Banyak orang memiliki kesalahpahaman tentang investasi mata uang asing—mengira bahwa “memiliki berbagai mata uang secara diversifikasi dapat menghindari risiko”. Faktanya, risiko utama dalam investasi mata uang asing berasal dari fluktuasi nilai tukar, bukan jumlah mata uang yang dimiliki. Untuk mendapatkan keuntungan yang stabil di pasar mata uang asing, pemula perlu terlebih dahulu memahami mekanisme pergerakan nilai tukar, lalu memilih metode investasi yang sesuai berdasarkan kemampuan risiko mereka.
Tiga jalur investasi mata uang asing: deposito tetap, dana, atau margin?
Investasi mata uang asing utama terbagi menjadi tiga cara, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Memahami karakteristiknya adalah kunci untuk membuat pilihan yang tepat.
Deposito mata uang asing: keuntungan selisih bunga paling konservatif
Ini adalah cara paling umum bagi pemula dalam memulai investasi mata uang asing. Cukup dengan membuka rekening mata uang asing di bank (sudah berusia minimal 20 tahun), Anda bisa langsung menukar dolar Taiwan baru ke mata uang asing dan menyimpannya. Bank akan membayar bunga sesuai dengan tingkat bunga deposito tetap, dan investor utama mendapatkan keuntungan dari selisih bunga.
Kekurangannya adalah likuiditas yang rendah—jika ingin membatalkan sebelum waktu, bank akan memotong bunga. Selain itu, dalam lingkungan suku bunga rendah, hasil deposito seringkali tidak memuaskan. Rata-rata suku bunga deposito bank Taiwan hanya 1.7% per tahun, sementara investasi mata uang asing memang lebih menarik.
Dana mata uang asing: pilihan seimbang yang fleksibel
Tidak ingin terikat kontrak deposito tetap dan ingin memperoleh pendapatan stabil? Dana mata uang asing adalah solusi kompromi. Tidak perlu kontrak jangka panjang, bisa dibeli dan dijual kapan saja, dan tingkat bunga berada di antara tabungan dan deposito tetap. Investor dapat menggunakan dolar Taiwan untuk berinvestasi, dan perusahaan dana akan melakukan konversi mata uang, dengan hasil dari pendapatan bunga dan selisih nilai tukar.
Dana mata uang asing yang umum meliputi dana pasar uang dan ETF mata uang. Yang pertama fokus pada dolar AS, euro, dan mata uang utama lainnya, sedangkan yang kedua mengikuti pergerakan indeks dolar AS.
Margin valuta asing: leverage tinggi, risiko tinggi, imbal hasil tinggi
Jika sudah berpengalaman dan tidak puas dengan margin kecil atau selisih nilai tukar, transaksi margin valuta asing adalah pilihan lanjutan. Berbeda dengan deposito dan dana, transaksi margin tidak mendapatkan bunga, hanya mendapatkan selisih nilai tukar.
Karena volatilitas mata uang asing relatif rendah, transaksi biasanya menggunakan leverage 50-200 kali untuk memperbesar keuntungan. Prosesnya mirip dengan perdagangan saham—analisis tren harga, memilih waktu transaksi—namun keunggulannya adalah perdagangan 24 jam nonstop, mekanisme T+0, dan ambang batas yang sangat rendah. Investor hanya perlu margin kecil untuk melakukan transaksi global terhadap berbagai pasangan mata uang (seperti AUD/USD, EUR/USD) melalui internet.
Risikonya juga besar. Leverage yang terlalu tinggi dapat menyebabkan margin call dan kerugian besar, dan regulator ASIC di Australia menyarankan leverage utama pasangan mata uang harus di bawah 30 kali.
Mengapa berinvestasi mata uang asing?
Tingkat penghalang yang rendah dan kemudahan: Membuka rekening mata uang asing cukup dengan membawa dokumen ke bank, dan proses online juga mudah dan cepat.
Diversifikasi dan penghindaran risiko: Jika semua aset dihitung dalam dolar Taiwan, saat mata uang utama mengalami depresiasi besar, kekayaan akan menyusut secara signifikan. Setelah konflik Rusia-Ukraina, mata uang Ukraina hampir menjadi sampah, dan rubel meskipun memiliki nilai tukar, tidak ada yang mau menukarnya—ini adalah peringatan nyata. Investasi mata uang asing dapat secara efektif mendiversifikasi risiko mata uang.
Transaksi yang lebih adil dan transparan: Peserta transaksi mata uang asing berasal dari seluruh dunia, sulit untuk dikendalikan oleh satu kekuatan tunggal. Dibandingkan dengan pasar saham yang memiliki ketidakseimbangan informasi, mekanisme penemuan harga di pasar valuta asing lebih terbuka dan adil.
Buka 24 jam nonstop: Pasar valuta asing adalah pasar terbesar di dunia, dari Tokyo ke New York lalu ke London, setiap hari berlangsung transaksi selama 24 jam. Ketika harga bergerak ke arah yang tidak menguntungkan, trader dapat langsung stop-loss dan keluar. Berbeda dengan pasar saham yang terbatas jam operasinya, keunggulan ini tidak dimiliki.
