Strategy (sebelumnya MicroStrategy) pada 1 Desember 2025 mengumumkan penyesuaian keuangan besar: membangun cadangan kas USD sebesar 1,44 miliar dolar AS, sekaligus membeli 130 BTC. Setelah pembelian ini, total kepemilikan bitcoin perusahaan tersebut mencapai 650.000 BTC—rekor tertinggi sepanjang sejarah—dengan total biaya pembelian sekitar 48,38 miliar dolar AS dan harga rata-rata 74.436 dolar AS per BTC.
Setelah itu, Strategy pada periode 1 Desember hingga 7 Desember membeli 10.624 BTC dengan nilai sekitar 962,7 juta dolar AS, rata-rata 90.615 dolar AS per BTC. Hingga 7 Desember 2025, Strategy memegang 660.624 BTC dengan total biaya sekitar 49,35 miliar dolar AS dan biaya rata-rata per BTC sekitar 74.696 dolar AS.
Langkah ini terjadi di tengah harga bitcoin yang turun dari titik tertinggi Oktober sekitar 126.000 dolar AS menjadi sekitar 90.000 dolar AS pada awal Desember. Di satu sisi terus menambah kepemilikan bitcoin, di sisi lain menimbun kas dalam jumlah besar, strategi perusahaan pemegang bitcoin terbesar yang terdaftar di bursa dunia ini memicu interpretasi mendalam pasar.
01 Penyesuaian Strategi: Dari “peluru tak terbatas” ke membangun benteng kas
Aksi terbaru MicroStrategy secara jelas menunjukkan strategi dua jalur: tetap teguh memegang dan menambah bitcoin, serta untuk pertama kalinya sangat menekankan keamanan finansial dan stabilitas arus kas.
Pada 17-30 November 2025, MicroStrategy mengeluarkan sekitar 11,7 juta dolar AS untuk membeli 130 BTC dengan harga rata-rata sekitar 89.960 dolar AS per BTC.
Langkah ini membuat total kepemilikan BTC Strategy mencapai 660.000 BTC, sekitar 3,1% dari total suplai bitcoin (21 juta BTC).
Yang lebih krusial adalah pembentukan cadangan kas. Perusahaan mengumumkan pendirian cadangan kas 1,44 miliar dolar AS. Dana ini dihimpun melalui penjualan saham biasa kelas A dalam “rencana penerbitan pasar”, dengan penjualan sekitar 8,214 juta saham dan hasil bersih 1,478 miliar dolar AS.
02 Logika Mendalam: Tiga pertimbangan utama di balik pergeseran defensif
Strategi “menimbun kas” MicroStrategy bukan keputusan sesaat, melainkan garis pertahanan utama demi menjaga model bisnis dan sistem kepercayaan di tengah kondisi pasar saat ini.
Tujuan utamanya adalah melindungi kredibilitas perusahaan. MicroStrategy menerbitkan beberapa seri saham preferen dan menjanjikan dividen tahunan 8% hingga 10%. Cadangan 1,44 miliar dolar AS dialokasikan untuk menutup pembayaran dividen saham preferen dan bunga utang selama 21 bulan ke depan.
Langkah ini bertujuan “melepaskan” imbal hasil pemegang saham dari fluktuasi harga bitcoin jangka pendek, serta memberi sinyal kuat kepada kreditur dan investor bahwa perusahaan tetap dapat memenuhi kewajiban pembayaran meski pasar turun, sehingga menghindari lingkaran setan “penurunan peringkat kredit → kenaikan biaya pendanaan”.
Kedua, ini adalah persiapan menghadapi risiko terburuk “spiral kematian”. Kekhawatiran terbesar pasar adalah jika harga bitcoin terus anjlok, apakah MicroStrategy akan terpaksa menjual bitcoin untuk mempertahankan operasional.
CEO Phong Le secara tegas menyatakan bahwa penjualan bitcoin hanya akan menjadi “langkah terakhir yang sangat terpaksa”, dengan dua syarat berat: harga saham jatuh di bawah nilai aset bersih bitcoin per saham, dan perusahaan kehilangan akses pendanaan dari pasar saham dan utang.
