Wawasan Utama:
Dogecoin telah turun lebih dari 23% sejak awal tahun, dengan tekanan makroekonomi yang lebih luas dan sentimen kripto yang lemah mendorong penjualan berkelanjutan di seluruh aset digital utama.
Rentang $0.07 hingga $0.08 tetap menjadi zona dukungan yang secara historis kuat, sebelumnya memicu pemulihan tajam dan kini menarik perhatian pedagang kembali.
Tingkat pendanaan yang sangat negatif menunjukkan posisi bearish yang berat, sehingga meningkatkan potensi short squeeze jika kondisi pasar mulai stabil.
Dogecoin melanjutkan penurunannya pada 2026 di tengah kelemahan kripto yang lebih luas. Token ini telah turun lebih dari 23% sejak awal tahun, mencerminkan tekanan jual yang berkelanjutan di seluruh aset digital utama. Selain itu, kenaikan imbal hasil Treasury A.S. dan dolar yang lebih kuat telah menurunkan permintaan untuk investasi berbasis risiko, termasuk kriptokurensi.
Dogecoin memulai tahun ini dengan optimisme, setelah mendapatkan momentum pada akhir 2025. Harga naik hingga $0.1566 pada awal Januari, didukung oleh minat beli yang kembali. Namun, reli itu cepat memudar saat sentimen bearish kembali, mendorong token turun ke titik terendah dalam beberapa bulan.
Pada Februari, Dogecoin turun hingga sekitar $0.0799, menandai salah satu level terlemahnya dalam beberapa bulan terakhir. Rentang ini secara historis berperan sebagai zona dukungan, membantu mencegah penurunan lebih lanjut selama koreksi-koreksi sebelumnya. Akibatnya, kini para trader memandang level ini sebagai area krusial untuk stabilitas jangka pendek.
Data terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar investor Dogecoin masih berada dalam posisi rugi. Rata-rata, para pemegang mengalami penurunan lebih dari 50% selama setahun terakhir. Selain itu, pergerakan harga jangka pendek terus mencerminkan sentimen yang lemah, dengan token mencatat kerugian tambahan pada baik kerangka waktu harian maupun mingguan.
Penurunan pasar yang lebih luas memicu likuidasi signifikan di seluruh pasar derivatif. Lebih dari $400 juta posisi long lenyap dalam satu hari, menyoroti pembongkaran agresif atas taruhan bullish. Selain itu, ketidakseimbangan antara likuidasi long dan short menunjukkan bahwa para trader sangat bertumpu pada kenaikan yang akhirnya tidak terwujud.
Rentang $0.07 hingga $0.08 berulang kali berperan sebagai area dukungan kunci dalam sejarah Dogecoin. Level ini sebelumnya menghentikan penurunan dan mendahului rebound yang kuat, termasuk reli tajam pada 2024. Karena itu, pelaku pasar terus memantau zona ini secara ketat untuk melihat tanda-tanda aktivitas beli yang kembali.
Meski beberapa upaya pemulihan telah dilakukan, Dogecoin tetap terjebak dalam rentang konsolidasi yang lebih luas. Pergerakan harga sejak awal Februari menunjukkan momentum breakout yang terbatas, menandakan ketidakpastian yang berlanjut di kalangan trader. Selain itu, tren menyamping ini mencerminkan pola serupa di pasar kripto yang lebih luas.
Data derivatif mengungkapkan bahwa tingkat pendanaan telah berubah menjadi sangat negatif, mencapai level yang tidak terlihat sejak pertengahan 2023. Kondisi seperti ini sering kali mengindikasikan posisi kerumunan bearish. Akibatnya, setup ini meningkatkan kemungkinan short squeeze jika harga stabil atau bergerak lebih tinggi.