12 mata uang utama yang paling disukai orang Taiwan untuk investasi
Lingkungan suku bunga rendah di Taiwan menyebabkan suku bunga mata uang asing relatif lebih tinggi, sehingga muncul selisih bunga antara mata uang utama dan mata uang asing, menarik semakin banyak investor menukar dolar Taiwan ke mata uang asing untuk arbitrase.
Bank Taiwan biasanya menawarkan 12 mata uang utama untuk investasi: dolar AS(USD), dolar Australia(AUD), dolar Kanada(CAD), dolar Hong Kong(HKD), poundsterling(GBP), franc Swiss(CHF), yen(JPY), euro(EUR), dolar Selandia Baru(NZD), dolar Singapura(SGD), rand Afrika Selatan(ZAR), krona Swedia(SEK).
Mata uang ini dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor penggerak nilai tukar mereka menjadi empat kategori:
Kebijakan mata uang: dolar AS dan euro
Mata uang ini sangat terkait dengan kebijakan bank sentral—kebijakan longgar menyebabkan depresiasi, kebijakan ketat menyebabkan apresiasi. Kunci investasi pada mata uang ini adalah melacak keputusan suku bunga bank sentral dan arah kebijakan QE.
Mata uang safe haven: yen dan franc Swiss
Ciri khas dari kedua negara ini adalah stabil dan netral—ekonomi maju, politik stabil, bank sentral jarang mengubah suku bunga. Saat situasi global tidak stabil atau ekonomi memburuk, dana akan mengalir ke kedua mata uang ini sebagai lindung nilai. Investor bahkan dapat melakukan arbitrase—meminjam mata uang dengan suku bunga rendah dan menginvestasikan ke aset dengan suku bunga tinggi, lalu saat kondisi membaik, tukar kembali ke mata uang lokal, mengambil keuntungan dari selisih nilai tukar.
Mata uang komoditas: dolar Australia dan dolar Kanada
Negara-negara ini bergantung pada ekspor komoditas sebagai sumber utama ekonomi. Saat harga komoditas naik, negara lain harus menukar lebih banyak mata uang lokal untuk membeli jumlah barang yang sama, sehingga nilai tukar negara tersebut naik; sebaliknya.
Australia adalah eksportir terbesar bijih besi di dunia, selama periode penurunan harga bijih besi 2021-2024, nilai tukar dolar Australia juga cenderung turun. Logika pergerakan harga mata uang ini relatif mudah dipahami, dan lebih cocok untuk pemula yang ingin melakukan trading tren atau strategi jangka pendek.
Mata uang pasar berkembang: yuan dan rand
Negara-negara ini masih dalam tahap pertumbuhan pesat, suku bunga deposito biasanya tinggi, menarik investor terutama untuk mengambil keuntungan dari selisih bunga yang tinggi. Tapi kekurangannya juga nyata—politik yang tidak stabil menyebabkan fluktuasi nilai tukar yang tajam, dan likuiditas yang kecil menyebabkan spread yang besar. Dolar Afrika Selatan memiliki suku bunga tertinggi tetapi risiko volatilitas terbesar, sehingga perlu penilaian yang lebih hati-hati.
Logika utama dalam memilih mata uang: Jangan hanya melihat suku bunga deposito yang tinggi, tetapi juga stabilitas nilai tukar dan likuiditas internasional. Dolar AS, euro, dan dolar Australia relatif stabil dan likuid, lebih disukai. Sebaliknya, mata uang komoditas dan safe haven lebih cocok untuk pemula—yang pertama tren pergerakannya mudah dipahami, yang kedua tampilannya stabil, dan kombinasi keduanya dapat menyeimbangkan risiko dan imbal hasil.
Bagaimana fluktuasi nilai tukar terjadi? Lima faktor utama pengaruhnya
Nilai tukar didefinisikan sebagai “rasio mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain”, dan merupakan indikator penting untuk menilai kesehatan ekonomi suatu negara. Untuk mendapatkan keuntungan dari jual beli mata uang asing, harus memahami faktor apa yang mendorong pergerakan nilai tukar.
Inflasi
Negara dengan tingkat inflasi rendah, harga barang dan jasa naik perlahan, daya beli mata uangnya relatif kuat. Mata uang negara dengan inflasi rendah cenderung menguat dalam jangka panjang; sebaliknya, negara dengan inflasi tinggi biasanya disertai suku bunga tinggi tetapi mata uangnya melemah.
Tingkat suku bunga
Kenaikan suku bunga akan menarik masuknya modal asing yang mencari imbal hasil lebih tinggi, sehingga meningkatkan permintaan terhadap mata uang negara tersebut dan menguatkan nilai tukarnya. Ini juga menjelaskan mengapa kenaikan suku bunga AS menyebabkan dolar AS menguat.
Utang pemerintah
Negara dengan utang pemerintah yang tinggi sulit menarik modal asing dan berpotensi memicu inflasi. Ketika pasar memperkirakan utang negara memburuk, investor asing akan menjual obligasi negara tersebut, dan nilai tukar akan melemah.
