

Haru Invest, platform investasi aset digital yang berbasis di Korea Selatan, terjerat dalam salah satu skandal keuangan terbesar di industri kripto negara tersebut. Perusahaan ini menghadapi tuduhan serius atas penipuan yang melibatkan penggelapan sekitar $550 juta dalam aset virtual milik para investor.
Penyelidikan mengungkap adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana dan praktik bisnis yang meragukan, yang berdampak pada ribuan investor yang mempercayakan aset digital mereka kepada platform ini. Kasus Haru Invest menjadi simbol risiko yang melekat pada platform investasi kripto yang belum diatur secara memadai, serta memicu perdebatan publik terkait kebutuhan kerangka regulasi yang lebih ketat di Korea Selatan.
CEO perusahaan, yang diidentifikasi sebagai Lee, bersama sejumlah eksekutif senior lainnya, secara resmi didakwa atas penipuan dan penggelapan. Kasus ini menarik perhatian media secara luas, bukan hanya karena besarnya kerugian finansial, tetapi juga akibat dampaknya terhadap reputasi industri kripto di salah satu negara dengan tingkat kemajuan teknologi tertinggi di dunia.
Pada Agustus 2024, dalam sidang pengadilan terkait kasus penipuan Haru Invest, sebuah insiden kekerasan mengguncang sistem peradilan Korea Selatan dan komunitas kripto. Seorang pria bernama Kang, yang diduga merupakan salah satu investor yang terdampak oleh kolapsnya platform tersebut, berhasil memasuki ruang sidang dengan membawa pisau.
Saat persidangan berlangsung, Kang menyerang Lee, CEO Haru Invest, dan menikamnya dalam insiden yang menimbulkan kekacauan serta kepanikan di antara para hadirin. Petugas keamanan pengadilan dengan cepat melumpuhkan pelaku, sementara Lee menerima pertolongan medis darurat di lokasi sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat.
Serangan ini mencerminkan frustrasi dan keputusasaan mendalam sebagian investor yang kehilangan tabungan akibat runtuhnya Haru Invest. Meskipun tindakan kekerasan