Para analis mencatat, hanya jika harga bitcoin turun ke sekitar 25.000 dolar AS, MicroStrategy bisa secara laporan keuangan mendekati insolvensi. Pada level harga saat ini, posisi bitcoin mereka masih mencatat keuntungan yang cukup besar.
03 Dampak Pasar: Aksi paus besar menggetarkan pasar
Sebagai “paus” yang memegang lebih dari 3% total bitcoin, setiap langkah MicroStrategy sangat memengaruhi sentimen dan pergerakan harga pasar.
Pergantian strategi, terutama memperlambat pembelian bitcoin dan menimbun kas, dalam jangka pendek mungkin dibaca pasar sebagai tanda kurangnya kepercayaan, sehingga memberi tekanan tambahan pada harga bitcoin yang sudah rapuh.
Setelah pengumuman pembentukan cadangan kas, harga saham MicroStrategy (MSTR) sempat turun lebih dari 10% pada perdagangan 1 Desember. Ini menunjukkan investor meragukan bahkan kurang puas atas aksi menukar ekuitas untuk fiat, bukan bitcoin.
Namun dari sudut pandang makro dan jangka panjang, struktur pasar bitcoin telah berubah secara fundamental. Dibanding awal pembelian MicroStrategy, kini pasar bitcoin jauh lebih dalam dan terinstitusionalisasi.
Manajer ETF bitcoin spot memegang ratusan ribu BTC, banyak sovereign wealth fund global dan departemen keuangan perusahaan juga terus mengalokasi. Artinya, meski MicroStrategy di masa depan terpaksa jadi penjual, akan ada pasar pembeli yang jauh lebih besar, sehingga efek tekanan jual pada harga bisa diredam sebagian.
04 Investor Ritel: Menemukan posisi di tengah pertarungan institusi
Bagi investor kripto ritel, penyesuaian strategi institusi besar adalah indikator penting, namun yang lebih penting adalah memahami logika di baliknya dan menyesuaikan strategi investasi sendiri.
Pembentukan cadangan kas MicroStrategy bisa dilihat sebagai bekal menghadapi kemungkinan “musim dingin panjang”. Ini jadi pengingat bahwa sekuat apapun keyakinan pada masa depan aset, menjaga likuiditas dan kemampuan mitigasi risiko adalah kunci bertahan hidup.
Investor tak boleh membabi buta meniru setiap langkah institusi, melainkan harus menimbang apakah keputusan mereka sesuai dengan tujuan, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi pribadi. Salah satu tugas utama MicroStrategy adalah melayani pemegang saham preferen, yang berbeda secara mendasar dengan tujuan investor individu.
Di tengah kondisi pasar saat ini, investor bisa lebih fokus pada dinamika harga dan indikator sentimen di platform trading likuid, aman, dan patuh regulasi seperti Gate. Saat penulisan ini, menurut Jinse Finance, harga BTC telah kembali naik di atas 91.000 dolar AS.
Volatilitas ini kembali membuktikan tingginya risiko pasar kripto. Baik institusi maupun individu, semua butuh strategi untuk bertahan di tengah gejolak dan tetap bisa menangkap nilai jangka panjang.
Prospek ke Depan
Cadangan kas MicroStrategy sebesar 1,44 miliar dolar AS laksana bendungan mencolok yang memisahkan perusahaan dari fluktuasi harga bitcoin.
Perusahaan ini menyimpan 660.000 BTC di “brankas digital”, sekitar 3,1% dari total bitcoin dunia, senilai lebih dari 48 miliar dolar AS. Saham MSTR sempat anjlok lebih dari 10% pada hari pengumuman cadangan kas.
Di saat yang sama, pasar bitcoin sendiri makin dalam dan luas. Masuknya ETF spot dan institusi lain membangun jaringan pembeli yang makin kompleks.
Nasib perusahaan ini masih menjadi studi kasus terbaik tentang bagaimana institusi mengubah keyakinan menjadi strategi keuangan yang berkelanjutan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Di balik cadangan 660.000 Bitcoin MicroStrategy: Apakah ini suntikan kepercayaan, atau sinyal pertahanan?