Kondisi perdagangan
Kondisi perdagangan adalah rasio harga ekspor terhadap impor. Saat harga ekspor naik lebih cepat dari impor, pendapatan negara meningkat, permintaan terhadap mata uang lokal meningkat, dan nilai tukar menguat.
Stabilitas politik
Negara dengan risiko politik rendah dan kebijakan ekonomi yang stabil lebih menarik investasi asing, sehingga mata uangnya menguat. Sebaliknya, negara yang mengalami kerusuhan politik cenderung mengalami depresiasi nilai tukar.
Bagaimana cara mendapatkan keuntungan dari jual beli mata uang asing?
Sumber keuntungan dari investasi mata uang asing dapat dirangkum menjadi dua: selisih bunga (perbedaan suku bunga antar negara) dan selisih nilai tukar (perubahan harga akibat fluktuasi nilai tukar).
Contohnya, jika suku bunga deposito Taiwan 2% dan di AS 5%, selisih 3% adalah potensi keuntungan. Tapi jangan lupa risiko—jika Anda menukar 33 dolar Taiwan ke 1 dolar AS, dan akhirnya nilai tukar berubah menjadi 30 dolar Taiwan, meskipun mendapatkan bunga 5% dari dolar AS, secara keseluruhan tetap mengalami kerugian. Ini adalah jebakan klasik dari “menghasilkan keuntungan dari selisih bunga tapi kehilangan dari selisih nilai tukar”.
Dua arah transaksi mata uang asing
Transaksi investasi tradisional hanya bisa “beli rendah jual tinggi”. Pasar valuta asing mendukung transaksi dua arah—bukan hanya membeli rendah dan menjual tinggi, tetapi juga menjual tinggi dan membeli rendah.
Jika memperkirakan mata uang tertentu akan menguat, maka beli mata uang tersebut dan jual mata uang lain. Misalnya, jika memperkirakan EUR/USD akan melemah, jual euro dan beli dolar AS, dan ketika euro benar-benar melemah, beli kembali untuk mendapatkan keuntungan.
Empat poin penting yang harus dikuasai pemula
Pertama, memilih instrumen: Pelajari secara mendalam kebijakan, suku bunga, dan perubahan utama dari dua mata uang yang akan diperdagangkan. Ini adalah bagian paling penting dalam pengambilan keputusan. Misalnya, jika diperkirakan AS akan menurunkan suku bunga tahun ini dan Jepang tetap, maka bisa melakukan posisi long yen terhadap dolar.
Kedua, buat strategi transaksi: Sesuaikan dengan kemampuan risiko dan pengalaman trading, buat kerangka strategi yang cocok. Strategi harus mencakup titik masuk dan keluar, stop-loss, dan target profit, serta mempertimbangkan risiko pasar dan biaya transaksi.
Ketiga, jaga kestabilan mental: Hindari pengaruh emosi akibat fluktuasi pasar. Terus belajar dan praktik, serta mengumpulkan pengalaman, adalah kunci keberhasilan di pasar valuta asing.
Keempat, pilih platform trading yang baik: Platform harus memenuhi kriteria aman, biaya rendah, lengkap alat analisis, beragam instrumen, dan eksekusi cepat. Lakukan evaluasi dari berbagai aspek saat memilih.
Analisis tren utama pasangan mata uang utama tahun 2025
The Fed memulai siklus penurunan suku bunga sejak September 2024, dengan total penurunan 100 basis poin. Memasuki 2025, The Fed mempertahankan suku bunga selama lima kali berturut-turut. Sampai 17 September, The Fed mengumumkan penurunan suku bunga federal fund sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 4.00%-4.25%, sebagai respons terhadap pasar tenaga kerja AS yang lemah.
Kebijakan pelonggaran The Fed akan berdampak berantai terhadap mata uang utama dunia. Indeks dolar AS terdiri dari enam mata uang: euro 57.6%, yen 13.6%, pound 11.9%, dolar Kanada 9.1%, krona Swedia 4.2%, franc Swiss 3.6%. Pergerakan mata uang ini langsung mempengaruhi pilihan investor di pasar valuta asing.
EUR/USD(
EUR/USD adalah pasangan mata uang terbesar di dunia, karena melibatkan dua ekonomi terbesar. Fluktuasi harga terkecil pun dapat mempengaruhi mata uang lain.
Berbeda dengan penurunan suku bunga The Fed, Bank Sentral Eropa pada September mempertahankan suku bunga dan menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi zona euro. Dengan dorongan dari penurunan suku bunga AS dan posisi stabil ECB, nilai tukar euro terhadap dolar AS naik ke level tertinggi empat tahun.
Analisis pasar menunjukkan bahwa reformasi ekonomi yang didorong Trump meningkatkan kekhawatiran tentang independensi bank sentral, menambah ketidakpastian kebijakan dolar. Sebaliknya, ECB memiliki independensi kebijakan moneter yang lebih tinggi, sehingga menawarkan pilihan yang relatif netral.
