Revolut baru saja meluncurkan program buyback yang memungkinkan mantan karyawan menjual kembali ekuitas mereka—tapi ada catatan penting: mereka harus menerima potongan valuasi sebesar 30%.
Bukan penawaran yang manis jika melihat betapa lesunya sektor fintech belakangan ini. Membuat kita bertanya-tanya apakah mereka sedang bersiap menghadapi musim dingin yang lebih panjang atau sekadar menguji siapa yang benar-benar butuh likuiditas. Bagaimanapun juga, ini jadi pengingat bahwa saham karyawan tidak selalu menjadi tiket emas seperti yang sering digembar-gemborkan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
FallingLeaf
· 2025-12-12 01:30
Diskon 30%? Seberapa putus asanya sampai harus menerima?
Lihat AsliBalas0
BlindBoxVictim
· 2025-12-10 05:34
Diskon 30%? Bukankah ini hanya memotong daun bawang dengan terselubung, benar-benar memperlakukan karyawan seolah-olah mereka kekurangan uang
Lihat AsliBalas0
HashBrownies
· 2025-12-09 09:52
Diskon 30%... Apa yang sedang disiratkan oleh Revolut?
Lihat AsliBalas0
DegenDreamer
· 2025-12-09 09:48
Diskon 30%... Apakah Revolut sedang memeras secara terselubung, atau memang sudah tidak mampu bertahan?
Lihat AsliBalas0
GasFeeCrying
· 2025-12-09 09:41
30% cut loss? Lucu banget, inilah yang mereka sebut "insentif opsi" ya.
Lihat AsliBalas0
FromMinerToFarmer
· 2025-12-09 09:41
Diskon 30%, inilah "terima kasih" dari Revolut untuk karyawannya hahaha
Lihat AsliBalas0
SchrodingersPaper
· 2025-12-09 09:30
Diskon 30%... Bukankah ini sama saja seperti memotong investor kecil secara terselubung? Mantan karyawan pun masih harus menanggung kerugian ini.
Lihat AsliBalas0
SatoshiHeir
· 2025-12-09 09:30
Perlu dicatat bahwa diskon 30% ini pada dasarnya memverifikasi suatu argumen yang telah saya bahas berulang kali: hak penetapan harga opsi karyawan sepenuhnya berada di tangan modal dalam praktik nyata. Berdasarkan pemikiran whitepaper, konsensus nilai seharusnya bersifat transparan, bukan penekanan sepihak. Langkah Revolut kali ini, jelas-jelas hanya sebagai persiapan psikologis menghadapi masalah likuiditas.
Revolut baru saja meluncurkan program buyback yang memungkinkan mantan karyawan menjual kembali ekuitas mereka—tapi ada catatan penting: mereka harus menerima potongan valuasi sebesar 30%.
Bukan penawaran yang manis jika melihat betapa lesunya sektor fintech belakangan ini. Membuat kita bertanya-tanya apakah mereka sedang bersiap menghadapi musim dingin yang lebih panjang atau sekadar menguji siapa yang benar-benar butuh likuiditas. Bagaimanapun juga, ini jadi pengingat bahwa saham karyawan tidak selalu menjadi tiket emas seperti yang sering digembar-gemborkan.