Dalam dunia perdagangan berjangka dan derivatif, dua istilah sering menimbulkan kebingungan di kalangan trader: harga trigger dan harga target order. Meskipun terdengar serupa, keduanya menjalankan fungsi yang sangat berbeda dalam proses perdagangan.
Apa itu Harga Trigger
Harga trigger adalah mekanisme aktivasi. Ketika Anda menetapkan order dengan syarat tertentu, level ini berfungsi sebagai sinyal bagi sistem untuk mulai bekerja. Bayangkan Anda memantau pergerakan nilai aset, tetapi tidak ingin terus-menerus duduk di depan layar. Anda menetapkan harga trigger pada 523 — ketika harga pasar mencapai level ini, order Anda akan diaktifkan. Tetapi ini hanyalah langkah pertama.
Harga Eksekusi — Ini adalah Tujuan Nyata
Setelah order diaktifkan berdasarkan harga trigger, langkah berikutnya adalah harga kedua — yaitu, harga yang benar-benar Anda inginkan untuk membeli atau menjual aset. Untuk order limit, ini berarti kurs maksimal jika Anda membeli, atau kurs minimal saat menjual. Jika Anda menetapkan harga ini di 523, order akan berusaha dieksekusi pada level ini setelah diaktifkan.
Contoh Praktis
Mari kita lihat skenario. Anda memperkirakan kenaikan, tetapi ingin masuk pada level tertentu. Anda menetapkan harga trigger di 520, dan harga eksekusi di 523. Ketika harga mencapai 520, order akan diaktifkan. Setelah itu, sistem akan berusaha mengeksekusinya pada level 523 atau lebih baik. Ini memungkinkan Anda melakukan perdagangan sesuai kondisi tanpa harus terus-menerus memantau pasar.
Perbedaan Utama
Harga trigger adalah bel pintu — sinyal untuk memulai pekerjaan. Harga eksekusi adalah niat nyata Anda — level di mana Anda siap menyelesaikan operasi. Pengaturan ini adalah standar untuk order limit kondisional, di mana order hanya akan ditempatkan sesuai kondisi pasar tertentu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Bagaimana membedakan harga trigger dan harga pelaksanaan pesanan
Dalam dunia perdagangan berjangka dan derivatif, dua istilah sering menimbulkan kebingungan di kalangan trader: harga trigger dan harga target order. Meskipun terdengar serupa, keduanya menjalankan fungsi yang sangat berbeda dalam proses perdagangan.
Apa itu Harga Trigger
Harga trigger adalah mekanisme aktivasi. Ketika Anda menetapkan order dengan syarat tertentu, level ini berfungsi sebagai sinyal bagi sistem untuk mulai bekerja. Bayangkan Anda memantau pergerakan nilai aset, tetapi tidak ingin terus-menerus duduk di depan layar. Anda menetapkan harga trigger pada 523 — ketika harga pasar mencapai level ini, order Anda akan diaktifkan. Tetapi ini hanyalah langkah pertama.
Harga Eksekusi — Ini adalah Tujuan Nyata
Setelah order diaktifkan berdasarkan harga trigger, langkah berikutnya adalah harga kedua — yaitu, harga yang benar-benar Anda inginkan untuk membeli atau menjual aset. Untuk order limit, ini berarti kurs maksimal jika Anda membeli, atau kurs minimal saat menjual. Jika Anda menetapkan harga ini di 523, order akan berusaha dieksekusi pada level ini setelah diaktifkan.
Contoh Praktis
Mari kita lihat skenario. Anda memperkirakan kenaikan, tetapi ingin masuk pada level tertentu. Anda menetapkan harga trigger di 520, dan harga eksekusi di 523. Ketika harga mencapai 520, order akan diaktifkan. Setelah itu, sistem akan berusaha mengeksekusinya pada level 523 atau lebih baik. Ini memungkinkan Anda melakukan perdagangan sesuai kondisi tanpa harus terus-menerus memantau pasar.
Perbedaan Utama
Harga trigger adalah bel pintu — sinyal untuk memulai pekerjaan. Harga eksekusi adalah niat nyata Anda — level di mana Anda siap menyelesaikan operasi. Pengaturan ini adalah standar untuk order limit kondisional, di mana order hanya akan ditempatkan sesuai kondisi pasar tertentu.