) USD/JPY###
Perdagangan carry trade yen terhadap dolar AS umum dilakukan, dan USD/JPY adalah instrumen yang paling sering digunakan. Investor meminjam dana dari negara dengan suku bunga rendah dan menginvestasikan ke negara dengan suku bunga tinggi untuk arbitrase.
Karena perlu menilai dampak tarif AS, Bank of Japan mulai berhenti menaikkan suku bunga dari Januari 2025. Tapi sebagian besar ekonom memperkirakan BOJ akan tetap menaikkan suku bunga 25 basis poin sebelum akhir tahun.
Perbedaan kebijakan AS dan Jepang memperkuat ekspektasi penyempitan selisih suku bunga. Namun, ketidakpastian politik domestik Jepang tetap mempengaruhi sentimen pasar, dan sinyal kebijakan serta kenaikan suku bunga dari bank sentral dapat mengubah tren. Dalam jangka pendek, pertempuran antara bullish dan bearish sangat ketat, dan nilai tukar yen akan terus berfluktuasi.
( GBP/USD)
GBP/USD adalah pasangan mata uang bersejarah panjang, mencerminkan hubungan dagang yang erat antara Inggris dan AS. Sejak awal tahun, pound menguat, tetapi ini lebih disebabkan oleh melemahnya dolar daripada perbaikan fundamental pound.
Seiring arah kebijakan The Fed semakin jelas, pasar menghadapi risiko penyesuaian ulang posisi bullish pound. Mengingat pertumbuhan ekonomi Inggris yang lemah dan ekspektasi penurunan suku bunga, prospek pound diperkirakan akan tetap berfluktuasi dalam kisaran, sulit untuk mengalami kenaikan satu arah.
USD/CHF(
Meskipun Swiss bukan ekonomi utama dunia, franc Swiss sebagai aset safe haven sangat diperhatikan. Saat ketidakpastian ekonomi atau pasar bergejolak, franc Swiss menjadi instrumen lindung nilai populer karena kestabilan jangka panjang dan posisi netralnya.
Sejak 2025, AS menghadapi kesulitan perdagangan dan fiskal, sehingga sifat safe haven dolar AS terancam, dan nilai franc Swiss sebagai lindung nilai semakin menonjol. Aliran dana internasional besar mendorong apresiasi franc Swiss. Dalam jangka menengah dan panjang, perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, penurunan suku bunga The Fed, dan melemahnya indeks dolar akan memberikan dukungan kuat bagi franc Swiss.
Panduan wajib bagi pemula membeli mata uang asing: lima saran investasi
1. Fokus pada mata uang yang dikenal: Pemula sebaiknya hanya berinvestasi pada mata uang yang sudah dikenal. Banyak berita pasar, tetapi volume transaksi terbesar tetap pada pasangan mata uang utama—dolar AS, yen, dan lain-lain. Pelajari beberapa mata uang utama secara mendalam, daripada sekadar menyentuh banyak mata uang asing yang tidak dikenal.
2. Pantau fluktuasi nilai tukar secara ketat: Nilai tukar mata uang asing dipengaruhi oleh pasar, ekonomi, berita, dan faktor lain yang selalu berubah. Rutin kunjungi situs berita internasional seperti CNBC, Bloomberg, Yahoo Finance, Investing untuk membantu memahami dinamika pasar dan informasi penting.
3. Diversifikasi secara moderat: Diversifikasi instrumen investasi—misalnya, memegang deposito dolar AS dan dana mata uang Australia secara bersamaan—untuk mengurangi risiko. Setelah melakukan diversifikasi, tidak perlu sering-sering masuk dan keluar pasar, sehingga bisa menjaga kestabilan mental.
4. Pelajari pengaturan stop-loss dan take-profit: Karakteristik trading forex membuat banyak trader lebih suka trading jangka pendek. Yang terpenting adalah menempatkan stop-loss di posisi yang tepat untuk mencegah kerugian besar. Misalnya, saat melakukan day trading, bisa membuka posisi buy near support dan menetapkan stop-loss di bawah support tersebut, dan menutup posisi saat target tercapai atau tren berbalik. Disarankan maksimal 2 kali transaksi per hari.
5. Perhatikan timing masuk pasar: Jangan mengejar harga tinggi atau menjual harga rendah secara impulsif. Rancang rencana trading sebelumnya dan ikuti rencana tersebut. Cara paling sederhana adalah menunggu tren terbentuk—biasanya membutuhkan waktu 5 menit atau lebih. Setelah tren terbentuk, baru masuk posisi, bukan ikut-ikutan tanpa rencana. Untuk berbagai gaya dan toleransi risiko, trader bisa menggunakan grafik time frame 30 menit, 120 menit, dan lain-lain sebagai acuan.
Setiap strategi trading yang tidak dipraktikkan hanyalah teori. Latihan terbaik adalah menggunakan akun demo gratis untuk menguji strategi dan kemampuan pengelolaan risiko di pasar nyata, tanpa harus mengeluarkan uang asli, sehingga bisa menguji logika pengambilan keputusan sendiri.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Pemula Investasi Mata Uang Asing: Bagaimana Pemula Harus Memilih dan Mengelola Aset Mata Uang Asing?
