## Perkiraan Tren Renminbi: Apakah Masih Ada Ruang Naik Hingga 2026?
2025 bisa disebut sebagai tahun "Pembalikan" untuk Renminbi. Meninjau kembali sepanjang tahun, dolar AS terhadap Renminbi berfluktuasi dua arah dalam kisaran **7.04 hingga 7.3**, dengan apresiasi sekitar 3% sepanjang tahun, mematahkan tren depresiasi selama tiga tahun berturut-turut dari 2022 hingga 2024. Pada pertengahan Desember, Renminbi bahkan menguat menembus batas 7.05, dan hingga saat artikel ini ditulis sudah menyentuh **7.0404**, mencapai level tertinggi dalam hampir 14 bulan, yang memiliki makna penting.
Tapi pertanyaannya—apakah saat ini Renminbi layak dibeli? Seberapa besar ruang apresiasi di masa depan?
## Tiga Dukungan Utama Dorong Perkiraan Tren Renminbi Menuju Kanal Penguatan
Pasar umumnya berpendapat bahwa Renminbi sedang berada di titik balik siklus, **siklus depresiasi telah berakhir, dan jalur penguatan jangka menengah-panjang telah dimulai**. Melihat ke akhir 2025 hingga 2026, tiga faktor kunci ini akan mendorong perkiraan tren Renminbi tetap positif:
**Pertama, daya tahan ekspor China sangat kuat**. Meski ekonomi global menghadapi ketidakpastian, industri manufaktur China tetap menunjukkan daya saing yang kuat, dan pertumbuhan ekspor selalu melebihi ekspektasi. Ini memberikan dasar permintaan yang stabil untuk Renminbi.
**Kedua, aliran modal asing kembali mengalokasikan aset Renminbi**. Seiring meredanya suasana dialog perdagangan China-AS, kepercayaan investor internasional mulai pulih, dan tanda-tanda arus balik modal asing semakin jelas, meningkatkan permintaan terhadap aset Renminbi.
**Ketiga, indeks dolar AS menunjukkan pelemahan struktural**. Siklus penurunan suku bunga Federal Reserve dimulai, indeks dolar dari awal tahun di 109 turun ke 97.869 pada Desember, mencerminkan tekanan relatif terhadap dolar AS, yang secara alami mendukung perkiraan tren Renminbi.
## Ekspektasi Optimis dari Bank Investasi Internasional
Analisis dari Deutsche Bank menunjukkan bahwa penguatan terakhir dolar AS terhadap Renminbi menandai **dimulainya siklus penguatan jangka panjang**. Bank ini memperkirakan Renminbi akan menguat ke 7.0 pada akhir 2025 dan lebih lanjut ke **6.7** pada akhir 2026.
Lebih agresif lagi, Goldman Sachs berpendapat. Kepala strategi valuta asing global dalam laporannya menyebutkan bahwa nilai tukar efektif riil Renminbi saat ini 12% di bawah rata-rata 10 tahun, dan undervaluasi terhadap dolar AS bahkan mencapai **15%**. Berdasarkan penilaian ini, Goldman Sachs memperkirakan bahwa dalam 12 bulan ke depan, kurs USD/RMB akan menguat ke 7.0, dan menekankan bahwa "pecah 7" mungkin akan terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan pasar.
Logika Goldman Sachs cukup jelas: performa ekspor China yang kuat akan mendukung Renminbi, dan pemerintah China lebih cenderung menggunakan kebijakan lain untuk merangsang ekonomi, bukan melakukan strategi depresiasi mata uang.
## Variabel Kunci Perkiraan Tren Renminbi: Tiga Fokus Utama yang Perlu Diperhatikan
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkiraan tren Renminbi di masa depan sangat kompleks, tetapi dapat disimpulkan menjadi tiga variabel inti:
**Pergerakan indeks dolar AS**: Kekuatan dolar langsung menentukan kenaikan atau penurunan Renminbi. Saat ini, indeks dolar berada di kisaran 97.8-98.5. Jika Federal Reserve terus menurunkan suku bunga, dolar akan menghadapi tekanan pelemahan lebih lanjut, yang mendukung penguatan Renminbi. Sebaliknya, jika data inflasi melebihi ekspektasi, dolar bisa rebound, membatasi ruang penguatan Renminbi.
**Perkembangan hubungan perdagangan China-AS**: Putaran terbaru negosiasi perdagangan China-AS menunjukkan kemajuan, dengan AS menurunkan tarif terkait fentanyl menjadi 10%, dan menangguhkan sebagian tarif hingga November 2026. Namun, apakah gencatan senjata ini akan bertahan lama masih menjadi pertanyaan. Jika ketegangan kembali meningkat, pasar akan kembali menghadapi tekanan, dan perkiraan tren Renminbi akan berbalik menjadi lemah.
