Bulan lalu saya dengar sebuah cerita yang cukup bikin saya tercengang.
Ada seorang teman yang mengumpulkan sedikit modal dari mengikuti event di platform, berniat untuk berhenti saat sudah untung, lalu menarik beberapa ribu U ke rekening banknya. Baru saja uang itu masuk, dua hari kemudian bank langsung menelepon:
"Akun Anda terdeteksi transaksi tidak wajar, sementara telah dibekukan."
Dia langsung bingung: Saya kan nggak melakukan hal ilegal, kenapa kartu saya dibekukan?
Sebenarnya masalahnya bukan soal "ilegal atau tidak", tapi karena jejak transaksi kamu memicu sistem model risk control. Di mata bank, kamu mungkin sudah dianggap "pengguna berisiko tinggi".
Teman ini pakai rekening gaji harian untuk tarik dana, rekeningnya sering menerima dana dari luar negeri, dan lawan transaksi beragam, bahkan ada yang masuk daftar hitam. Kalau kamu jadi bank, masa nggak waspada?
Jebakan seperti ini sering banget dijeblosi pemula. Banyak orang sama sekali nggak tahu "aturan tak tertulis" ini:
**Pertama, jangan campur pakai rekening gaji.** Satu kartu dipakai nerima gaji sekaligus aset digital, alur transaksi jadi kacau, sistem risk control langsung kasih label.
**Kedua, hati-hati transfer dari alamat asing.** Banyak transaksi dari alamat asing yang sama? Apalagi yang sering keluar-masuk, itu jelas sudah garis merah.
**Ketiga, jangan pakai alat pembayaran frekuensi tinggi untuk terima dana besar.** Alat seperti Alipay, WeChat Pay itu pengawasannya sudah ketat, masih kamu pakai untuk terima uang besar berkali-kali? Sulit banget untuk nggak dicurigai.
**Keempat, jangan sembarangan tulis keterangan.** Kata-kata seperti "U", "koin", "USDT", sistem bisa otomatis deteksi kata sensitif, itu sama aja cari masalah sendiri.
**Kelima, transaksi OTC sebaiknya pakai rekening khusus.** Buat akun dan nomor HP terpisah, jangan dicampur dengan konsumsi harian, supaya peluang terpicu risk control lebih kecil.
Yang lebih parah lagi, banyak orang sambil berburu airdrop dan komisi referral, sambil aliran dana di rekening banknya melonjak, lalu begitu akunnya dibekukan malah merasa sangat tidak adil: "Saya nggak ngapa-ngapain kok!"
Memang kamu nggak melanggar hukum, tapi pola perilakumu di sistem risk control sudah dianggap "tidak wajar".
Bank nggak peduli bukti, model risk control cuma lihat data dan indikator. Logikanya simpel: dibekukan dulu, baru investigasi. Bisa atau tidak kamu membuktikan diri bersih, itu urusanmu, tapi membekukan kartu adalah tugas mereka.
Jadi jangan naif berpikir nominal kecil nggak bakal diperhatikan. Sistem risk control melihat pola perilaku, bukan saldo rekening. Seorang retail kecil kalau sering memicu indikator abnormal, tetap saja bisa masuk daftar hitam.
Sekarang setiap kali lihat orang masih pakai rekening gaji untuk terima aset digital, saya selalu ingatkan:
**Bukan soal kamu untung berapa, yang penting kamu bisa tarik uang itu dengan aman.**
Jangan sampai urusan tarik dana jadi penghalang pertamamu dalam perjalanan cari untung.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
19 Suka
Hadiah
19
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TokenomicsTherapist
· 2025-12-12 15:07
Kartu gaji benar-benar jebakan, teman saya beberapa waktu lalu terjerat, sekarang dia khusus membuat kartu untuk menarik U secara profesional, meskipun merepotkan tapi tentu lebih baik daripada dibekukan
Lihat AsliBalas0
NFT_Therapy_Group
· 2025-12-09 18:48
Seriusan, seorang teman saya juga pernah dibekukan seperti ini, kartu gaji langsung tidak bisa digunakan sama sekali.
Lihat AsliBalas0
FunGibleTom
· 2025-12-09 16:13
Gila, ini baru inti permasalahannya. Dulu aku juga langsung terima USDT ke rekening gaji, hampir saja kena freeze juga.