Banyak orang memiliki kesalahpahaman tentang investasi mata uang asing—mengira bahwa “memiliki berbagai mata uang secara diversifikasi dapat menghindari risiko”. Faktanya, risiko utama dalam investasi mata uang asing berasal dari fluktuasi nilai tukar, bukan jumlah mata uang yang dimiliki. Untuk mendapatkan keuntungan yang stabil di pasar mata uang asing, pemula perlu terlebih dahulu memahami mekanisme pergerakan nilai tukar, lalu memilih metode investasi yang sesuai berdasarkan kemampuan risiko mereka.
Tiga jalur investasi mata uang asing: deposito tetap, dana, atau margin?
Investasi mata uang asing utama terbagi menjadi tiga cara, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Memahami karakteristiknya adalah kunci untuk membuat pilihan yang tepat.
Deposito mata uang asing: keuntungan selisih bunga paling konservatif
Ini adalah cara paling umum bagi pemula dalam memulai investasi mata uang asing. Cukup dengan membuka rekening mata uang asing di bank (sudah berusia minimal 20 tahun), Anda bisa langsung menukar dolar Taiwan baru ke mata uang asing dan menyimpannya. Bank akan membayar bunga sesuai dengan tingkat bunga deposito tetap, dan investor utama mendapatkan keuntungan dari selisih bunga.
Kekurangannya adalah likuiditas yang rendah—jika ingin membatalkan sebelum waktu, bank akan memotong bunga. Selain itu, dalam lingkungan suku bunga rendah, hasil deposito seringkali tidak memuaskan. Rata-rata suku bunga deposito bank Taiwan hanya 1.7% per tahun, sementara investasi mata uang asing memang lebih menarik.
Dana mata uang asing: pilihan seimbang yang fleksibel
Tidak ingin terikat kontrak deposito tetap dan ingin memperoleh pendapatan stabil? Dana mata uang asing adalah solusi kompromi. Tidak perlu kontrak jangka panjang, bisa dibeli dan dijual kapan saja, dan tingkat bunga berada di antara tabungan dan deposito tetap. Investor dapat menggunakan dolar Taiwan untuk berinvestasi, dan perusahaan dana akan melakukan konversi mata uang, dengan hasil dari pendapatan bunga dan selisih nilai tukar.
Dana mata uang asing yang umum meliputi dana pasar uang dan ETF mata uang. Yang pertama fokus pada dolar AS, euro, dan mata uang utama lainnya, sedangkan yang kedua mengikuti pergerakan indeks dolar AS.
Margin valuta asing: leverage tinggi, risiko tinggi, imbal hasil tinggi
Jika sudah berpengalaman dan tidak puas dengan margin kecil atau selisih nilai tukar, transaksi margin valuta asing adalah pilihan lanjutan. Berbeda dengan deposito dan dana, transaksi margin tidak mendapatkan bunga, hanya mendapatkan selisih nilai tukar.
Karena volatilitas mata uang asing relatif rendah, transaksi biasanya menggunakan leverage 50-200 kali untuk memperbesar keuntungan. Prosesnya mirip dengan perdagangan saham—analisis tren harga, memilih waktu transaksi—namun keunggulannya adalah perdagangan 24 jam nonstop, mekanisme T+0, dan ambang batas yang sangat rendah. Investor hanya perlu margin kecil untuk melakukan transaksi global terhadap berbagai pasangan mata uang (seperti AUD/USD, EUR/USD) melalui internet.
Risikonya juga besar. Leverage yang terlalu tinggi dapat menyebabkan margin call dan kerugian besar, dan regulator ASIC di Australia menyarankan leverage utama pasangan mata uang harus di bawah 30 kali.
Mengapa berinvestasi mata uang asing?
Tingkat penghalang yang rendah dan kemudahan: Membuka rekening mata uang asing cukup dengan membawa dokumen ke bank, dan proses online juga mudah dan cepat.
Diversifikasi dan penghindaran risiko: Jika semua aset dihitung dalam dolar Taiwan, saat mata uang utama mengalami depresiasi besar, kekayaan akan menyusut secara signifikan. Setelah konflik Rusia-Ukraina, mata uang Ukraina hampir menjadi sampah, dan rubel meskipun memiliki nilai tukar, tidak ada yang mau menukarnya—ini adalah peringatan nyata. Investasi mata uang asing dapat secara efektif mendiversifikasi risiko mata uang.
Transaksi yang lebih adil dan transparan: Peserta transaksi mata uang asing berasal dari seluruh dunia, sulit untuk dikendalikan oleh satu kekuatan tunggal. Dibandingkan dengan pasar saham yang memiliki ketidakseimbangan informasi, mekanisme penemuan harga di pasar valuta asing lebih terbuka dan adil.
Buka 24 jam nonstop: Pasar valuta asing adalah pasar terbesar di dunia, dari Tokyo ke New York lalu ke London, setiap hari berlangsung transaksi selama 24 jam. Ketika harga bergerak ke arah yang tidak menguntungkan, trader dapat langsung stop-loss dan keluar. Berbeda dengan pasar saham yang terbatas jam operasinya, keunggulan ini tidak dimiliki.
