memiliki pekerjaan tradisional 8 jam, metode ini juga tidak realistis untuk Anda. Anda membutuhkan waktu nyata yang tersedia.
③ Trading fluktuasi: Swing Trading
Di sini waktu menjadi jauh lebih panjang. Posisi bisa bertahan dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Trader memanfaatkan pergerakan harga yang besar, tetapi tanpa berkomitmen untuk mempertahankannya selama bertahun-tahun.
Inti dari swing trading: Mengidentifikasi siklus alami di mana harga naik selama beberapa hari, kemudian turun, dan pola ini berulang. Swing trader berusaha menangkap gerakan bergelombang ini tanpa terlalu fokus pada nilai jangka panjang instrumen.
Misalnya, jika Anda mengamati pasangan mata uang seperti NZD/USD, Anda akan melihat bahwa pasangan ini memiliki fluktuasi konstan dan signifikan. Instrumen seperti ini sangat cocok untuk swing trading. Trader masuk dalam tren naik, mendapatkan manfaat dari pergerakan, dan keluar tanpa menunggu siklus turun berikutnya.
Mengapa cocok untuk pemula? Karena tidak memerlukan pengawasan pasar secara terus-menerus. Biaya operasinya lebih rendah daripada scalping atau day trading. Memberi ruang untuk berpikir, meninjau grafik dengan tenang, dan merencanakan dengan lebih baik.
Risiko ada, tetapi lebih dapat dikelola. Prediksi tidak selalu benar, jadi Anda harus menerima beberapa kesalahan sebagai bagian alami dari proses.
④ Investasi jangka panjang: Trading posisi
Ini adalah kebalikan dari scalping. Posisi bisa dipertahankan dari beberapa hari hingga bertahun-tahun, tergantung bagaimana pasar berkembang.
Pemikiran di balik pendekatan ini: Trader melakukan analisis mendalam pasar jangka panjang, mengidentifikasi tren yang bertahan lama, dan menunggu dengan sabar sampai tren tersebut berkembang sepenuhnya.
Contohnya adalah saham Amazon. Seorang investor yang melakukan analisis fundamental terhadap perusahaan tersebut mungkin membeli saham pada 1 Januari 2014 seharga $18,21. Jika dia mempertahankannya hingga 1 Januari 2021, nilainya akan menjadi $159,03. Itu adalah keuntungan sebesar +140,82%.
Namun, ini tidak terjadi secara otomatis. Dibutuhkan ketahanan dari trader untuk menahan godaan menjual saat terjadi panik sesaat, tetap percaya pada analisisnya meskipun ada fluktuasi jangka pendek yang tampak bencana.
Siapa yang siap untuk ini: Investor yang sabar, yang tidak perlu melihat keuntungan setiap minggu, yang memahami analisis fundamental dan teknikal, dan yang bisa tidur nyenyak mengetahui bahwa uang mereka terpapar pasar selama bertahun-tahun.
▶ Perbandingan: Memahami perbedaan utama
Setiap gaya memiliki profil yang benar-benar berbeda. Berikut aspek-aspek terpentingnya:
▶ Cara memilih strategi Anda: Panduan praktis
Sebelum memutuskan, Anda harus melakukan evaluasi jujur tentang beberapa faktor:
1. Ketersediaan waktu nyata Anda
Jika Anda profesional dalam trading, Anda bisa bereksperimen dengan metode apa pun. Tapi jika Anda bekerja 8 jam sehari di pekerjaan lain, lupakan scalping dan day trading. Keduanya membutuhkan kehadiran aktif selama jam pasar tertentu. Swing trading atau trading posisi jauh lebih realistis untuk orang dengan tanggung jawab kerja atau keluarga.
2. Jenis pasar yang ingin Anda operasikan
Tidak semua instrumen keuangan berfungsi sama. Saham dengan tren naik yang jelas, seperti Amazon antara 2014 dan 2021, cocok untuk trading posisi. Tapi pasangan mata uang yang volatil seperti NZD/USD, yang berfluktuasi terus-menerus karena faktor ekonomi Selandia Baru (negara eksportir utama produk susu), lebih cocok untuk swing trading.
Pilihan instrumen dan strategi Anda harus selaras. Jika Anda mencoba scalping di pasar tanpa volatilitas, Anda akan kehilangan uang pada komisi tanpa keuntungan nyata.
3. Tingkat pengetahuan teknikal dan fundamental Anda
Apakah Anda paham cara membaca grafik? Apakah Anda tahu cara menganalisis laporan keuangan? Apakah Anda mengerti bagaimana leverage bekerja? Semakin sedikit pengalaman Anda, semakin ke kanan Anda harus bergerak di tabel (menuju trading posisi). Semakin Anda menguasai analisis teknikal, semakin bebas Anda untuk mencoba metode yang lebih aktif.
4. Toleransi risiko dan manajemen emosi Anda
Scalping dan day trading bisa menyebabkan kerugian besar dengan cepat, terutama dengan leverage. Jika melihat akun Anda turun 10% dalam beberapa menit membuat Anda terhenti secara emosional, metode ini bukan untuk Anda. Trading posisi memungkinkan pengolahan fluktuasi yang lebih baik karena Anda punya waktu untuk bernapas di antara keputusan.
▶ Peringatan penting untuk trader baru
⚠️ Jenis trading jangka pendek (scalping dan day trading) berbahaya bagi pemula karena beberapa alasan:
Rekomendasi kami: Jika baru memulai, latihlah dengan swing trading atau trading posisi. Pelajari cara mengelola risiko menggunakan order stop-loss. Jangan coba tangkap setiap gerakan pasar. Trader terbaik adalah yang sabar, bukan yang paling aktif.
Ingat bahwa meskipun jenis trading menawarkan pendekatan berbeda, tidak ada yang menjamin keuntungan. Perubahan pasar yang tak terduga memerlukan penyesuaian strategi secara konstan. Kesuksesan datang dari kombinasi antara persiapan, disiplin, dan kemampuan beradaptasi, bukan hanya dari memilih metode yang benar.