**Kebijakan ekonomi China**: Bank sentral China cenderung mempertahankan kebijakan longgar untuk mendukung pemulihan ekonomi, tetapi jika kebijakan longgar ini dipadukan dengan stimulus fiskal yang lebih kuat dan ekonomi stabil, hal ini akan mendukung penguatan Renminbi dalam jangka panjang. Sinyal pengaturan nilai tengah Renminbi juga perlu diperhatikan secara cermat.
## Performa Renminbi Offshore ((CNH)) Lebih Sensitif
Renminbi offshore ((CNH)) dan onshore ((CNY)) memiliki tren yang sedikit berbeda. Karena CNH diperdagangkan di pasar internasional dengan lebih bebas, dan arus modal tidak terbatas, **volatilitasnya biasanya lebih besar**, dan reaksi terhadap sentimen pasar global lebih cepat.
Pada 2025, tren CNH juga berfluktuasi dan menguat. Pada awal tahun, akibat kebijakan tarif AS, CNH sempat menembus 7.36. Tetapi seiring membaiknya dialog China-AS dan kebijakan stabilisasi pertumbuhan, CNH menunjukkan penguatan yang jelas, dan pada 15 Desember menembus 7.05, rebound lebih dari 4% dari puncak awal tahun, dan mencapai level tertinggi dalam hampir 13 bulan.
## Apakah Saat Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli Renminbi? Saran Investasi
Secara keseluruhan, **dalam jangka pendek, Renminbi diperkirakan tetap cenderung kuat**, tetapi tidak diharapkan mengalami apresiasi besar secara cepat. Kemungkinan menembus di bawah 7.0 secara cepat sebelum akhir 2025 cukup rendah, dan pasar lebih cenderung bergerak dalam kisaran fluktuasi.
Jika ingin melakukan transaksi valuta terkait Renminbi, **kuncinya adalah mengatur waktu yang tepat**. Disarankan untuk memperhatikan:
1. **Pergerakan indeks dolar AS** — Pantau terus apakah dolar akan terus melemah, ini adalah syarat utama penguatan Renminbi 2. **Sinyal nilai tengah Renminbi** — Amati arah kebijakan Bank Sentral China, karena penyesuaian nilai tengah sering mengindikasikan arah kurs 3. **Kebijakan stabilisasi pertumbuhan China** — Evaluasi efektivitas kebijakan fiskal dan moneter, untuk menentukan tren jangka menengah-panjang Renminbi
## Bagaimana Menilai Perkiraan Tren Renminbi? Empat Dimensi Utama
Lebih baik mengajarkan orang memancing daripada memberi ikan. Dengan memahami empat dimensi berikut, apapun perubahan pasar, kita bisa lebih baik dalam memahami perkiraan tren Renminbi:
**1. Kebijakan moneter bank sentral**: Penurunan suku bunga dan rasio cadangan biasanya menyebabkan depresiasi Renminbi, sementara kenaikan suku bunga dan peningkatan rasio cadangan mendorong penguatan. Pada 2014, Bank Sentral China melakukan penurunan suku bunga sebanyak 6 kali berturut-turut, dan Renminbi melemah dari 6 ke 7.4, menunjukkan kekuatan kebijakan.
**2. Fundamental ekonomi China**: Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkatnya investasi asing akan menarik permintaan terhadap Renminbi. Fokus utama pada indikator seperti GDP, PMI, CPI, dan investasi aset tetap, yang mencerminkan suhu ekonomi dan kepercayaan pasar.
**3. Pergerakan relatif dolar AS**: Kebijakan Federal Reserve dan ECB sering menjadi kunci pergerakan dolar. Pada 2017, ECB memberi sinyal pelonggaran, dan indeks dolar turun 15% sepanjang tahun, sehingga Renminbi mendapat manfaat.
**4. Arah kebijakan nilai tukar resmi**: Berbeda dari mata uang bebas, mekanisme penetapan nilai tengah Renminbi menambahkan faktor "counter-cyclical", mencerminkan panduan resmi terhadap kurs. Meskipun pengaruh jangka pendek cukup besar, tren jangka menengah tetap bergantung pada arah pasar secara umum.