Strategy (sebelumnya MicroStrategy) pada 1 Desember 2025 mengumumkan penyesuaian keuangan besar: membangun cadangan kas USD sebesar 1,44 miliar dolar AS, sekaligus membeli 130 BTC. Setelah pembelian ini, total kepemilikan bitcoin perusahaan tersebut mencapai 650.000 BTC—rekor tertinggi sepanjang sejarah—dengan total biaya pembelian sekitar 48,38 miliar dolar AS dan harga rata-rata 74.436 dolar AS per BTC.
Setelah itu, Strategy pada periode 1 Desember hingga 7 Desember membeli 10.624 BTC dengan nilai sekitar 962,7 juta dolar AS, rata-rata 90.615 dolar AS per BTC. Hingga 7 Desember 2025, Strategy memegang 660.624 BTC dengan total biaya sekitar 49,35 miliar dolar AS dan biaya rata-rata per BTC sekitar 74.696 dolar AS.
Langkah ini terjadi di tengah harga bitcoin yang turun dari titik tertinggi Oktober sekitar 126.000 dolar AS menjadi sekitar 90.000 dolar AS pada awal Desember. Di satu sisi terus menambah kepemilikan bitcoin, di sisi lain menimbun kas dalam jumlah besar, strategi perusahaan pemegang bitcoin terbesar yang terdaftar di bursa dunia ini memicu interpretasi mendalam pasar.
01 Penyesuaian Strategi: Dari “peluru tak terbatas” ke membangun benteng kas
Aksi terbaru MicroStrategy secara jelas menunjukkan strategi dua jalur: tetap teguh memegang dan menambah bitcoin, serta untuk pertama kalinya sangat menekankan keamanan finansial dan stabilitas arus kas.
Pada 17-30 November 2025, MicroStrategy mengeluarkan sekitar 11,7 juta dolar AS untuk membeli 130 BTC dengan harga rata-rata sekitar 89.960 dolar AS per BTC.
Langkah ini membuat total kepemilikan BTC Strategy mencapai 660.000 BTC, sekitar 3,1% dari total suplai bitcoin (21 juta BTC).
Yang lebih krusial adalah pembentukan cadangan kas. Perusahaan mengumumkan pendirian cadangan kas 1,44 miliar dolar AS. Dana ini dihimpun melalui penjualan saham biasa kelas A dalam “rencana penerbitan pasar”, dengan penjualan sekitar 8,214 juta saham dan hasil bersih 1,478 miliar dolar AS.
02 Logika Mendalam: Tiga pertimbangan utama di balik pergeseran defensif
Strategi “menimbun kas” MicroStrategy bukan keputusan sesaat, melainkan garis pertahanan utama demi menjaga model bisnis dan sistem kepercayaan di tengah kondisi pasar saat ini.
Tujuan utamanya adalah melindungi kredibilitas perusahaan. MicroStrategy menerbitkan beberapa seri saham preferen dan menjanjikan dividen tahunan 8% hingga 10%. Cadangan 1,44 miliar dolar AS dialokasikan untuk menutup pembayaran dividen saham preferen dan bunga utang selama 21 bulan ke depan.
Langkah ini bertujuan “melepaskan” imbal hasil pemegang saham dari fluktuasi harga bitcoin jangka pendek, serta memberi sinyal kuat kepada kreditur dan investor bahwa perusahaan tetap dapat memenuhi kewajiban pembayaran meski pasar turun, sehingga menghindari lingkaran setan “penurunan peringkat kredit → kenaikan biaya pendanaan”.
Kedua, ini adalah persiapan menghadapi risiko terburuk “spiral kematian”. Kekhawatiran terbesar pasar adalah jika harga bitcoin terus anjlok, apakah MicroStrategy akan terpaksa menjual bitcoin untuk mempertahankan operasional.
CEO Phong Le secara tegas menyatakan bahwa penjualan bitcoin hanya akan menjadi “langkah terakhir yang sangat terpaksa”, dengan dua syarat berat: harga saham jatuh di bawah nilai aset bersih bitcoin per saham, dan perusahaan kehilangan akses pendanaan dari pasar saham dan utang.