12 mata uang utama yang paling disukai orang Taiwan untuk investasi
Lingkungan suku bunga rendah di Taiwan menyebabkan suku bunga mata uang asing relatif lebih tinggi, sehingga muncul selisih bunga antara mata uang utama dan mata uang asing, menarik semakin banyak investor menukar dolar Taiwan ke mata uang asing untuk arbitrase.
Bank Taiwan biasanya menawarkan 12 mata uang utama untuk investasi: dolar AS(USD), dolar Australia(AUD), dolar Kanada(CAD), dolar Hong Kong(HKD), poundsterling(GBP), franc Swiss(CHF), yen(JPY), euro(EUR), dolar Selandia Baru(NZD), dolar Singapura(SGD), rand Afrika Selatan(ZAR), krona Swedia(SEK).
Mata uang ini dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor penggerak nilai tukar mereka menjadi empat kategori:
Kebijakan mata uang: dolar AS dan euro
Mata uang ini sangat terkait dengan kebijakan bank sentral—kebijakan longgar menyebabkan depresiasi, kebijakan ketat menyebabkan apresiasi. Kunci investasi pada mata uang ini adalah melacak keputusan suku bunga bank sentral dan arah kebijakan QE.
Mata uang safe haven: yen dan franc Swiss
Ciri khas dari kedua negara ini adalah stabil dan netral—ekonomi maju, politik stabil, bank sentral jarang mengubah suku bunga. Saat situasi global tidak stabil atau ekonomi memburuk, dana akan mengalir ke kedua mata uang ini sebagai lindung nilai. Investor bahkan dapat melakukan arbitrase—meminjam mata uang dengan suku bunga rendah dan menginvestasikan ke aset dengan suku bunga tinggi, lalu saat kondisi membaik, tukar kembali ke mata uang lokal, mengambil keuntungan dari selisih nilai tukar.
Mata uang komoditas: dolar Australia dan dolar Kanada
Negara-negara ini bergantung pada ekspor komoditas sebagai sumber utama ekonomi. Saat harga komoditas naik, negara lain harus menukar lebih banyak mata uang lokal untuk membeli jumlah barang yang sama, sehingga nilai tukar negara tersebut naik; sebaliknya.
Australia adalah eksportir terbesar bijih besi di dunia, selama periode penurunan harga bijih besi 2021-2024, nilai tukar dolar Australia juga cenderung turun. Logika pergerakan harga mata uang ini relatif mudah dipahami, dan lebih cocok untuk pemula yang ingin melakukan trading tren atau strategi jangka pendek.
Mata uang pasar berkembang: yuan dan rand
Negara-negara ini masih dalam tahap pertumbuhan pesat, suku bunga deposito biasanya tinggi, menarik investor terutama untuk mengambil keuntungan dari selisih bunga yang tinggi. Tapi kekurangannya juga nyata—politik yang tidak stabil menyebabkan fluktuasi nilai tukar yang tajam, dan likuiditas yang kecil menyebabkan spread yang besar. Dolar Afrika Selatan memiliki suku bunga tertinggi tetapi risiko volatilitas terbesar, sehingga perlu penilaian yang lebih hati-hati.
Logika utama dalam memilih mata uang: Jangan hanya melihat suku bunga deposito yang tinggi, tetapi juga stabilitas nilai tukar dan likuiditas internasional. Dolar AS, euro, dan dolar Australia relatif stabil dan likuid, lebih disukai. Sebaliknya, mata uang komoditas dan safe haven lebih cocok untuk pemula—yang pertama tren pergerakannya mudah dipahami, yang kedua tampilannya stabil, dan kombinasi keduanya dapat menyeimbangkan risiko dan imbal hasil.
Bagaimana fluktuasi nilai tukar terjadi? Lima faktor utama pengaruhnya
Nilai tukar didefinisikan sebagai “rasio mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain”, dan merupakan indikator penting untuk menilai kesehatan ekonomi suatu negara. Untuk mendapatkan keuntungan dari jual beli mata uang asing, harus memahami faktor apa yang mendorong pergerakan nilai tukar.
Inflasi
Negara dengan tingkat inflasi rendah, harga barang dan jasa naik perlahan, daya beli mata uangnya relatif kuat. Mata uang negara dengan inflasi rendah cenderung menguat dalam jangka panjang; sebaliknya, negara dengan inflasi tinggi biasanya disertai suku bunga tinggi tetapi mata uangnya melemah.
Tingkat suku bunga
Kenaikan suku bunga akan menarik masuknya modal asing yang mencari imbal hasil lebih tinggi, sehingga meningkatkan permintaan terhadap mata uang negara tersebut dan menguatkan nilai tukarnya. Ini juga menjelaskan mengapa kenaikan suku bunga AS menyebabkan dolar AS menguat.
Utang pemerintah
Negara dengan utang pemerintah yang tinggi sulit menarik modal asing dan berpotensi memicu inflasi. Ketika pasar memperkirakan utang negara memburuk, investor asing akan menjual obligasi negara tersebut, dan nilai tukar akan melemah.