## Penutup
Perkiraan tren Renminbi sedang memasuki periode penting. Dengan China memasuki siklus kebijakan moneter longgar, dan berdasarkan pola siklus serupa yang bisa berlangsung hingga sepuluh tahun, fluktuasi jangka menengah dan pendek akan dipengaruhi oleh pergerakan dolar dan faktor lainnya. Jika kita menguasai empat faktor utama ini, peluang keuntungan akan meningkat secara signifikan. Pasar valuta asing didominasi faktor makro, data dari berbagai negara terbuka dan transparan, volume transaksi besar dan mendukung transaksi dua arah, sehingga relatif adil dan menjadi peluang investasi yang patut diperhatikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
## Perkiraan Tren Renminbi: Apakah Masih Ada Ruang Naik Hingga 2026?
2025 bisa disebut sebagai tahun "Pembalikan" untuk Renminbi. Meninjau kembali sepanjang tahun, dolar AS terhadap Renminbi berfluktuasi dua arah dalam kisaran **7.04 hingga 7.3**, dengan apresiasi sekitar 3% sepanjang tahun, mematahkan tren depresiasi selama tiga tahun berturut-turut dari 2022 hingga 2024. Pada pertengahan Desember, Renminbi bahkan menguat menembus batas 7.05, dan hingga saat artikel ini ditulis sudah menyentuh **7.0404**, mencapai level tertinggi dalam hampir 14 bulan, yang memiliki makna penting.
Tapi pertanyaannya—apakah saat ini Renminbi layak dibeli? Seberapa besar ruang apresiasi di masa depan?
## Tiga Dukungan Utama Dorong Perkiraan Tren Renminbi Menuju Kanal Penguatan
Pasar umumnya berpendapat bahwa Renminbi sedang berada di titik balik siklus, **siklus depresiasi telah berakhir, dan jalur penguatan jangka menengah-panjang telah dimulai**. Melihat ke akhir 2025 hingga 2026, tiga faktor kunci ini akan mendorong perkiraan tren Renminbi tetap positif:
**Pertama, daya tahan ekspor China sangat kuat**. Meski ekonomi global menghadapi ketidakpastian, industri manufaktur China tetap menunjukkan daya saing yang kuat, dan pertumbuhan ekspor selalu melebihi ekspektasi. Ini memberikan dasar permintaan yang stabil untuk Renminbi.
**Kedua, aliran modal asing kembali mengalokasikan aset Renminbi**. Seiring meredanya suasana dialog perdagangan China-AS, kepercayaan investor internasional mulai pulih, dan tanda-tanda arus balik modal asing semakin jelas, meningkatkan permintaan terhadap aset Renminbi.
**Ketiga, indeks dolar AS menunjukkan pelemahan struktural**. Siklus penurunan suku bunga Federal Reserve dimulai, indeks dolar dari awal tahun di 109 turun ke 97.869 pada Desember, mencerminkan tekanan relatif terhadap dolar AS, yang secara alami mendukung perkiraan tren Renminbi.
## Ekspektasi Optimis dari Bank Investasi Internasional
Analisis dari Deutsche Bank menunjukkan bahwa penguatan terakhir dolar AS terhadap Renminbi menandai **dimulainya siklus penguatan jangka panjang**. Bank ini memperkirakan Renminbi akan menguat ke 7.0 pada akhir 2025 dan lebih lanjut ke **6.7** pada akhir 2026.
Lebih agresif lagi, Goldman Sachs berpendapat. Kepala strategi valuta asing global dalam laporannya menyebutkan bahwa nilai tukar efektif riil Renminbi saat ini 12% di bawah rata-rata 10 tahun, dan undervaluasi terhadap dolar AS bahkan mencapai **15%**. Berdasarkan penilaian ini, Goldman Sachs memperkirakan bahwa dalam 12 bulan ke depan, kurs USD/RMB akan menguat ke 7.0, dan menekankan bahwa "pecah 7" mungkin akan terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan pasar.
Logika Goldman Sachs cukup jelas: performa ekspor China yang kuat akan mendukung Renminbi, dan pemerintah China lebih cenderung menggunakan kebijakan lain untuk merangsang ekonomi, bukan melakukan strategi depresiasi mata uang.
## Variabel Kunci Perkiraan Tren Renminbi: Tiga Fokus Utama yang Perlu Diperhatikan
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkiraan tren Renminbi di masa depan sangat kompleks, tetapi dapat disimpulkan menjadi tiga variabel inti:
**Pergerakan indeks dolar AS**: Kekuatan dolar langsung menentukan kenaikan atau penurunan Renminbi. Saat ini, indeks dolar berada di kisaran 97.8-98.5. Jika Federal Reserve terus menurunkan suku bunga, dolar akan menghadapi tekanan pelemahan lebih lanjut, yang mendukung penguatan Renminbi. Sebaliknya, jika data inflasi melebihi ekspektasi, dolar bisa rebound, membatasi ruang penguatan Renminbi.
**Perkembangan hubungan perdagangan China-AS**: Putaran terbaru negosiasi perdagangan China-AS menunjukkan kemajuan, dengan AS menurunkan tarif terkait fentanyl menjadi 10%, dan menangguhkan sebagian tarif hingga November 2026. Namun, apakah gencatan senjata ini akan bertahan lama masih menjadi pertanyaan. Jika ketegangan kembali meningkat, pasar akan kembali menghadapi tekanan, dan perkiraan tren Renminbi akan berbalik menjadi lemah.