Lihat AsliBalas0
TommyTeacher1
· 2025-12-09 16:12
Sial beneran, teman gue juga pernah dibekukan kayak gitu, sekarang kalau narik dana jadi super hati-hati.
Lihat AsliBalas0
GasFeeVictim
· 2025-12-09 16:11
Sial, inilah alasan kenapa sekarang aku pakai kartu cadangan, kartu gaji saja nggak aku sentuh.
Lihat AsliBalas0
OptionWhisperer
· 2025-12-09 16:05
Waduh, orang ini sial banget. Mencampur penggunaan kartu gaji memang pantangan besar, saya juga pernah kena masalah ini dulu.
Bulan lalu saya dengar sebuah cerita yang cukup bikin saya tercengang.
Ada seorang teman yang mengumpulkan sedikit modal dari mengikuti event di platform, berniat untuk berhenti saat sudah untung, lalu menarik beberapa ribu U ke rekening banknya. Baru saja uang itu masuk, dua hari kemudian bank langsung menelepon:
"Akun Anda terdeteksi transaksi tidak wajar, sementara telah dibekukan."
Dia langsung bingung: Saya kan nggak melakukan hal ilegal, kenapa kartu saya dibekukan?
Sebenarnya masalahnya bukan soal "ilegal atau tidak", tapi karena jejak transaksi kamu memicu sistem model risk control. Di mata bank, kamu mungkin sudah dianggap "pengguna berisiko tinggi".
Teman ini pakai rekening gaji harian untuk tarik dana, rekeningnya sering menerima dana dari luar negeri, dan lawan transaksi beragam, bahkan ada yang masuk daftar hitam. Kalau kamu jadi bank, masa nggak waspada?
Jebakan seperti ini sering banget dijeblosi pemula. Banyak orang sama sekali nggak tahu "aturan tak tertulis" ini:
**Pertama, jangan campur pakai rekening gaji.**
Satu kartu dipakai nerima gaji sekaligus aset digital, alur transaksi jadi kacau, sistem risk control langsung kasih label.
**Kedua, hati-hati transfer dari alamat asing.**
Banyak transaksi dari alamat asing yang sama? Apalagi yang sering keluar-masuk, itu jelas sudah garis merah.
**Ketiga, jangan pakai alat pembayaran frekuensi tinggi untuk terima dana besar.**
Alat seperti Alipay, WeChat Pay itu pengawasannya sudah ketat, masih kamu pakai untuk terima uang besar berkali-kali? Sulit banget untuk nggak dicurigai.
**Keempat, jangan sembarangan tulis keterangan.**
Kata-kata seperti "U", "koin", "USDT", sistem bisa otomatis deteksi kata sensitif, itu sama aja cari masalah sendiri.
**Kelima, transaksi OTC sebaiknya pakai rekening khusus.**
Buat akun dan nomor HP terpisah, jangan dicampur dengan konsumsi harian, supaya peluang terpicu risk control lebih kecil.
Yang lebih parah lagi, banyak orang sambil berburu airdrop dan komisi referral, sambil aliran dana di rekening banknya melonjak, lalu begitu akunnya dibekukan malah merasa sangat tidak adil: "Saya nggak ngapa-ngapain kok!"
Memang kamu nggak melanggar hukum, tapi pola perilakumu di sistem risk control sudah dianggap "tidak wajar".
Bank nggak peduli bukti, model risk control cuma lihat data dan indikator. Logikanya simpel: dibekukan dulu, baru investigasi. Bisa atau tidak kamu membuktikan diri bersih, itu urusanmu, tapi membekukan kartu adalah tugas mereka.
Jadi jangan naif berpikir nominal kecil nggak bakal diperhatikan. Sistem risk control melihat pola perilaku, bukan saldo rekening. Seorang retail kecil kalau sering memicu indikator abnormal, tetap saja bisa masuk daftar hitam.
Sekarang setiap kali lihat orang masih pakai rekening gaji untuk terima aset digital, saya selalu ingatkan:
**Bukan soal kamu untung berapa, yang penting kamu bisa tarik uang itu dengan aman.**
Jangan sampai urusan tarik dana jadi penghalang pertamamu dalam perjalanan cari untung.