Emas spot(XAU/USD) dalam minggu ini menunjukkan kekuatan pembelian yang kuat selama sesi Asia, mendekati kembali ke level 4.200 dolar. Setelah melewati fase koreksi beberapa minggu terakhir, momentum kenaikan kembali terbentuk. Harga per ons secara jelas menembus resistance di 4.175 dolar, menandai sinyal kenaikan secara teknikal. Sekarang yang tersisa adalah ‘holding’ di zona 4.200 dolar.
Ekspektasi Pelonggaran Fed sebagai Penopang
Kunci yang mendukung harga emas adalah kemungkinan perubahan kebijakan Federal Reserve. Pernyataan dari pejabat Fed akhir-akhir ini semakin diartikan secara positif, dan pasar kembali memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga acuan sebesar 0,25% pada pertemuan FOMC Desember. Terutama, suara yang mendukung kebijakan suku bunga rendah dari calon Ketua Fed berikutnya turut berperan dalam menciptakan suasana dolar yang lemah.
Meski dolar sempat rebound sementara, alasan mengapa emas tetap bertahan dari tren penurunan adalah karena ekspektasi pelonggaran ini. Biasanya, penguatan dolar menjadi faktor penekan harga emas, tetapi harapan pelonggaran ini mengimbangi pengaruh tersebut.
Ketegangan Geopolitik dan Preferensi Aset Aman
Ketidakpastian negosiasi terkait perang Ukraina juga mendukung permintaan emas. Dengan pernyataan keras dari Presiden Putin yang membuat kemungkinan penyelesaian negosiasi menjadi tidak pasti, pelaku pasar merasakan kebutuhan akan aset aman sebagai cadangan. Risiko geopolitik ini menahan rally aset berisiko agar tidak terlalu overheat, sekaligus meningkatkan daya tarik relatif emas.
Membaca Chart: Konsolidasi di atas 4.200 dolar sebagai Titik Kritis
Gambaran teknikal menunjukkan tren positif. Emas yang sebelumnya menghadapi resistance di 4.175 dolar berhasil menembusnya dengan kuat, menegaskan kembali tren kenaikan.
Skenario Kenaikan: Jika harga mampu menutup di atas 4.200 dolar(closing), targetnya akan diarahkan ke level tertinggi jangka pendek bulan ini di 4.245 dolar. Jika tercapai, momentum rally selanjutnya akan semakin kuat.
Skenario Penurunan: Jika koreksi tidak terhindarkan, level support baru yang terbentuk adalah di kisaran 4.170~4.175 dolar yang baru ditembus. Jika support ini pun runtuh, harga bisa turun ke sekitar 4.115 dolar, dan dalam koreksi ekstrem, kemungkinan memperpanjang ke sekitar 4.040 dolar yang dilintasi garis 200 hari.
Pilihan Investor
Pergerakan harga emas saat ini mencerminkan kondisi ketidakpastian makroekonomi dan kekuatan teknikal yang saling berinteraksi. Apakah harga akan bertahan di atas 4.200 dolar atau tidak bukan hanya soal angka, tetapi menjadi titik penentu utama untuk menilai berapa lama momentum kenaikan ini dapat bertahan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Tugas yang tersisa hingga melewati $4.200... 'Jalur terakhir' emas
Kondisi Harga: Mendekati Puncak 2 Minggu Terakhir
Emas spot(XAU/USD) dalam minggu ini menunjukkan kekuatan pembelian yang kuat selama sesi Asia, mendekati kembali ke level 4.200 dolar. Setelah melewati fase koreksi beberapa minggu terakhir, momentum kenaikan kembali terbentuk. Harga per ons secara jelas menembus resistance di 4.175 dolar, menandai sinyal kenaikan secara teknikal. Sekarang yang tersisa adalah ‘holding’ di zona 4.200 dolar.
Ekspektasi Pelonggaran Fed sebagai Penopang
Kunci yang mendukung harga emas adalah kemungkinan perubahan kebijakan Federal Reserve. Pernyataan dari pejabat Fed akhir-akhir ini semakin diartikan secara positif, dan pasar kembali memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga acuan sebesar 0,25% pada pertemuan FOMC Desember. Terutama, suara yang mendukung kebijakan suku bunga rendah dari calon Ketua Fed berikutnya turut berperan dalam menciptakan suasana dolar yang lemah.
Meski dolar sempat rebound sementara, alasan mengapa emas tetap bertahan dari tren penurunan adalah karena ekspektasi pelonggaran ini. Biasanya, penguatan dolar menjadi faktor penekan harga emas, tetapi harapan pelonggaran ini mengimbangi pengaruh tersebut.
Ketegangan Geopolitik dan Preferensi Aset Aman
Ketidakpastian negosiasi terkait perang Ukraina juga mendukung permintaan emas. Dengan pernyataan keras dari Presiden Putin yang membuat kemungkinan penyelesaian negosiasi menjadi tidak pasti, pelaku pasar merasakan kebutuhan akan aset aman sebagai cadangan. Risiko geopolitik ini menahan rally aset berisiko agar tidak terlalu overheat, sekaligus meningkatkan daya tarik relatif emas.
Membaca Chart: Konsolidasi di atas 4.200 dolar sebagai Titik Kritis
Gambaran teknikal menunjukkan tren positif. Emas yang sebelumnya menghadapi resistance di 4.175 dolar berhasil menembusnya dengan kuat, menegaskan kembali tren kenaikan.
Skenario Kenaikan: Jika harga mampu menutup di atas 4.200 dolar(closing), targetnya akan diarahkan ke level tertinggi jangka pendek bulan ini di 4.245 dolar. Jika tercapai, momentum rally selanjutnya akan semakin kuat.
Skenario Penurunan: Jika koreksi tidak terhindarkan, level support baru yang terbentuk adalah di kisaran 4.170~4.175 dolar yang baru ditembus. Jika support ini pun runtuh, harga bisa turun ke sekitar 4.115 dolar, dan dalam koreksi ekstrem, kemungkinan memperpanjang ke sekitar 4.040 dolar yang dilintasi garis 200 hari.
Pilihan Investor
Pergerakan harga emas saat ini mencerminkan kondisi ketidakpastian makroekonomi dan kekuatan teknikal yang saling berinteraksi. Apakah harga akan bertahan di atas 4.200 dolar atau tidak bukan hanya soal angka, tetapi menjadi titik penentu utama untuk menilai berapa lama momentum kenaikan ini dapat bertahan.