Kondisi perdagangan
Kondisi perdagangan adalah rasio harga ekspor terhadap impor. Saat harga ekspor naik lebih cepat dari impor, pendapatan negara meningkat, permintaan terhadap mata uang lokal meningkat, dan nilai tukar menguat.
Stabilitas politik
Negara dengan risiko politik rendah dan kebijakan ekonomi yang stabil lebih menarik investasi asing, sehingga mata uangnya menguat. Sebaliknya, negara yang mengalami kerusuhan politik cenderung mengalami depresiasi nilai tukar.
Bagaimana cara mendapatkan keuntungan dari jual beli mata uang asing?
Sumber keuntungan dari investasi mata uang asing dapat dirangkum menjadi dua: selisih bunga (perbedaan suku bunga antar negara) dan selisih nilai tukar (perubahan harga akibat fluktuasi nilai tukar).
Contohnya, jika suku bunga deposito Taiwan 2% dan di AS 5%, selisih 3% adalah potensi keuntungan. Tapi jangan lupa risiko—jika Anda menukar 33 dolar Taiwan ke 1 dolar AS, dan akhirnya nilai tukar berubah menjadi 30 dolar Taiwan, meskipun mendapatkan bunga 5% dari dolar AS, secara keseluruhan tetap mengalami kerugian. Ini adalah jebakan klasik dari “menghasilkan keuntungan dari selisih bunga tapi kehilangan dari selisih nilai tukar”.
Dua arah transaksi mata uang asing
Transaksi investasi tradisional hanya bisa “beli rendah jual tinggi”. Pasar valuta asing mendukung transaksi dua arah—bukan hanya membeli rendah dan menjual tinggi, tetapi juga menjual tinggi dan membeli rendah.
Jika memperkirakan mata uang tertentu akan menguat, maka beli mata uang tersebut dan jual mata uang lain. Misalnya, jika memperkirakan EUR/USD akan melemah, jual euro dan beli dolar AS, dan ketika euro benar-benar melemah, beli kembali untuk mendapatkan keuntungan.
Empat poin penting yang harus dikuasai pemula
Pertama, memilih instrumen: Pelajari secara mendalam kebijakan, suku bunga, dan perubahan utama dari dua mata uang yang akan diperdagangkan. Ini adalah bagian paling penting dalam pengambilan keputusan. Misalnya, jika diperkirakan AS akan menurunkan suku bunga tahun ini dan Jepang tetap, maka bisa melakukan posisi long yen terhadap dolar.
Kedua, buat strategi transaksi: Sesuaikan dengan kemampuan risiko dan pengalaman trading, buat kerangka strategi yang cocok. Strategi harus mencakup titik masuk dan keluar, stop-loss, dan target profit, serta mempertimbangkan risiko pasar dan biaya transaksi.
Ketiga, jaga kestabilan mental: Hindari pengaruh emosi akibat fluktuasi pasar. Terus belajar dan praktik, serta mengumpulkan pengalaman, adalah kunci keberhasilan di pasar valuta asing.
Keempat, pilih platform trading yang baik: Platform harus memenuhi kriteria aman, biaya rendah, lengkap alat analisis, beragam instrumen, dan eksekusi cepat. Lakukan evaluasi dari berbagai aspek saat memilih.
Analisis tren utama pasangan mata uang utama tahun 2025
The Fed memulai siklus penurunan suku bunga sejak September 2024, dengan total penurunan 100 basis poin. Memasuki 2025, The Fed mempertahankan suku bunga selama lima kali berturut-turut. Sampai 17 September, The Fed mengumumkan penurunan suku bunga federal fund sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 4.00%-4.25%, sebagai respons terhadap pasar tenaga kerja AS yang lemah.
Kebijakan pelonggaran The Fed akan berdampak berantai terhadap mata uang utama dunia. Indeks dolar AS terdiri dari enam mata uang: euro 57.6%, yen 13.6%, pound 11.9%, dolar Kanada 9.1%, krona Swedia 4.2%, franc Swiss 3.6%. Pergerakan mata uang ini langsung mempengaruhi pilihan investor di pasar valuta asing.
EUR/USD(
EUR/USD adalah pasangan mata uang terbesar di dunia, karena melibatkan dua ekonomi terbesar. Fluktuasi harga terkecil pun dapat mempengaruhi mata uang lain.
Berbeda dengan penurunan suku bunga The Fed, Bank Sentral Eropa pada September mempertahankan suku bunga dan menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi zona euro. Dengan dorongan dari penurunan suku bunga AS dan posisi stabil ECB, nilai tukar euro terhadap dolar AS naik ke level tertinggi empat tahun.
Analisis pasar menunjukkan bahwa reformasi ekonomi yang didorong Trump meningkatkan kekhawatiran tentang independensi bank sentral, menambah ketidakpastian kebijakan dolar. Sebaliknya, ECB memiliki independensi kebijakan moneter yang lebih tinggi, sehingga menawarkan pilihan yang relatif netral.