**Kebijakan ekonomi China**: Bank sentral China cenderung mempertahankan kebijakan longgar untuk mendukung pemulihan ekonomi, tetapi jika kebijakan longgar ini dipadukan dengan stimulus fiskal yang lebih kuat dan ekonomi stabil, hal ini akan mendukung penguatan Renminbi dalam jangka panjang. Sinyal pengaturan nilai tengah Renminbi juga perlu diperhatikan secara cermat.
## Performa Renminbi Offshore ((CNH)) Lebih Sensitif
Renminbi offshore ((CNH)) dan onshore ((CNY)) memiliki tren yang sedikit berbeda. Karena CNH diperdagangkan di pasar internasional dengan lebih bebas, dan arus modal tidak terbatas, **volatilitasnya biasanya lebih besar**, dan reaksi terhadap sentimen pasar global lebih cepat.
Pada 2025, tren CNH juga berfluktuasi dan menguat. Pada awal tahun, akibat kebijakan tarif AS, CNH sempat menembus 7.36. Tetapi seiring membaiknya dialog China-AS dan kebijakan stabilisasi pertumbuhan, CNH menunjukkan penguatan yang jelas, dan pada 15 Desember menembus 7.05, rebound lebih dari 4% dari puncak awal tahun, dan mencapai level tertinggi dalam hampir 13 bulan.
## Apakah Saat Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli Renminbi? Saran Investasi
Secara keseluruhan, **dalam jangka pendek, Renminbi diperkirakan tetap cenderung kuat**, tetapi tidak diharapkan mengalami apresiasi besar secara cepat. Kemungkinan menembus di bawah 7.0 secara cepat sebelum akhir 2025 cukup rendah, dan pasar lebih cenderung bergerak dalam kisaran fluktuasi.
Jika ingin melakukan transaksi valuta terkait Renminbi, **kuncinya adalah mengatur waktu yang tepat**. Disarankan untuk memperhatikan:
1. **Pergerakan indeks dolar AS** — Pantau terus apakah dolar akan terus melemah, ini adalah syarat utama penguatan Renminbi
2. **Sinyal nilai tengah Renminbi** — Amati arah kebijakan Bank Sentral China, karena penyesuaian nilai tengah sering mengindikasikan arah kurs
3. **Kebijakan stabilisasi pertumbuhan China** — Evaluasi efektivitas kebijakan fiskal dan moneter, untuk menentukan tren jangka menengah-panjang Renminbi
## Bagaimana Menilai Perkiraan Tren Renminbi? Empat Dimensi Utama
Lebih baik mengajarkan orang memancing daripada memberi ikan. Dengan memahami empat dimensi berikut, apapun perubahan pasar, kita bisa lebih baik dalam memahami perkiraan tren Renminbi:
**1. Kebijakan moneter bank sentral**: Penurunan suku bunga dan rasio cadangan biasanya menyebabkan depresiasi Renminbi, sementara kenaikan suku bunga dan peningkatan rasio cadangan mendorong penguatan. Pada 2014, Bank Sentral China melakukan penurunan suku bunga sebanyak 6 kali berturut-turut, dan Renminbi melemah dari 6 ke 7.4, menunjukkan kekuatan kebijakan.
**2. Fundamental ekonomi China**: Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkatnya investasi asing akan menarik permintaan terhadap Renminbi. Fokus utama pada indikator seperti GDP, PMI, CPI, dan investasi aset tetap, yang mencerminkan suhu ekonomi dan kepercayaan pasar.
**3. Pergerakan relatif dolar AS**: Kebijakan Federal Reserve dan ECB sering menjadi kunci pergerakan dolar. Pada 2017, ECB memberi sinyal pelonggaran, dan indeks dolar turun 15% sepanjang tahun, sehingga Renminbi mendapat manfaat.
**4. Arah kebijakan nilai tukar resmi**: Berbeda dari mata uang bebas, mekanisme penetapan nilai tengah Renminbi menambahkan faktor "counter-cyclical", mencerminkan panduan resmi terhadap kurs. Meskipun pengaruh jangka pendek cukup besar, tren jangka menengah tetap bergantung pada arah pasar secara umum.
## Penutup
Perkiraan tren Renminbi sedang memasuki periode penting. Dengan China memasuki siklus kebijakan moneter longgar, dan berdasarkan pola siklus serupa yang bisa berlangsung hingga sepuluh tahun, fluktuasi jangka menengah dan pendek akan dipengaruhi oleh pergerakan dolar dan faktor lainnya. Jika kita menguasai empat faktor utama ini, peluang keuntungan akan meningkat secara signifikan. Pasar valuta asing didominasi faktor makro, data dari berbagai negara terbuka dan transparan, volume transaksi besar dan mendukung transaksi dua arah, sehingga relatif adil dan menjadi peluang investasi yang patut diperhatikan.