Baru-baru ini ada lagi proyek M2E (Move-to-Earn) yang sedang naik daun—Sweatcoin. Singkatnya: kamu jalan kaki, mereka kasih kamu koin.
Data Mengesankan: Hingga Mei 2024, secara global ada 120 juta pengguna yang telah menghasilkan total 50 miliar token SWEAT. Angka yang terdengar cukup fantastis.
Gimana cara dapatnya? Sangat langsung: setiap 1000 langkah bisa ditukar dengan 0,95 Sweatcoin. Belakangan mereka meluncurkan token SWEAT, sekarang butuh 3623 langkah untuk dapat 1 SWEAT. Pihak resmi juga memungut biaya 5%. Rasio ini turun dari tahun ke tahun dan direncanakan akan semakin ketat sampai 2028.
Apa keunggulannya?
Tidak perlu beli sepatu NFT (seperti di STEPN) untuk main, jadi lebih mudah diakses
Mendukung lebih dari 600 merek termasuk Apple, Audible, dll, koin bisa ditukar dengan banyak hal
Didukung oleh NHS Inggris (Layanan Kesehatan Nasional), ada jaminan resmi
Data dienkripsi, informasi lokasi tidak dijual ke pihak ketiga
Investor peduli apa? Ini masalah klasik: seiring bertambahnya pengguna, suplai token meledak, harga koin bisa bertahan atau tidak? SWEAT sudah mengalami beberapa kali penurunan harga. Tim proyek bilang akan melakukan desentralisasi, memperluas fitur (tambah NFT, mode olahraga baru), tapi apakah janji-janji ini bisa ditepati masih jadi tanda tanya.
Jujur saja: Logika Sweatcoin memang cerdas—menggabungkan insentif kesehatan + ekonomi untuk mendorong orang berolahraga, serta jadi pintu masuk ke crypto dengan hambatan rendah. Tapi apakah bisa menghindari “semakin banyak pemain, koin makin turun nilai”-itu kunci apakah proyek ini bisa bertahan lama.
Kalau mau join sekarang, harus siap mental kalau harga koin masih bisa terus turun.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sweatcoin: Apakah skema menghasilkan koin dengan berjalan kaki bisa bertahan lama?
Baru-baru ini ada lagi proyek M2E (Move-to-Earn) yang sedang naik daun—Sweatcoin. Singkatnya: kamu jalan kaki, mereka kasih kamu koin.
Data Mengesankan: Hingga Mei 2024, secara global ada 120 juta pengguna yang telah menghasilkan total 50 miliar token SWEAT. Angka yang terdengar cukup fantastis.
Gimana cara dapatnya? Sangat langsung: setiap 1000 langkah bisa ditukar dengan 0,95 Sweatcoin. Belakangan mereka meluncurkan token SWEAT, sekarang butuh 3623 langkah untuk dapat 1 SWEAT. Pihak resmi juga memungut biaya 5%. Rasio ini turun dari tahun ke tahun dan direncanakan akan semakin ketat sampai 2028.
Apa keunggulannya?
Investor peduli apa? Ini masalah klasik: seiring bertambahnya pengguna, suplai token meledak, harga koin bisa bertahan atau tidak? SWEAT sudah mengalami beberapa kali penurunan harga. Tim proyek bilang akan melakukan desentralisasi, memperluas fitur (tambah NFT, mode olahraga baru), tapi apakah janji-janji ini bisa ditepati masih jadi tanda tanya.
Jujur saja: Logika Sweatcoin memang cerdas—menggabungkan insentif kesehatan + ekonomi untuk mendorong orang berolahraga, serta jadi pintu masuk ke crypto dengan hambatan rendah. Tapi apakah bisa menghindari “semakin banyak pemain, koin makin turun nilai”-itu kunci apakah proyek ini bisa bertahan lama.
Kalau mau join sekarang, harus siap mental kalau harga koin masih bisa terus turun.