) USD/JPY###
Perdagangan carry trade yen terhadap dolar AS umum dilakukan, dan USD/JPY adalah instrumen yang paling sering digunakan. Investor meminjam dana dari negara dengan suku bunga rendah dan menginvestasikan ke negara dengan suku bunga tinggi untuk arbitrase.
Karena perlu menilai dampak tarif AS, Bank of Japan mulai berhenti menaikkan suku bunga dari Januari 2025. Tapi sebagian besar ekonom memperkirakan BOJ akan tetap menaikkan suku bunga 25 basis poin sebelum akhir tahun.
Perbedaan kebijakan AS dan Jepang memperkuat ekspektasi penyempitan selisih suku bunga. Namun, ketidakpastian politik domestik Jepang tetap mempengaruhi sentimen pasar, dan sinyal kebijakan serta kenaikan suku bunga dari bank sentral dapat mengubah tren. Dalam jangka pendek, pertempuran antara bullish dan bearish sangat ketat, dan nilai tukar yen akan terus berfluktuasi.
( GBP/USD)
GBP/USD adalah pasangan mata uang bersejarah panjang, mencerminkan hubungan dagang yang erat antara Inggris dan AS. Sejak awal tahun, pound menguat, tetapi ini lebih disebabkan oleh melemahnya dolar daripada perbaikan fundamental pound.
Seiring arah kebijakan The Fed semakin jelas, pasar menghadapi risiko penyesuaian ulang posisi bullish pound. Mengingat pertumbuhan ekonomi Inggris yang lemah dan ekspektasi penurunan suku bunga, prospek pound diperkirakan akan tetap berfluktuasi dalam kisaran, sulit untuk mengalami kenaikan satu arah.
USD/CHF(
Meskipun Swiss bukan ekonomi utama dunia, franc Swiss sebagai aset safe haven sangat diperhatikan. Saat ketidakpastian ekonomi atau pasar bergejolak, franc Swiss menjadi instrumen lindung nilai populer karena kestabilan jangka panjang dan posisi netralnya.
Sejak 2025, AS menghadapi kesulitan perdagangan dan fiskal, sehingga sifat safe haven dolar AS terancam, dan nilai franc Swiss sebagai lindung nilai semakin menonjol. Aliran dana internasional besar mendorong apresiasi franc Swiss. Dalam jangka menengah dan panjang, perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, penurunan suku bunga The Fed, dan melemahnya indeks dolar akan memberikan dukungan kuat bagi franc Swiss.
Panduan wajib bagi pemula membeli mata uang asing: lima saran investasi
1. Fokus pada mata uang yang dikenal: Pemula sebaiknya hanya berinvestasi pada mata uang yang sudah dikenal. Banyak berita pasar, tetapi volume transaksi terbesar tetap pada pasangan mata uang utama—dolar AS, yen, dan lain-lain. Pelajari beberapa mata uang utama secara mendalam, daripada sekadar menyentuh banyak mata uang asing yang tidak dikenal.
2. Pantau fluktuasi nilai tukar secara ketat: Nilai tukar mata uang asing dipengaruhi oleh pasar, ekonomi, berita, dan faktor lain yang selalu berubah. Rutin kunjungi situs berita internasional seperti CNBC, Bloomberg, Yahoo Finance, Investing untuk membantu memahami dinamika pasar dan informasi penting.
3. Diversifikasi secara moderat: Diversifikasi instrumen investasi—misalnya, memegang deposito dolar AS dan dana mata uang Australia secara bersamaan—untuk mengurangi risiko. Setelah melakukan diversifikasi, tidak perlu sering-sering masuk dan keluar pasar, sehingga bisa menjaga kestabilan mental.
4. Pelajari pengaturan stop-loss dan take-profit: Karakteristik trading forex membuat banyak trader lebih suka trading jangka pendek. Yang terpenting adalah menempatkan stop-loss di posisi yang tepat untuk mencegah kerugian besar. Misalnya, saat melakukan day trading, bisa membuka posisi buy near support dan menetapkan stop-loss di bawah support tersebut, dan menutup posisi saat target tercapai atau tren berbalik. Disarankan maksimal 2 kali transaksi per hari.
5. Perhatikan timing masuk pasar: Jangan mengejar harga tinggi atau menjual harga rendah secara impulsif. Rancang rencana trading sebelumnya dan ikuti rencana tersebut. Cara paling sederhana adalah menunggu tren terbentuk—biasanya membutuhkan waktu 5 menit atau lebih. Setelah tren terbentuk, baru masuk posisi, bukan ikut-ikutan tanpa rencana. Untuk berbagai gaya dan toleransi risiko, trader bisa menggunakan grafik time frame 30 menit, 120 menit, dan lain-lain sebagai acuan.
Setiap strategi trading yang tidak dipraktikkan hanyalah teori. Latihan terbaik adalah menggunakan akun demo gratis untuk menguji strategi dan kemampuan pengelolaan risiko di pasar nyata, tanpa harus mengeluarkan uang asli, sehingga bisa menguji logika pengambilan keputusan sendiri.