Para analis mencatat, hanya jika harga bitcoin turun ke sekitar 25.000 dolar AS, MicroStrategy bisa secara laporan keuangan mendekati insolvensi. Pada level harga saat ini, posisi bitcoin mereka masih mencatat keuntungan yang cukup besar.
03 Dampak Pasar: Aksi paus besar menggetarkan pasar
Sebagai “paus” yang memegang lebih dari 3% total bitcoin, setiap langkah MicroStrategy sangat memengaruhi sentimen dan pergerakan harga pasar.
Pergantian strategi, terutama memperlambat pembelian bitcoin dan menimbun kas, dalam jangka pendek mungkin dibaca pasar sebagai tanda kurangnya kepercayaan, sehingga memberi tekanan tambahan pada harga bitcoin yang sudah rapuh.
Setelah pengumuman pembentukan cadangan kas, harga saham MicroStrategy (MSTR) sempat turun lebih dari 10% pada perdagangan 1 Desember. Ini menunjukkan investor meragukan bahkan kurang puas atas aksi menukar ekuitas untuk fiat, bukan bitcoin.
Namun dari sudut pandang makro dan jangka panjang, struktur pasar bitcoin telah berubah secara fundamental. Dibanding awal pembelian MicroStrategy, kini pasar bitcoin jauh lebih dalam dan terinstitusionalisasi.
Manajer ETF bitcoin spot memegang ratusan ribu BTC, banyak sovereign wealth fund global dan departemen keuangan perusahaan juga terus mengalokasi. Artinya, meski MicroStrategy di masa depan terpaksa jadi penjual, akan ada pasar pembeli yang jauh lebih besar, sehingga efek tekanan jual pada harga bisa diredam sebagian.
04 Investor Ritel: Menemukan posisi di tengah pertarungan institusi
Bagi investor kripto ritel, penyesuaian strategi institusi besar adalah indikator penting, namun yang lebih penting adalah memahami logika di baliknya dan menyesuaikan strategi investasi sendiri.
Pembentukan cadangan kas MicroStrategy bisa dilihat sebagai bekal menghadapi kemungkinan “musim dingin panjang”. Ini jadi pengingat bahwa sekuat apapun keyakinan pada masa depan aset, menjaga likuiditas dan kemampuan mitigasi risiko adalah kunci bertahan hidup.
Investor tak boleh membabi buta meniru setiap langkah institusi, melainkan harus menimbang apakah keputusan mereka sesuai dengan tujuan, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi pribadi. Salah satu tugas utama MicroStrategy adalah melayani pemegang saham preferen, yang berbeda secara mendasar dengan tujuan investor individu.
Di tengah kondisi pasar saat ini, investor bisa lebih fokus pada dinamika harga dan indikator sentimen di platform trading likuid, aman, dan patuh regulasi seperti Gate. Saat penulisan ini, menurut Jinse Finance, harga BTC telah kembali naik di atas 91.000 dolar AS.
Volatilitas ini kembali membuktikan tingginya risiko pasar kripto. Baik institusi maupun individu, semua butuh strategi untuk bertahan di tengah gejolak dan tetap bisa menangkap nilai jangka panjang.
Prospek ke Depan
Cadangan kas MicroStrategy sebesar 1,44 miliar dolar AS laksana bendungan mencolok yang memisahkan perusahaan dari fluktuasi harga bitcoin.
Perusahaan ini menyimpan 660.000 BTC di “brankas digital”, sekitar 3,1% dari total bitcoin dunia, senilai lebih dari 48 miliar dolar AS. Saham MSTR sempat anjlok lebih dari 10% pada hari pengumuman cadangan kas.
Di saat yang sama, pasar bitcoin sendiri makin dalam dan luas. Masuknya ETF spot dan institusi lain membangun jaringan pembeli yang makin kompleks.
Nasib perusahaan ini masih menjadi studi kasus terbaik tentang bagaimana institusi mengubah keyakinan menjadi strategi keuangan yang berkelanjutan.